Kamis, 22 Oktober 2026
09:18 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

O.C. Kaligis

Senior Advocad

Bagikan:
Ini adalah nama Minahasa, marganya adalah Kaligis.
O. C. Kaligis
Lahir
Otto Cornelis Kaligis

19 Juni 1942 (umur 84)
AlmamaterUniversitas Parahyangan
Universitas Indonesia
PekerjaanPengacara
Pasangan menikahAlfa Lolita
Anak4, termasuk Velove Vexia

Otto Cornelis Kaligis (lahir 19 Juni 1942) adalah pengacara asal Indonesia.[1] Pengalaman menangani kasus di Indonesia sudah sangat banyak. Terutama untuk kalangan artis, selebritas, pejabat, dan kasus yang menyedot perhatian banyak orang.[2]

Sebagai pengacara yang bergerak di bidang penegakan hukum dan keadilan, Kaligis telah memiliki pengalaman dalam beragam kasus, di antaranya adalah mengenai buruh pabrik, kuli bangunan, sopir PPD, dan rakyat miskin lainnya. Dalam satu kasus, dia juga pernah membela seorang residivis yang ditembak polisi, Sudarto, tanpa bayaran. Tapi ia juga mendampingi artis Ida Iasha, Lidya Kandou, Onky Alexander, Nike Ardilla, dan Zarima. Selain itu, dia juga pernah membela sejumlah pejabat dan mantan presiden, di antaranya adalah Samadikun Hartono, H. M. Soeharto dan B. J. Habibie.

Dalam kasus pembelaan terhadap 35 orang sopir PPD yang menuntut pembayaran dana pensiun, OC Kaligis mengalami kekalahan di Mahkamah Agung RI. Sebagai aksi protes terhadap putusan tersebut, dia membayar sendiri 'uang pensiun' ke-35 kliennya hingga mereka meninggal dunia. Salah satu cara lainnya yang dia lakukan untuk menentang ketidakadilan dari Putusan Mahkamah Agung ini, adalah dengan cara menulis surat berita, baik di surat kabar maupun majalah.

Kaligis memulai kariernya di bidang hukum usai meraih gelar sarjana hukum di Universitas Parahyangan Bandung, yaitu dengan magang menjadi asisten notaris Tumbunan yang berkantor di Jalan Pegangsaan. Dari status magang, dia kemudian menjadi asisten notaris.

Kasus besar yang ditangani O. C. Kaligis

  1. Skandal video porno mirip artis Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari
  2. Pencemaran nama baik RS Omni Tangerang dengan terdakwa Prita Mulyasari
  3. Kasus suap wisma Atlet Muhammad Nazaruddin, anggota DPR RI dari Partai Demokrat
  4. Kasus Pelecehan Seksual di JIS tahun 2014[3]
  5. Kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat
  6. Kasus penyidikan Ferdy Sambo
  7. Kasus suap dan gratifikasi Lukas Enembe, gubernur Papua

Pendidikan

  1. SMP dan SMA di SEMINARI Menengah St. Petrus Claver, Makassar (1955-1961).
  2. Fakultas Hukum, Universitas Parahyangan Bandung (1961-1966).
  3. Pendidikan Keterampilan Kenotariatan, Universitas Indonesia (1968).
  4. Fakultas Filosofi Universitas Rheinish Westfalische Technische Hochschule (RWTH), Jerman (1972-1975).
  5. Doktor Ilmu Hukum, Universitas Padjadjaran (2009).

Karier di luar Pengacara

  1. Anggota fungsionaris Golkar (1986-sekarang).
  2. Anggota Asosiasi Advokat Indonesia (1988-sekarang).
  3. Anggota Mondiale De la Presse Diplomatique (1988-sekarang).
  4. Pejabat di Lembaga Bantuan Hukum Kosgoro (1999-sekarang).

Karya

  1. Pembawa makalah pada Asia Foundation di Kuala Lumpur "Judiciary System and Procedures Settlement of Civil Law Suits in Indonesia (1984).
  2. Pembawa makalah di depan Alumni Mahasiswa Jerman di Jakarta "How To Invest Your capital In Indonesia" (1988).
  3. Menulis buku "Praperadilan dalam Praktik" dan "Praperadilan dalam Kenyataan", "Praktik-praktik Peradilan Tata Usaha Negara (I-III)", "Terminal Hukum O.C. Kaligis", "Pertarungan David Vs Goliath", "Cross-Examination (The case of Hendra Rahardja)", "Otopsi Pra-Dakwaan Kasus Bank Bali"

Penangkapan

Pada 14 Juli 2015, ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Penetapan tersebut terkait kasus dugaan suap hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Medan, Sumatera Utara.[4][5][6] Sebelumnya, KPK telah meminta Dirjen Imigrasi melakukan pencegahan ke luar negeri atas nama O. C. Kaligis.[7]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan