Senin, 12 Oktober 2026
01:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Nasharuddin Thaha

Bagikan:
Nasharuddin Thaha
Lahir4 Maret 1908
Meninggal1979 (umur 71)
AlmamaterUniversitas Al Azhar, Kairo, Mesir
PekerjaanUlama, birokrat
Orang tuaThaha Arsyad

Syekh Haji Nasharuddin Thaha (lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, Hindia Belanda, 4 Maret 1908 - meninggal tahun 1979 pada umur 71 tahun) adalah seorang ulama Indonesia asal Minangkabau (Sumatera Barat).[1]

Riwayat

Kehidupan

Nasharuddin Thaha yang lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat pada 4 Maret 1908 itu merupakan putra tertua dari Syekh Muhammad Thaha Arsyad bergelar Tuanku Mudo Limbukan, seorang ulama Minangkabau asal Lima Puluh Kota.

Pendidikan

Ia menamatkan pendidikan dasar di Sekolah Dasar Sambungan, lalu melanjutkan ke Madrasah Sumatera Thawalib Padang Japang. Pada tahun 1926, ia masuk perguruan tinggi Darul Ulum dan Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Di universitas tersebut ia seangkatan dengan ulama Minangkabau lainnya, yaitu Mahmud Yunus, Mukhtar Yahya dan lain-lain. Selama lebih kurang tujuh tahun di Mesir, ia aktif di Persatuan Pelajar Indonesia-Malaysia (Perpidom), suatu organisasi pergerakan untuk merebut kemerdekaan tanah air.

Karier

Pada Januari 1946, Nazaruddin Thaha ditunjuk pertama kali mengepalai Kantor Agama Sumatra Tengah, yang meliputi daerah kerja Sumatera Barat, Jambi dan Riau sekarang ini.[2] Ia membentuk Kantor Urusan Agama (KUA) di daerah-daerah dan pada waktu bersamaan ia merancang Undang-undang Perkawinan.

Ia juga aktif menulis buku-buku agama dalam bahasa Arab. Buku-buku tersebut antara lain Abthalul Islam, al Mahfuzadzat, Fanuttarbiyah, dan lain-lain.

Referensi

  1. ↑ Nasharuddin Thaha Situs Perguruan Darul Funun el-Abbasiyah, 5 November 2010. Diakses 12 September 2013.
  2. ↑ Indonesia-Minangkabau, Badan Pemurnian Sejarah (1991). Sejarah perjuangan kemerdekaan R.I. di Minangkabau/Riau, 1945-1950. Badan Pemurnian Sejarah Indonesia-Minangkabau. ISBN 978-979-405-127-6.

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan