Selasa, 29 September 2026
18:36 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Nazir Alwie

Bagikan:
Nazir Alwie
Rektor Universitas Gadjah Madake-3
Masa jabatan
1966–1967
PendahuluProf. Dr. Ir. Herman Johannes
PenggantiDrs. Soepojo Padmodipoetro, M.A.
Rektor Universitas Sumatera Utarake-5
Masa jabatan
1965–1966
PendahuluUlung Sitepu
PenggantiProf. Dr. H. Suhadji Hadibroto, M.A.
Informasi pribadi
Lahir(1923-12-19)19 Desember 1923
Meninggal7 Desember 1979(1979-12-07) (umur 55)
Jakarta, Indonesia

Muhammad Nazir Alwie (19 Desember 1923 – 7 Desember 1979) adalah dokter gigi asal Indonesia. Ia merupakan salah seorang dari sedikit akademisi Indonesia yang menjadi rektor di dua universitas negeri. Nazir berturut-turut menjabat sebagai rektor Universitas Sumatera Utara (1965-1966) dan kemudian Universitas Gadjah Mada (1966-1967).

Kehidupan awal dan pendidikan

Nazir Alwie lahir dari pasangan Minangkabau di Sumanik. Ayahnya bernama H. Alwie. Ia mengenyam pendidikan HIS Muhammadiyah di Batusangkar, lalu menyambung ke Padang Panjang, dan kemudian masuk sekolah guru HIK Muhammadiyah Solo.[1] Pada masa pendudukan Jepang, ia menjadi mahasiswa Meidcal Collage (Ika Daiku) di Singapura.[butuh rujukan]

Tahun 1946, ia kembali ke Tanah Air dan melanjutkan pelajaran di Perguruan Tinggi Kedokteran Gigi di Malang hingga mencapai tingkat CI (Propadeuse). Namun, karena perang yang berkecamuk, ia meninggalkan studinya dan bergabung dengan satuan ketentaraan pelajar/mahasiswa di front Jawa Timur.[butuh rujukan]

Ia akhirnya baru menyelesaikan pendidikannya pada Fakultas Kedokteran dan Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tanggal 9 Desember 1954. Pada saat mahasiswa, Nazir pernah terpilih sebagai Ketua Dewan Mahasiswa UGM (1950-1951) dan kepala sekolah di SMA Negeri 3 Yogyakarta.[butuh rujukan]

Karier

Riwayat pekerjaan Nazir Alwie dimulai pada saat ia bekerja di tambang batu bara Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Kemudian dia pindah ke Jakarta, dan menjabat sebagai Kepala Kesehatan Gigi. Dia pernah pula bekerja sebagai dokter gigi untuk perusahaan minyak Caltex di Rumbai dan Pertamina di Palembang. Pada tahun 1965 dipercaya oleh Universitas Sumatera Utara (USU) untuk menjabat rektor universitas tersebut, sekaligus merangkap sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Gigi USU. Pada tanggal 13 Juni 1966, Nazir diangkat menjadi Rektor Universitas Gadjah Mada, menggantikan Herman Johannes.[butuh rujukan]

Msa kepemimpinan Nazir Alwie di UGM berlangsung dalam suasana pembersihan anasir komunis. Menurut catatan Ana Nadhya Abrar, sebayak 3.059 mahasiswa dipecat atau dipecat sementara setelah G30S/PKI. 2.034 di antaranya dinyatakan bisa diterima kembali pada akhir Desember 1966.

Ia berhenti dari jabatannya sebagai Rektor UGM pada 2 Juni 1967. Untuk beberapa saat, ia masih mengajar di UGM, sebelum pindah ke Universitas Tri Sakti, Jakarta. Kemudian, ia diangkat menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di Jerman Barat. Sepulang dari sana, dari tahun 1975 sampai 1979, ia bekerja sebagai dokter gigi di perusahaan tambang nikel INCO, Saroako, Sulawesi Tengah sembari membuka poliklinik gigi.

Nazir Alwie menghabiskan hari tua di Jakarta sampai wafat pada 7 Desember 1979. Jenazahnya dimakamkan di TPU Jeruk Purut.[2]

Kehidupan pribadi

Kehidupan pribadi maupun keluarganya tidak banyak diketahui. Nazir Alwie menikah dengan Roostina yang merupakan putri dari Sjamsuddin Mangkuto Sati. Istrinya wafat pada 15 Desember 2009 dalam usia 78 tahun.[butuh rujukan] Pasangan ini dikaruniai empat anak, salah seorang diantaranya bernama Nazimuddin (1956-2025).[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ Media. 1954.
  2. ↑ 50 Tahun UGM Di Seputar Dinamika Politik Bangsa, Penerbit LP3ES, Jakarta, 1999.

Sumber

  1. Buku Dari Revolusi ke Reformasi, 50 Tahun Universitas Gadjah Mada Diarsipkan 2012-02-16 di Wayback Machine..
Jabatan akademik
Didahului oleh:
Prof. Dr. Ir. Herman Johannes
Rektor Universitas Gadjah Mada
1966 - 1967
Diteruskan oleh:
Drs. Soepojo Padmodipoetro, MA
Didahului oleh:
Ulung Sitepu
Rektor Universitas Sumatera Utara
1965 - 1966
Diteruskan oleh:
Prof. Dr. H. Suhadji Hadibroto, M.A.


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan