Selasa, 20 Oktober 2026
15:57 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Neokuproina

Neokuproina

senyawa kimia

Bagikan:
Neokuproina
250px-Neocuproine.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Neokuproina
Nama
Nama IUPAC (preferensi)
2,9-Dimetil-1,10-fenantrolina
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C14H12N2/c1-9-3-5-11-7-8-12-6-4-10(2)16-14(12)13(11)15-9/h3-8H,1-2H3 N
    Key: IYRGXJIJGHOCFS-UHFFFAOYSA-N N
  • InChI=1/C14H12N2/c1-9-3-5-11-7-8-12-6-4-10(2)16-14(12)13(11)15-9/h3-8H,1-2H3
    Key: IYRGXJIJGHOCFS-UHFFFAOYAL
  • n1c3c(ccc1C)ccc2ccc(nc23)C
Sifat
C14H12N2
Massa molar 208,26 g·mol−1
Penampilan Padatan kuning pucat
Titik lebur 162 hingga 164 °C (324 hingga 327 °F; 435 hingga 437 K)
Sedikit larut
Kelarutan Etanol, Aseton, Eter, Benzena, Minyak Bumi Ringan (sedikit)[1]
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Neokuproina adalah suatu senyawa organik heterosiklik dan agen pengelat. Ligan fenantrolina pertama kali diterbitkan pada akhir abad ke-19, dan turunannya yang disubstitusi pada posisi 2 dan 9 termasuk yang paling banyak dipelajari dari fenantrolina termodifikasi.[2][3]

Sintesis dan struktur

Neokuproina dapat dibuat melalui reaksi Skraup (kondensasi/reaksi Doebner–Miller) berurutan dari o-nitroanilin (2-Nitroanilin) dengan krotonaldehida diasetat. Sintesis alternatif melibatkan kondensasi o-fenilenadiamina, m-nitrobenzenasulfonat, dan krotonaldehida diasetat. Metode ini memberikan hasil yang lebih tinggi tetapi kurang ekonomis.[1] Neokuproina mengkristal sebagai dihidrat dan hemihidrat.

330px-NIPHOJ.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Struktur [NiCl2(neokuproina)]2.

Kimia koordinasi

Pada awal tahun 1930-an, turunan fenantrolina dikenal karena penggunaannya sebagai indikator kolorimetri untuk banyak logam transisi. Neokuproina terbukti sangat selektif terhadap tembaga(I). Kompleks yang dihasilkan, [Cu(neokuproina)2]+, mempunyai warna oranye-merah tua.[1] Sifat kompleks tembaga(I) neokuproina telah dipelajari secara luas, misalnya untuk pembuatan kompleks katenana dan rotaksana.[4] Pelepasan NO+ (nitrosonium) yang dikatalisasi tembaga dari S-Nitrosotiol dihambat oleh neokuproina.[5]

Sehubungan dengan 1,10-fenantrolina, neokuproina mempunyai massa sterik yang mengapit lokasi donor nitrogen. Konsekuensi utamanya adalah kompleks tipe [M(neokuproina)3]n+ tidak disukai, berbeda dengan situasi pada ligan fenantrolina yang tidak memiliki substitusi pada posisi 2,9.[6] Ligan batokuproina mirip dengan neokuproina, tetapi memiliki substituen fenil pada posisi-4,7.

Logam lainnya

Platina membentuk kompleks planar persegi [PtX2(2,9-dimetil-1,10-fenantrolina)].[7]

Neokuproina juga ditemukan memiliki sifat yang menyebabkan fragmentasi dan hilangnya melanin pada melanosit ikan zebra dewasa. Mereka yang mengekspresikan eGFP juga telah teramati kehilangan fluoresensi eGFP dengan adanya neokuproina.[8]

Referensi

  1. 1 2 3 O'Reilly, E. J.; Plowman, R. A. (1959). "Coordination Compounds of Substituted 1,10-Phenanthrolines and Related Dipyridyls". Australian Journal of Chemistry. 13 (1): 145–149. doi:10.1071/CH9600145.
  2. ↑ M. K. Eggleston; P. E. Fanwick; A. J. Pallenberg; D. R. McMillin (1997). "A Twist on the Copper Center in the Crystal Structure of [Cu(dnpp)2]PF6 and the Charge-Transfer Excited State? (dnpp = 2,9-Dineopentyl-1,10-phenanthroline)". Inorganic Chemistry. 36 (18): 4007–4010. doi:10.1021/ic970135e.
  3. ↑ Chandler, Christopher J.; Deady, Leslie W.; Reiss, James A. (1981). "Synthesis of some 2,9-Disubstituted-1,10-phenanthrolines". Journal of Heterocyclic Chemistry. 18 (3): 599–601. doi:10.1002/jhet.5570180332.
  4. ↑ McCleverty, J; Meyer, T. J. "Phenanthroline Ligands" in Comprehensive Coordination Chemistry II, Vol. 1, 2004, p.25-39.
  5. ↑ Al-Sa’doni, H.H.; Megson, I.L.; Bisland, S.; Butler, A.R.; Flitney, F.W. Neocuproine, A Selective Cu(I) Chelator, and the relaxation of rat vascular smooth muscle by S-nitrosothiols. British Journal of Pharmacology, 121(6), 1997, p.1047-1050. DOI:10.1038/sj.bjp.0701218
  6. ↑ Pallenberg, A. J.; Marschner, T. M.; Barnhart, D. M. (1997). "Phenanthroline complexes of the d10 Metals Nickel(0), Zinc(II) and Silver(I)—Comparison to Copper(I) Species". Polyhedron. 16 (16): 2711–2719. doi:10.1016/S0277-5387(97)00051-X.
  7. ↑ Fanizzi, Francesco P.; Margiotta, Nicola; Lanfranchi, Maurizio; Tiripicchio, Antonio; Pacchioni, Gianfranco; Natile, Giovanni "A Molecular Tool for Measuring the Electron-Acceptor Ability of Ligands from Crystallographic Data" European Journal of Inorganic Chemistry volume 8, 2004, hlm.1705-1713. DOI:10.1002/ejic.200300888
  8. ↑ O’Reilly-Pol, Thomas; Johnson, Stephen L. "Neocuproine Ablates Melanocytes in Adult Zebrafish" Zebrafish 5(4). Mary Ann Liebert, Inc. 2008. DOI:10.1089/zeb.2008.0540

Lampiran: Pergeseran NMR

Tabel berikut berisi informasi mengenai data spektroskopi resonansi magnet inti neokuproina (dari Chandler dkk.):

NMR 1H
Substituen Pergeseran Kimia (δ ppm)
H-3,8 7,45
H-4,7 8,03
H-5,6 7,65
NMR 13C Terdekopel 1H
Substituen Pergeseran Kimia (δ ppm)
C-2 159,2
C-10b 145,1
C-4 136,2
C-4a 126,7
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan