Senin, 26 Oktober 2026
00:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Spesies mendekati terancam

Spesies mendekati terancam

kategori konservasi IUCN

Bagikan:
Status konservasi
Incilius periglenes, si Kodok Emas, terakhir tercatat pada 15 Mei 1989
Punah
Terancam
Risiko Rendah
Kategori lain
Tajuk terkait
Singkatan kategori Daftar Merah IUCN (versi 3.1, 2001)

Spesies mendekati terancam atau hampir terancam (IUCN: NT; Near Threatened) adalah status konservasi yang dikategorikan oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) kepada spesies yang mungkin rentan terhadap bahaya dalam waktu dekat, meski saat ini tidak memenuhi syarat untuk masuk status terancam.[1] Sangat penting bagi IUCN untuk mengevaluasi kembali spesies-spesies yang berstatus mendekati terancam dalam selang waktu tertentu.

Kriteria untuk mengategorikan status "mendekati terancam punah" mirip kriteria status rentan yang mengalami pengurangan dalam jumlah atau luas wilayah. Spesies yang mendekati terancam punah yang dievaluasi sejak tahun 2001 sangat membutuhkan konservasi agar statusnya tidak menjadi terancam, di mana spesies tersebut dimasukkan ke dalam status ketergantungan konservasi untuk berbagai kategori.

Terdapat 3703 spesies yang telah dievaluasi dan dikatakan berstatus mendekati terancam punah oleh IUCN. Angka ini termasuk 2423 spesies binatang dan 1050 tanaman.[butuh rujukan]

Sebagai tambahan, 402 spesies yang masuk ke dalam status ketergantungan konservasi juga dikatakan mendekati terancam punah.

Contoh spesies Indonesia yang mendekati terancam punah adalah Kelelawar Buah Dayak (Dyacopterus spadiceus), Otter Eropa (Lutra lutra), dan Kuau Raja (Argusianus argus).

Referensi

  1. ↑ IUCN (2012). IUCN Red List Categories and Criteria: Version 3.1. Second edition (PDF). Gland, Swiss dan Cambridge, Inggris: IUCN. ISBN 9782831714356.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan