Rabu, 04 November 2026
04:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Pringgokusuman, Gedongtengen, Yogyakarta

kelurahan di Kota Yogyakarta, Yogyakarta

Bagikan:
Kelurahan in Daerah Istimewa Yogyakarta, IndonesiaTemplat:SHORTDESC:Kelurahan in Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Pringgokusuman
Koordinat: 7°47′30″S 110°21′33″E / 7.7917°S 110.3592°E / -7.7917; 110.3592
Negara Indonesia
ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta
KotaYogyakarta
KecamatanGedongtengen
Kodepos
55272
Kode Kemendagri34.71.05.1002 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3471120001 Suntingan nilai di Wikidata
Luas0,46 km2
Jumlah penduduk15.617 jiwa (Tahun 2007)
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pringgokusuman%2C_Gedongtengen%2C_Yogyakarta&revid=23579394&groups=_2b8d4d8e3d9cc4ed4bcdb7092ce0b3151daa1755&parser=parsoid

Pringgokusuman (bahasa Jawa:ꦥꦿꦶꦁꦒꦏꦸꦱꦸꦩꦤ꧀, translit. Pringgakusuman) adalah sebuah kelurahan yang terletak di kemantren Gedongtengen, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Memiliki luas wilayah 0,46 km2. Kode Pos Kelurahan Pringgokusuman adalah 55272. Lokasi Kantor Kelurahan Pringgokusuman berada di Jl. Letjend Soeprapto No. 84 Yogyakarta

Batas-batas wilayah

Utara Kelurahan Bumijo dan Kelurahan Sosromenduran
Timur Kelurahan Sosromenduran
Selatan Kelurahan Ngampilan
Barat Sungai Winongo, Kelurahan Tegalrejo, dan Kelurahan Pakuncen

Pembagian administratif

Kelurahan Pringgokusuman terdiri dari 22 Rukun Warga (RW) dan 85 Rukun Tetangga (RT).[butuh rujukan] Wilayahnya juga meliputi 7 kampung, yaitu:[1]

  1. Gandekan Lor
  2. Jlagran
  3. Kemetiran Kidul
  4. Kemetiran Lor
  5. Notoyudan
  6. Pringgokusuman
  7. Sutodirjan

Notoyudan

Notoyudan adalah salah satu kampung di kelurahan Pringgokusuman. Berada di wilayah Kelurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kampung Notoyudan terbagi atas 4 Rukun Warga (RW) dan 19 Rukun Tetangga (RT).

Batas-batas wilayah Kampung Notoyudan adalah:

  • Utara: Kampung Pringgokusuman
  • Timur: Kampung Sutodirjan
  • Selatan: Kampung Sanggrahan (Ngampilan)
  • Barat: Sungai Winongo dan Kampung Sudagaran (Tegalrejo)

Di kampung Notoyudan ini terdapat sebuah ndalem atau kediaman bangsawan Kraton Yogyakarta yaitu Gusti Natayudha. Pada era tahun 1970an di pendopo ndalem Notoyudan sering dipakai untuk kegiatan kesenian, di antaranya langen mandra wanara, yang dilakukan oleh warga kampung Notoyudan. Kesenian langen mandra wanara merupakan salah satu kesenian khas Yogyakarta yang menggabungkan konsep seni tari, seni drama, seni musik, dan seni suara yang tergolong sebagai seni klasik Jawa gagrak Yogyakarta. Kesenian tradisional yang sudah sangat jarang ditampilkan ini mengambil kisah ramayana.[2][3][4]

Kependudukan (2007)

  • Jumlah Penduduk Tercatat: 15.617 jiwa
  • Jumlah Kepala Keluarga: 4.062 KK

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Sulistyowati, N. A., dan Priyatmoko, H. (2019). Toponim Kota Yogyakarta (PDF). Jakarta: Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 71. ISBN 978-623-7092-08-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Herjaka HS (29 Oktober 2012). "Kesetiaan Juwaraya kepada Langen Mandra Wanara". http://tembi.net. Diakses tanggal 3 Februari 2016.{{cite news}}: Tautan eksternal dalam |website=[pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ Uun Halimah, "Tari Langen Mandra Wanara (Daerah Istimewa Yogyakarta)", http://uun-halimah.blogspot.co.id, diakses tanggal 3 Februari 2016{{citation}}: Tautan eksternal dalam |website=
  4. ↑ "Various – Java: "Langen Mandra Wanara" Opéra De Danuredjo VII", http://www.discogs.com, diakses tanggal 3 Februari 2016{{citation}}: Tautan eksternal dalam |website=


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelurahan atau desa di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan