Minggu, 11 Oktober 2026
18:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Nuklida alfa

nuklida yang tersusun atas partikel alfa

Bagikan:

Nuklida alfa adalah nuklida yang tersusun atas partikel alfa berjumlah bilangan bulat. Nuklida alfa memiliki jumlah proton dan neutron yang sama serta keduanya berjumlah genap. Nuklida ini berperan penting dalam nukleosintesis bintang karena lingkungan berenergi tinggi di dalam bintang memungkinkan terjadinya fusi partikel alfa menjadi inti atom yang lebih berat.[1][2] Nuklida alfa stabil, beserta produk peluruhan stabil dari nuklida alfa radioaktif, merupakan beberapa logam yang paling melimpah di alam semesta.

Nuklida alfa juga merupakan bentuk singkat dari nuklida pemancar alfa, yaitu isotop radioaktif yang mengalami peluruhan alfa sehingga memancarkan partikel alfa.[3]

Daftar nuklida alfa

Entri untuk 36Ar dan 40Ca bersifat teoretis: keduanya akan melepaskan energi jika meluruh, tetapi proses tersebut belum pernah teramati, dan waktu paruhnya kemungkinan sangat panjang. Demikian pula, rantai peluruhan untuk nomor massa 64, 84, 92, dan 96 secara teoretis dapat berlanjut satu tahap lagi melalui penangkapan elektron ganda menjadi 64Ni, 84Kr, 92Zr, dan 96Mo, tetapi proses ini juga belum pernah teramati.

Bilangan alfa Nuklida Stabilitas Mode peluruhan Waktu paruh[4] Produk peluruhan (huruf tebal menandakan nuklida stabil) Energi peluruhan alfa
(MeV)[5]
1 4
2
He
Stabil
2 8
4
Be
Radioaktif α 8,19(37)×10−17 s 4
2
He
+0,09184
3 12
6
C
Stabil −7,36659
4 16
8
O
Stabil −7,16192
5 20
10
Ne
Stabil −4,72985
6 24
12
Mg
Stabil −9,31656
7 28
14
Si
Stabil −9,98414
8 32
16
S
Stabil −6,94766
9 36
18
Ar
Stabil secara pengamatan (ECEC) belum teramati (36
16
S
)
−6,64092
10 40
20
Ca
Stabil secara pengamatan (ECEC) belum teramati (40
18
Ar
)
−7,03978
11 44
22
Ti
Radioaktif EC 60,0(11) y 44
21
Sc
 → 44
20
Ca
−5,1271
12 48
24
Cr
Radioaktif β+ 21,56(3) h 48
23
V
 → 48
22
Ti
−7,698
13 52
26
Fe
Radioaktif β+ 8,275(8) h 52m
25
Mn
 → 52
24
Cr
−7,936
14 56
28
Ni
Radioaktif β+ 6,075(10) d 56
27
Co
 → 56
26
Fe
−8,0005
15 60
30
Zn
Radioaktif β+ 2,38(5) min 60
29
Cu
 → 60
28
Ni
−2,6917
16 64
32
Ge
Radioaktif β+ 63,7(25) s 64
31
Ga
 → 64
30
Zn
−2,566
17 68
34
Se
Radioaktif β+ 35,5(7) s 68
33
As
 → ... → 68
30
Zn
−2,299
18 72
36
Kr
Radioaktif β+ 17,16(18) s 72
35
Br
 → ... → 72
32
Ge
−2,176
19 76
38
Sr
Radioaktif β+ 7,89(7) s 76
37
Rb
 → ... → 76
34
Se
−2,73
20 80
40
Zr
Radioaktif β+ 4,6(6) s 80
39
Y
 → ... → 80
36
Kr
−3,70
21 84
42
Mo
Radioaktif β+ 3,8(9) ms 84
41
Nb
 → ... → 84
38
Sr
−2,71
22 88
44
Ru
Radioaktif β+ 1,3(3) s 88
43
Tc
 → ... → 88
38
Sr
−2,27
23 92
46
Pd
Radioaktif β+ 1,1(3) s 92
45
Rh
 → ... → 92
42
Mo
−2,28
24 96
48
Cd
Radioaktif β+ 1,003(47) s 96
47
Ag
 → ... → 96
44
Ru
−3,03
25 100
50
Sn
Radioaktif β+ 1,1(4) s 100
49
In
 → ... → 100
44
Ru
−3,47
26 104
52
Te
Radioaktif α 7,2+2,3
−1,5
 ns
[6][n 1]
100
50
Sn
 → ... → 100
44
Ru
+5,10
27 108
54
Xe
Radioaktif α 58+106−23 μs 104
52
Te
 → 100
50
Sn
 → ... → 100
44
Ru
+4,57

Hingga2024[update], nuklida alfa paling berat yang diketahui adalah xenon-108.[7]

  1. ↑ Nilai ini tampaknya dapat diandalkan, tetapi nilai yang tercantum dalam NUBASE2020 adalah <4 ns dan penyebab perbedaan tersebut hingga kini masih belum dapat dijelaskan.

Referensi

  1. ↑ Appenzeller; Harwit; Kippenhahn; Strittmatter; Trimble, ed. (1998). Astrophysics Library (Edisi 3). New York: Springer.
  2. ↑ Carroll, Bradley W. & Ostlie, Dale A. (2007). An Introduction to Modern Stellar Astrophysics. Addison Wesley, San Francisco. ISBN 978-0-8053-0348-3.
  3. ↑ John Avison (November 2014). The World of Physics. Nelson Thornes. hlm. 397–. ISBN 978-0-17-438733-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Audi, G.; Kondev, F. G.; Wang, M.; Huang, W. J.; Naimi, S. (2017). "The NUBASE2016 evaluation of nuclear properties" (PDF). Chinese Physics C. 41 (3): 030001. Bibcode:2017ChPhC..41c0001A. doi:10.1088/1674-1137/41/3/030001.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  5. ↑ Wang, Meng; Huang, W.J.; Kondev, F.G.; Audi, G.; Naimi, S. (2021). "The AME 2020 atomic mass evaluation (II). Tables, graphs and references". Chinese Physics C. 45 (3): 030003. doi:10.1088/1674-1137/abddaf.
  6. ↑ Cox, Ian; Grzywacz, Robert; King, T. T.; Rykaczewski, K. P.; Nishimura, S.; Yokoyama, R.; Fukuda, N.; Kitamura, N.; Go, S.; Mazzocchi, C.; Allmond, J. M.; Augustyn, A.; Braukman, N.; Brionnet, P.; Esmaylzadeh, A.; Fischer, J.; Garcia de Lorenzo, G.; Hanai, S.; Hoskins, D.; Imai, N.; Kolos, K.; Korgul, A.; Kreider, B.; Michimasa, S.; Nishio, K.; Phong, V.; Ruland, T. J.; Sakurai, H.; Shimizu, Y.; Skruch, A.; Suzuki, H.; Takeda, H.; Togano, Y.; Xu, Z. Y.; Yoshimoto, M. (27 Mei 2026). "Direct observation of the superallowed α-decay of 104Te". Nature. 654: 52–56. doi:10.1038/s41586-026-10581-w.
  7. ↑ Auranen, K.; et al. (2018). "Superallowed α decay to doubly magic 100Sn" (PDF). Physical Review Letters. 121 (18) 182501. doi:10.1103/PhysRevLett.121.182501. PMID 30444390.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan