Minggu, 18 Oktober 2026
01:07 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Nyangahatn

Ritual agama Kaharingan

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Januari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Nyangahtn adalah sebuah tradisi yang berasal dari kalimantan, lebih tepatnya di pontianak. tradisi ini adalah sebuah upacara ungkapan rasa syukur dan meminta keselamatan kepada jubata (Sang Pencipta) atas berkat dan keselamatan yang diberikan kepada masyarakat dayak kanayatn. tradisi nyangahatn diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang suku dayak kanayatn sebagai penghormatan kepada tuhan, roh nenek moyang, manusia, dan alam. Tradisi ini masih terus berlanjut hingga saat ini karena saling berkesinambungan dan saling membutuhkan, Sebagaimana yang sudah tersurat dalam pepatah suku dayak kanayatn berikut ini "Adat nang ditunak, dinali, dinamputn” (Adat sejak adanya manusia, diikuti dan ditaati secara turun temurun).[1]

Latar Belakang

Menurut sifatnya upacara nyangahatn merupakan warisan budaya yang tidak terlihat dan di rasa dengan mata dan tangan, namun jelas ada di sekiatar kita. Biasanya ritual ini sering dilakukan pada kegiatan pertanian, ekonomi, sosial, budaya, keamanan dan sebagainya. Di beberaoa daerah di kalimantan ritual nyangahatn masih banyak dilakukan[2]

Referensi

  1. ↑ WARISAN BUDAYA TAK BENDA INDONESIA TAHUN 2017. Jakarta: DIrektorat Warisan dan Diploma Budaya. 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "Nyangahatn".{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan