Jumat, 16 Oktober 2026
01:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Roma Baru

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Roma Baru (disambiguasi).

Roma Baru (Yunani: Νέα Ῥώμη, Nea Romē; Latin: Nova Roma) adalah sebuah nama yang diberikan oleh Kaisar Romawi Konstantinus Agung pada 330 Masehi untuk ibu kota kekaisaran barunya di kota pesisir Eropa selat Bosporus, yang juga dikenal sebagai Bizantium sampai seterusnya, dan sebagai Kōnstantinoúpolis (Konstantinopel). Kota tersebut sekarang dikenal sebagai Istanbul.

Konstantinus secara esensial membangun kembali kota tersebut pada skala monumental, sebagian dimodelkan seperti kota Roma. Nama-nama periode ini meliputi ἡ Νέα, δευτέρα Ῥώμη, "Baru, Roma kedua";[1] Alma Roma, Ἄλμα Ῥώμα; Βυζαντιάς Ῥώμη, "Roma Bizantium"; ἑῴα Ῥώμη, "Roma Timur"; dan Roma Constantinopolitana.[2]: 354 

Istilah Roma Baru itu sendiri menuai polemik Barat-Timur, khususnya dalam konteks Skisma Besar, ketika istilah tersebut digunakan oleh para penulis Yunani Ortodoks Timur untuk membedakan kotanya dengan Roma Katolik Barat. Roma Baru juga masih menjadi bagian dari gelar resmi Patriark Konstantinopel–Roma Baru.[3]

Referensi

  1. ↑ Sejarawan gereja abad ke-5 Socrates dari Konstantinopel menulis dalam Historia Ecclesiastica buatannya, 1:16 (sekitar tahun 439) bahwa kaisar tersebut menamakan kota tersebut "Konstatinopel" sementara mengeluarkan dekret yang membuat kota tersebut dirancang sebagai "Romaw kedua" (‘Κωνσταντινούπολιν’ μετονομάσας, χρηματίζειν ‘δευτέραν Ῥώμην’ νόμῳ ἐκύρωσεν).
  2. ↑ Georgacas, Demetrius John (1947). "The Names of Constantinople". Transactions and Proceedings of the American Philological Association. 78. The Johns Hopkins University Press: 347–67. doi:10.2307/283503. JSTOR 283503.
  3. ↑ "Bartholomew, Archbishop of Constantinople, New Rome and Ecumenical Patriarch". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-30. Diakses tanggal 2016-01-17.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan