Jumat, 16 Oktober 2026
12:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo

Natas Banyang

budaya suku Dayak

Bagikan:

Natas Banyang merupakan Ciri khas budaya lokal yang ada setiap daerah khususnya di kabupaten Barito Timur memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Seperti pada upacara adat pernikahan Dayak Maanyan yang dinamakan upacara Natas Banyang upacara ini memiliki makna setiap tahapan pada proses upacara dan memilik simbol-simbol yang terkandung dalam upacara Natas Banyang[1]

Asal Usul Natas Banyang

Asal-usul Natas Banyang ini terjadi zaman Nansarunai yakni suatu nama tertua dari suku Dayak Maanyan yang dalam kedaan jayanya kata ini mempunyai arti aman tentram dan damai sejahtera. Ritual ini melibatkan benang dan tebu yang diikat pada tiang banyang itu yakni untuk sebuah kesepakatan yang diadakan antara kedua belah pihak tersebut[2]

Makna dan Simbol Natas Banyang

Natas banyang artinya Natas adalah memutus atau memotong sedangkan Banyang perintang dibuat di depan rumah pengantin perempuan pada upacara pernikahan adat Dayak Maanyan yang membatasi antara keluarga penganti pria dan keluarga pengantin perempuan yang dihalangi oleh dua tebu yang dibuat horizontal dan dihiasi dengan janur, bermacam- macam buah, bahalai, piring, lading dan piduduk yang diletakkan pada samping pagar merupakan syarat dari ritual upacara natas banyang agar tidak membawa kesialan, malapetaka dan musibah [1]

Pelaksanaan Natas Bayang

Natas banyang berada di depan pintu masuk rumah calon mempelai perempuan yang didirikan sejenis gapura (pagar banyang) yang dihiasi dengan daun kelapa dan digantung berbagai buah-buahan dan sayuran. kegiatan yang dilaksanakan sebelum pihak pengantin pria memasuki rumah dari pengantin wanita, rombongan keluarga pengantin pria akan disambut oleh pihak keluarga pengantin wanita dan disambut dengan pelaksanaan Natas Banyang, dimana Natas Banyang merupakan kegiatan berbalas-balas mengucapkan kata kiasan yang memiliki makna yang tersirat dari setiap kata kiasan yang dilantunkan, bisa dikatakan Natas Banyang merupakan salah satu sastra lisan yang di miliki oleh masyarakat BaritoTimur [2]

Referensi

  1. 1 2 Widia, Elin; Poerwadi, Petrus; Cuesdeyeni, Patricia; Linarto, Lazarus (2023). "Makna Simbolik Natas Banyang Pada Upacara Pernikahan Adat Dayak Maanyan di Barito Timur Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra di SMA". Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan dan Bahasa. 1 (4): 155–171. doi:https://doi.org/10.59024/bhinneka.v1i4.388.{{cite journal}}: |first3= tidak memiliki |last3=; Periksa nilai |doi=; Tautan eksternal dalam |doi=; line feed karakter dalam |title= pada posisi 53
  2. 1 2 Pradana, Antoni; Asi, Yuliati (2024). [e-journal.upr.ac.id "Analisis Struktur Sastra Lisan Natas Banyang Dalam Perkawinan Adat Dayak Maanyan Di Desa Dayu Kecamatan Karusen Janang"]. Jurnal Tambuleng Pendidikan Seni Tari, Musik dan Drama. 5 (1): 31–39. doi:10.37304/jt.v5i1.13359.{{cite journal}}: Periksa nilai |url=; line feed karakter dalam |journal= pada posisi 18
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan