Senin, 26 Oktober 2026
23:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Teritori Nugini

Teritori Nugini

wilayah administrasi Australia didirikan tahun 1920

Bagikan:
Teritori Nugini[1]
1914–1975
Lokasi New Guinea
StatusMandat Australia
(1920–1946)
Wilayah Perwalian Australia
(1946–1975)
Ibu kotaRabaul (1914–1937)
Lae (1937–1942)
Wau (1942)
Ibu kota di pengasinganPort Moresby
Bahasa umumInggris (resmi)
Rumpun bahasa Austronesia
Bahasa Papua
Kreol Inggris

Kreol Jerman
Monarki 
• 1914–1936
George V
• 1952–1975
Elizabeth II
Administrator 
• 1914–1915
William Holmes (pertama)
• 1934–1942
Walter McNicoll (terakhir)[2]
LegislatifDewan legislatif
Dewan Perwakilan Rakyat
Era SejarahPeriode antarperang
28 Juni 1919
16 September 1975[3]
Mata uangPound Nugini (1914–1966)
Dolar Australia (1966–75)
Pound Oseania (1942–45)
Didahului olehDigantikan oleh
1919:
Nugini Jerman
1945:
Pendudukan Jepang di Nugini
Pendudukan Jepang di Kepulauan Solomon
1941:
Pendudukan Jepang di Nugini
Pendudukan Jepang di Kepulauan Solomon
1949:
Teritori Papua dan Nugini
1975:
Papua Nugini

Teritori Nugini (bahasa Inggris:Territory of New Guinea) adalah teritori yang diperintah oleh Australia di pulau Nugini dari tahun 1920 hingga 1975. Pada tahun 1949, teritori ini digabung dengan Teritori Papua untuk membentuk Teritori Papua dan Nugini. Kesatuan administratif ini kemudian diganti namanya menjadi Papua Nugini pada tahun 1971. Walaupun pernah menjadi bagian dari kesatuan administratif, Teritori Nugini tetap dianggap memiliki status hukum dan identitas yang terpisah hingga kemerdekaan Papua Nugini.

Wilayah ini pada awalnya merupakan Mandat Liga Bangsa-Bangsa yang diberikan kepada Australia setelah kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I; selama perang, Nugini Jerman direbut oleh pasukan Australia.

Sebagian besar Teritori Nugini diduduki oleh Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II antara tahun 1942 hingga 1945. Pada masa ini, Rabaul di pulau Britania Baru menjadi basis militer Jepang.

Referensi

  1. ↑ Undang-Undang Nugini, 1920 hingga 1945; Undang-Undang Papua dan Nugini, 1949 (mengenai nama resmi dan umum yang digunakan adalah Wilayah Nugini dan bukan Wilayah Perwalian Nugini)
  2. ↑ McNicoll was the last administrator who ran a separate administration from Papua
  3. ↑ As to the Territory of New Guinea having continued to have a legal existence as a distinct territory, separate and distinct from the Territory of Papua, note the following Recital to the Papua New Guinea Independence Act, 1975 "WHEREAS the Papua and New Guinea Act 1949 provided for the administration of the Territory of Papua and the Territory of New Guinea by Australia in an administrative union, by the name of the Territory of Papua and New Guinea, whilst maintaining the identity and status of the Territory of New Guinea as a Trust Territory and the identity and status of the Territory of Papua as a Possession of the Crown".

Pranala luar

5°00′S 145°00′E / 5.000°S 145.000°E / -5.000; 145.000

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan