Senin, 12 Oktober 2026
10:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Nuri maluku

Nuri maluku

spesies burung

Bagikan:
Nuri maluku
250px-Eos_bornea_-Taronga_Zoo%2C_Sydney%2C_Australia-8a_%281%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Taronga Zoo, Sydney, Australia
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Psittaciformes
Famili: Psittaculidae
Genus: Eos
Spesies:
E. bornea
Nama binomial
Eos bornea
Sinonim
  • Eos goodfellowi Ogilvie-Grant, 1907
  • Psittacus borneus Linnaeus, 1758

Nuri maluku[2] (Eos bornea) atau kasturi merah[3] adalah sebuah spesies bayan dalam famili Psittaculidae. Spesies ini menjadi jenis nuri yang paling banyak ditempatkan di penangkaran kedua, setelah perkici kelapa.

Panjangnya sekitar 31 cm (12 in) dan bobotnya 30-300 gram.[4] Sebagian besar bulunya merah dan semua bulu pada bagian atas tubuhnya merah. Terdapat bagian merah, biru dan hitam pada punggung dan sayap, sementara ekornya cokelat kemerahan dengan bagian bawah berwarna biru. Paruhnya oranye dan kakinya kelabu.

Burung ini endemik ke Kepulauan Maluku dan pulau-pulau sekitarnya di Indonesia.

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2018). "Eos bornea". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2018 e.T22684509A131914146. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T22684509A131914146.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Nuri maluku". Jagat Satwa Nusantara. Diakses tanggal 2025-11-02.
  3. ↑ Abidin, Jenal (2009). "Studi perilaku harian burung kasturi merah (Eos bornea) di penangkaran bidang zoologi pusat penelitian biologi LIPI Cibnong Bogor" (dalam bahasa Inggris).{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. ↑ "Red Lory". Pretty Bird International Inc. Diarsipkan dari asli tanggal Maret 6, 2013. Diakses tanggal Desember 11, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan