Minggu, 18 Oktober 2026
17:10 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Ii Naomasa

Ii Naomasa

Bagikan:
Ii Naomasa
250px-Ii_Naomasa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penguasa Takasaki
Masa jabatan
1590–1600
Pendahulutidak ada
PenggantiSakai Ietsugu
Domain Hikone
Masa jabatan
1600–1602
Pendahulutidak ada
PenggantiIi Naokatsu
Informasi pribadi
Lahir(1561-03-04)4 Maret 1561
Meninggal24 Maret 1602(1602-03-24) (umur 42)

Ii Naomasa (井伊 直政) (4 Maret 1561–24 Maret 1602) adalah seorang daimyo pada masa periode Sengoku dan juga pada periode Keshogunan Tokugawa.[1] Dia dianggap sebagai salah satu dari empat pengawal Tokugawa Ieyasu bersama Honda Tadakatsu, Sakakibara Yasumasa, dan Sakai Tadatsugu.

Kehidupan awal

Ii Naomasa dilahirkan di Desa Hōda, Provinsi Totomi. Sama halnya dengan klan Tokugawa, keluarganya juga mengabdi untuk klan Imagawa. Namun setelah pemimpin klan, Imagawa Yoshimoto tewas dalam perang melawan klan Oda dalam Pertempuran Okehazama (1560), kekacauan terjadi di dalam klan Imagawa. Ayah Naomasa, Ii Naochika kemudian dihukum mati karena dituduh melakukan pengkhianatan oleh penerus Yoshimoto yang bernama Imagawa Ujizane. Ii Naomasa yang masih kecil, beruntung tidak dihukum mati dan kemudian dipungut oleh klan Tokugawa.[1]

Jenderal Naomasa

Ii Naomasa bergabung sebagai prajurit klan Tokugawa pada pertengahan tahun 1570-an. Pangkatnya terus naik dengan cepat hingga akhirnya dijadikan tuan tanah dengan wilayah kekuasaan cukup besar di Provinsi Omi setelah terjadinya Pertempuran Sekigahara (1600).[1] Ia mendapat gelar Hyōbu-dayū (menteri kemiliteran) dari istana kaisar.

Naomasa pada awalnya mendapatkan perhatian berkat jasa-jasanya di Pertempuran Nagakute (1584). Ia memimpin sekitar 3.000 orang prajurit bersenapan. Kariernya cemerlang di Pertempuran Sekigahara. Pasukan pimpinan Naomasa membunuh lebih banyak musuh dibandingkan jenderal-jenderal lainnya seperti Fukushima Masanori. Dalam Pertempuran Sekigahara, Naomasa tertembak oleh peluru nyasar dan terluka parah dalam usahanya mencegah Shimazu Yoshihiro melarikan diri. Luka tembak yang diderita Naomasa nantinya tidak pernah sembuh sepenuhnya. Luka tersebut juga menghalangi keterlibatannya dalam usaha menaklukkan faksi anti-Tokugawa pada bulan-bulan berikutnya.

Pasukan pimpinan Naomasa terkenal karena memakai baju besi berwarna merah darah untuk memberikan dampak psikologis terhadap musuhnya. Taktik ini diambilnya dari Masakage Yamagata, salah seorang jenderal perang Takeda Shingen.[1] Dalam pertempuran, Naomasa terkenal dengan julukan "Si Setan Merah". Sejumlah cerita mengatakan Naomasa kadang-kadang memakai topeng wajah monyet sewaktu bertempur, termasuk di Pertempuran Sekigahara. Meskipun demikian, kabar tersebut tidak pernah terbukti.

Kematian dan warisan

Ii Naomasa meninggal dunia pada usia muda pada tahun 1602, kemungkinan akibat luka yang dideritanya di Pertempuran Sekigahara. Tokugawa Ieyasu sangat menghargai jasa-jasa Naomasa. Kedua putranya, Ii Naotsugu dan Ii Naotaka diangkat sebagai pewaris jabatan Ii Naomasa. Namun, Naotsugu membuat marah Tokugawa setelah menolak untuk mengambil bagian dalam usaha menghancurkan basis klan Toyotomi di Osaka. Meskipun demikian, klan Ii tetap memiliki pengaruh penting dalam politik Jepang semasa zaman Edo.

Naomasa sering kali menjadi lawan dari Honda Tadakatsu, seorang jenderal besar yang menjadi abdi Ieyasu. Meskipun Ii Naomasa dan Tadakatsu merupakan dua jenderal terbaik klan Tokugawa, Tadakatsu selamat dari berbagai pertempuran tanpa terluka, sedangkan Naomasa sering menderita luka dalam pertempuran. Perangkat baju zirah Naomasa kini disimpan Istana Hikone, dan dapat dilihat oleh masyarakat umum.

Referensi

  1. 1 2 3 4 "井伊直政 -Hatabo's Homepage". Diakses tanggal 2012-01-21.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
Didahului oleh:
tidak ada
Penguasa Takasaki
1590–1600
Diteruskan oleh:
Sakai Ietsugu
Didahului oleh:
tidak ada
Penguasa Hikone
1600–1602
Diteruskan oleh:
Ii Naokatsu

Pranala luar

Tokoh penting pada periode Sengoku
Tiga daimyo utama
Daimyo lainnya
Tokoh militer terkenal
Lain-lain
Orang asing
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan