Kamis, 08 Oktober 2026
22:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Nasharuddin Thaha

Bagikan:
Nasharuddin Thaha
Lahir4 Maret 1908
Meninggal1979 (umur 71)
AlmamaterUniversitas Al Azhar, Kairo, Mesir
PekerjaanUlama, birokrat
Orang tuaThaha Arsyad

Syekh Haji Nasharuddin Thaha (lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat, Hindia Belanda, 4 Maret 1908 - meninggal tahun 1979 pada umur 71 tahun) adalah seorang ulama Indonesia asal Minangkabau (Sumatera Barat).[1]

Riwayat

Kehidupan

Nasharuddin Thaha yang lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat pada 4 Maret 1908 itu merupakan putra tertua dari Syekh Muhammad Thaha Arsyad bergelar Tuanku Mudo Limbukan, seorang ulama Minangkabau asal Lima Puluh Kota.

Pendidikan

Ia menamatkan pendidikan dasar di Sekolah Dasar Sambungan, lalu melanjutkan ke Madrasah Sumatera Thawalib Padang Japang. Pada tahun 1926, ia masuk perguruan tinggi Darul Ulum dan Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Di universitas tersebut ia seangkatan dengan ulama Minangkabau lainnya, yaitu Mahmud Yunus, Mukhtar Yahya dan lain-lain. Selama lebih kurang tujuh tahun di Mesir, ia aktif di Persatuan Pelajar Indonesia-Malaysia (Perpidom), suatu organisasi pergerakan untuk merebut kemerdekaan tanah air.

Karier

Pada Januari 1946, Nazaruddin Thaha ditunjuk pertama kali mengepalai Kantor Agama Sumatra Tengah, yang meliputi daerah kerja Sumatera Barat, Jambi dan Riau sekarang ini.[2] Ia membentuk Kantor Urusan Agama (KUA) di daerah-daerah dan pada waktu bersamaan ia merancang Undang-undang Perkawinan.

Ia juga aktif menulis buku-buku agama dalam bahasa Arab. Buku-buku tersebut antara lain Abthalul Islam, al Mahfuzadzat, Fanuttarbiyah, dan lain-lain.

Referensi

  1. ↑ Nasharuddin Thaha Situs Perguruan Darul Funun el-Abbasiyah, 5 November 2010. Diakses 12 September 2013.
  2. ↑ Indonesia-Minangkabau, Badan Pemurnian Sejarah (1991). Sejarah perjuangan kemerdekaan R.I. di Minangkabau/Riau, 1945-1950. Badan Pemurnian Sejarah Indonesia-Minangkabau. ISBN 978-979-405-127-6.

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan