Sabtu, 24 Oktober 2026
01:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Nuri telinga-biru

Nuri telinga-biru

spesies burung

Bagikan:
Nuri telinga-biru
250px-Eos_semilarvata_-San_Diego_Zoo-5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sedang makan di Kebun Binatang San Diego
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Psittaciformes
Famili: Psittaculidae
Genus: Eos
Spesies:
E. semilarvata
Nama binomial
Eos semilarvata
Bonaparte, 1850

Nuri telinga-biru[2] (Eos semilarvata) atau nuri seram adalah sebuah spesies bayan yang hanya ditemukan di Pulau Seram, Maluku.

Spesies ini menjadi anggota genus Eos terkecil dengan panjang 24 cm. Tubuhnya merah denagn pipi, tutupan telinga dan dahi biru, perut dan bagian bawah ekor biru keunguan, serta sayap bergaris hitam. Dewasanya memiliki paruh oranye, sementara paruhnya merah muda pada individu muda.

Nuri telinga-biru terkadang ditemukan pada ketinggian serendah 800 m, tetapi umum ditemukan dari 1600-2400 m. Spesies ini memakan pohon berbunga. Ukuran kawanannya kecil.

Sebuah spesies yang umum pada sebarannya yang terbatas, nuri telinga-biru dinilai sebagai spesies hampir terancam pada Daftar Merah IUCN. Populasinya menurun sejak setidaknya 2019.[3]

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2019). "Eos semilarvata". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2019 e.T22684524A156213405. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T22684524A156213405.en. Diakses tanggal 11 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ KSDAE, Datin. "Pemulangan Nuri Maluku, Nuri Telinga Biru dan Kakatua Putih ke Habitat Persebarannya - Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem". ksdae.menlhk.go.id. Diakses tanggal 2025-11-02.
  3. ↑ Nandika, Dudi; Agustina, Dwi; Heinsohn, Robert; Olah, George (2021-09-30). "Wildlife Trade Influencing Natural Parrot Populations on a Biodiverse Indonesian Island". Diversity. 13 (10): 483. doi:10.3390/d13100483. hdl:1885/316160. ISSN 1424-2818.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan