Minggu, 11 Oktober 2026
03:07 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Nosiseptor

Nosiseptor

Bagikan:
Nosiseptor
330px-Structure_of_sensory_system_%284_models%29_E.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Empat jenis neuron sensorik dan sel reseptornya. Nosiseptor ditunjukkan sebagai ujung saraf bebas tipe A
Pengidentifikasi
MeSHD009619
Daftar istilah anatomi

Nosiseptor (dari bahasa Latin nocere, berarti "menyakiti"; terj. har. 'penerima rasa sakit') adalah sebuah neuron sensorik yang merespon rangsangan yang merusak atau kemungkinan merusak dengan mengirim sinyal "ancaman yang mungkin" ke koluma vertebra dan otak.[1][2][3] Otak membuat sensasi rasa sakit ke area yang terkena ancaman agar ancaman tersebut dapat dimitigasi; proses ini dikenal dengan nosisepsi.

Referensi

  1. ↑ "NOI - Neuro Orthopaedic Institute". www.noigroup.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-10-17. Diakses tanggal 2017-10-13.
  2. ↑ "Nociception and pain: What is the difference and why does it matter? - Massage St. Louis, St. Louis, MO". www.massage-stlouis.com.
  3. ↑ Animals, National Research Council (US) Committee on Recognition and Alleviation of Pain in Laboratory (8 Desember 2017). Mechanisms of Pain. National Academies Press (US) – via www.ncbi.nlm.nih.gov.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan