Kamis, 08 Oktober 2026
10:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Kidung Simeon

Kidung Simeon

kidung pujian Simeon, dari Injil Lukas

Bagikan:
250px-Aert_de_Gelder_-_Het_loflied_van_Simeon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kidung Pujian Simeon, lukisan karya Aert de Gelder

Kidung Simeon merupakan suatu canticle (himne atau kidung dari teks Kitab Suci selain Mazmur) yang diambil dari Injil Lukas 2 (Lukas 2:29–32). Kidung ini dikenal dalam bahasa Latin:Nunc dimittis (yang adalah 2 kata pertama dari kidung ini) dan berisikan ucapan syukur Simeon setelah menyaksikan bayi Yesus, yang dibawa kedua orang tuanya (Maria dan Yusuf), dipersembahkan di kenisah.[1]

Dalam Gereja Katolik Roma, Kidung Simeon dinyanyikan atau didaraskan saat doa malam sebelum tidur atau saat Ibadat Penutup (bahasa Inggris:Compline, bahasa Latin:Completorium).[1] Sementara pada Gereja Lutheran dinyanyikan setelah penerimaan komuni.[2]

Bahasa Latin

Nunc dimittis sesuai yang tertulis dalam Nova Vulgata:[3]

Nunc dimittis servum tuum, Domine,
secundum verbum tuum in pace,
quia viderunt oculi mei
salutare tuum,
quod parasti
ante faciem omnium populorum,
lumen ad revelationem gentium
et gloriam plebis tuae Israel.
[Doksologi: Gloria Patri]

Bahasa Indonesia

Kidung Simeon sesuai yang tertulis dalam Puji Syukur no. 19:[4]

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang *
dalam damai sejahtera menurut sabda-Mu.
Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu *
yang Kau sediakan di hadapan segala bangsa:
Cahaya untuk menerangi para bangsa, *
dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.
[Doksologi: Kemuliaan]

Catatan:

  • Dalam Ibadat Harian (Horarium), jika tidak dinyanyikan, ayat didaraskan silih berganti ayat demi ayat oleh dua kelompok umat atau oleh pemimpin dan umat.
  • Tanda * menunjukkan jeda di tengah satu ayat, artinya alur pendarasan diputus sejenak.


Kidung Simeon dalam Kidung Jemaat 128 "Sekarang, Tuhanku" [Cantique de Siméon] terjemahan Yayasan Musik Gereja (YAMUGER)

Sekarang, Tuhanku, biarlah hamba-Mu
pergi dengan sejahtera menurut firman-Mu;
Kurnia selamat-Mu telah kulihat nyata.
Kurnia itulah Terang-Mu yang baka
bagi segala bangsa; pun bagi Israel
Terang-Mu yang kekal menjadi kemuliaan.

Nyanyian Taize

Nunc dimittis juga dikenal dalam Komunitas Taizé; liriknya hanya menggunakan 1 ayat saja dari Vulgata (Lukas 2:29), dan musiknya karya dari Jacques Berthier:

Nunc dimittis servum tuum, Domine,
secundum verbum tuum in pace

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Ernest Maryanto (2004). Kamus Liturgi Sederhana (Edisi 2008, Cetakan ke-5). Kanisius. hlm. 73-74,100. ISBN 979-21-0324-4. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-26.
  2. ↑ (Inggris) "A Brief Exposition of The Divine Service". Lutherans Online. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-03-24. Diakses tanggal 2015-03-26.
  3. ↑ (Latin) "Nova Vulgata, Novum Testamentum - Evangelium Secundum Lucam". Holy See.
  4. ↑ Komisi Liturgi KWI. Puji Syukur (Edisi 2010). Jakarta: Penerbit OBOR. ISBN 978-979-565-009-6.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Nunc dimittis.
Doa dalam Misa
Kanak-kanak Samuel sedang berdoa
Doa Maria
Doa lainnya
Catatan: Doa-doa yang dicetak miring dapat mendatangkan indulgensi
Halaman-halaman Awal
  • Pengantar (vi)
  • Isi Buku (vii)
  • Petunjuk Penggunaan Buku (xvii)
  • Daftar Singkatan (xxvi)
  • Daftar Singkatan Alkitab (xxvii)
Sampul Puji Syukur
Pokok-Pokok Iman dan Pedoman Hidup Kristen
Kebiasaan Orang Kristen
  • Berhimpun untuk Perayaan Ekaristi/Sabda
  • Membaca Kitab Suci
  • Melaksanakan Ibadat Harian
  • Berdoa bersama dalam Keluarga
  • Berdoa secara Pribadi
  • Terlibat dalam Kehidupan Jemaat
  • Terlibat dalam Masyarakat
  • Berpuasa dan Berpantang
  • Memeriksa Batin
  • Mengaku Dosa di Hadapan Imam
Doa-Doa Dasar
Doa-Doa Liturgis
Lingkaran Harian
Lingkaran Mingguan
  • Bacaan (83)
  • Doa (84)
  • Doa Persatuan Anggota Tubuh Kristus (85)
Lingkaran Tahun Gereja
Puji Syukur - editio typica cetakan tahun 2012
Disusun oleh Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan