Netralitas net (juga disebut netralitas jaringan, netralitas Internet, atau kesetaraan net) adalah asas yang menyatakan bahwa penyedia layanan internet (ISP) dan pemerintah harus memperlakukan semua data di internet tanpa diskriminasi berdasarkan pengguna, isi, situs, platform, aplikasi, jenis peralatan yang dipasang, dan mode komunikasi terkait konten yang legal, terlepas dari sumbernya.[1] Artinya, tidak ada manipulasi yang bisa dilakukan oleh ISP terhadap situs-situs tertentu sesuai kepentingan mereka. Para ISP tersebut tidak bisa mengatur kecepatan akses di situs tertentu, misalnya mempercepat akses ke situs yang menguntungkan mereka atau memperlambat kecepatan internet ke situs yang dianggap kompetitor.[2] Netralitas net akan memungkinkan penyedia layanan internet mengenakan biaya kepada perusahaan konten bagi internet yang lebih cepat untuk layanan mereka.[3] Namun, perlu digarisbawahi bahwa prinsip ini adalah soal dapat atau tidaknya sebuah situs diakses, bukan soal membayar atau tidaknya mengakses situs tersebut.[4]
Istilah ini diciptakan oleh profesor hukum media dari Universitas Columbia bernama Tim Wu pada 2003.[5][6][7][8] Prinsip tersebut di Amerika Serikat diadopsi dalam FCC (Federal Communications Commission) Open Internet Rules. Uni Eropa kemudian menyusul dengan mengeluarkan Regulation (EU) 2015/2120 yang mengatur netralitas net di kawasan Uni Eropa. Namun demikian, netralitas net tidak hanya menjadi isu domestik saja. Urgensi network neutrality untuk diatur dalam tingkatan internasional ditandai ketika ketentuan tersebut mulai masuk ke dalam perjanjian perdagangan seperti Trans-Pacific Partnership.[9]
Salah satu contoh pelanggaran netralitas net adalah penyedia layanan internet Comcast yang memperlambat unggahan dari aplikasi peer-to-peer file sharing dengan menggunakan forged packet.[10] Menurut penelitian, beberapa kebijakan dapat membantu mencapai berbagai tujuan politik dan ekonomi yang diinginkan oleh netralitas net.[11] Berkat hal ini (ditambah dengan opini publik yang kuat), beberapa pemerintahan telah menganggap internet jalur lebar sebagai utilitas publik layaknya listrik, gas dan air.[12]
Rujukan
- ↑ Henderson, Hannah; Kelion, Leo (15 Desember 2017). "Apa Itu Netralitas Internet? Sebuah Penjelasan Singkat". BBC Indonesia. Diakses tanggal 6 Desember 2021.
- ↑ Fikrie, Muhammad (16 Desember 2017). "Apa Itu Net Neutrality yang Lagi Ramai di Amerika Serikat?". Kumparan. Diakses tanggal 6 Desember 2021.
- ↑ VOA Indonesia (25 April 2014). "Amerika Serikat Usulkan Perubahan Netralitas Internet". VOA Indonesia. Diakses tanggal 6 Desember 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Wahyudi, Reza (25 April 2015). "Di Indonesia, Internet Tak Perlu Adil dan Setara?". Kompas. Diakses tanggal 6 Desember 2021.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Tim Wu (2003). "Network Neutrality, Broadband Discrimination" (PDF). Journal on telecom and high tech law. Diakses tanggal 23 Apr 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Krämer, J; Wiewiorra, L. & Weinhardt,C. (2013): "Net Neutrality: A progress report" Diarsipkan 2016-04-17 di Wayback Machine.. Telecommunications Policy 37(9), 794–813.
- ↑ Berners-Lee, Tim (21 Juni 2006). "Net Neutrality: This is serious". timbl's blog. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-27. Diakses tanggal 26 Desember 2008.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Staff. "A Guide to Net Neutrality for Google Users". Google. Diarsipkan dari asli tanggal 1 September 2008. Diakses tanggal 7 Desember 2008.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Permana, Rizky Banyualam (Oktober 2019). "Network Neutrality: Standar Baru dalam Tata Kelola Internet?". Mimbar Hukum. 31 (3): 451. ISSN 2443-0994.
- ↑ Peter Svensson (19 Oktober 2007). "Comcast Blocks some Subscriber Internet Traffic, AP Testing shows". Associated Press. Diakses tanggal 25 Oktober 2009.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Bauer, Johannes; Obar, Jonathan A. (2014). "Reconciling political and economic goals in the net neutrality debate". Information Policy. 30 (1): 1–19.
- ↑ http://www.nytimes.com/2015/02/27/technology/net-neutrality-fcc-vote-internet-utility.html?_r=0
Artikel bertopik internet ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |