Minggu, 18 Oktober 2026
20:14 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Negarki

Bagikan:

Negarki adalah istilah yang diciptakan Daniel Deudney[1] untuk menyebut jenis status quo yang dipertahankan oleh hubungan struktur kekuasaan dan otoritas yang dipegang negara-negara modern terhadap satu sama lain yang menegasi satu sama lagin karena pengaruhnya masing-masing. Situasi ancaman kekuasaan seperti ini menyebabkan adanya penerapan batasan pada peraturan semua negara sekaligus mendominasi peraturan semua negara dengan mengurangi kekuasaan dan potensi pengaruhnya masing-masing. Lantas hal ini menjadi aturan ciptaan sendiri yang mau tidak mau harus mereka patuhi sendiri. Beberapa pakar telah membuat perbandingan antara negarki dan struktur hukum kodrat.[2] as well as with intranational markets.[3] Negarki disebut-sebut sebagai bentuk pemerintahan antara "anarki dan hierarki".[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ (Ciaonet.org)[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ [pranala nonaktif]
  3. ↑ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-02-07. Diakses tanggal 2014-07-19.
  4. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-30. Diakses tanggal 2014-07-19.


Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan