Jumat, 09 Oktober 2026
04:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Natar Zainuddin

Bagikan:
Natar Zainuddin
Lahir1890
Meninggal24 Mei 1950 (umur 60)
PekerjaanAktivis, politisi
Dikenal karenaPejuang kemerdekaan Indonesia

Natar Zainuddin (lahir di Padang, Hindia Belanda, 1890 - meninggal di Padang, Sumatra Tengah, 24 Mei 1950 pada umur 60 tahun) adalah seorang tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia asal Sumatera Barat. Ia bersama dengan Ahmad Khatib Datuk Batuah dan Djamaluddin Tamin merupakan tokoh pejuang yang menggabungkan ajaran Islam dengan paham Marxisme sebagai senjata dalam perjuangan melawan penjajahan kolonialis Belanda pada awal abad ke-20.[1]

Kegiatan

Natar Zainuddin yang merupakan ahli propaganda pada serikat buruh kereta api (VSTP), bertemu dengan Ahmad Khatib Datuk Batuah di Aceh ketika Ahmad Khatib melakukan perjalanan keliling Sumatra dalam rangka meninjau keadaan sekolah Sumatra Thawalib di berbagai wilayah pada tahun 1923. Mereka kemudian menjadi akrab, lalu sama-sama berangkat ke Jawa mengikuti kongres Partai Komunis Indonesia/Sarekat Islam Merah (SI-Merah) di Bandung, Jawa Barat. Dalam kongres tersebut mereka sangat terkesan dengan pidato Haji Misbach yang menguraikan tentang Islam dan Komunisme.[2]

Sekembalinya ke Ranah Minang, kedua tokoh itu segera menyebarkan pandangan Haji Misbach itu di Sumatera Barat. Natar Zainuddin menyebarkan gagasan Islam Komunis melalui koran yang didirikannya, Djago! Djago!. Sedangkan Ahmad Khatib Datuk Batuah menyebarkannya di perguruan Islam Sumatra Thawalib, dan juga melalui koran Pemandangan Islam bersama dengan Djamaluddin Tamin. Karena aktivitas mereka dituduh memengaruhi tokoh-tokoh adat untuk melakukan pemberontakan, Natar Zainuddin dan Datuk Batuah akhirnya ditangkap oleh polisi Belanda tidak lama setelah kepulangan mereka dari kongres di Jawa, mereka lalu dibuang ke luar Sumatera Barat. Pada akhir tahun 1923, Djamaluddin Tamin juga ditangkap, karena artikelnya di koran Pemandangan Islam memprotes penangkapan Datuk Batuah dan Natar Zainuddin.[3]

Referensi

  1. ↑ "Rebellion to Integration: West Sumatra and the Indonesian Polity, 1926-1998" Audrey Kahin, Amsterdam University Press. Diakses 19 Agustus 2013.
  2. ↑ "Kisah ‘Haji Merah’ Dari Sumatera Barat" Diarsipkan 2013-10-09 di Wayback Machine Berdikarionline.com, 6 April 2013. Diakses 19 Agustus 2013.
  3. ↑ "Islamisme Dan Marxisme Dalam Perjuangan Anti-Kolonial Di Sumatera Barat" Diarsipkan 2013-10-09 di Wayback Machine Berdikarionline.com, 3 Maret 2012. Diakses 19 Agustus 2013.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan