Selasa, 03 November 2026
17:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Nagore Shahul Hamid

Bagikan:
Syed Abdul Qadir Shah al-Hamid Nagori
Lahir1504
Pratapgarh
Meninggal1570 (umur 65–66)
Nagore, Tamil Nadu, India.
Dihormati diIslam
Tempat ziarahNagore Durgah, Tamil Nadu, India

Qutb al-Majeed Fard al-Waheed Imam al-Awliya as-Syed Abdul Qadir Shah al-Hamid Khadir Wali Suhrawardi adalah seorang wali, penyebar Islam di Tamil Nadu,[1] dan generasi ke-13 keturunan ahli sufi terkenal, Muhiyudin Abd al-Qadir al-Jilani.[2] Kuburannya terletak di Nagore, Tamil Nadu, India.

Di Indonesia, keturunan Tamil yang menetap di Kota Padang mengadakan serak gulo dan arak cendana di Masjid Muhammadan untuk memperingati hari lahirnya.[3]

Kehidupan awal

Shahul Hamid lahir dari pasangan Syed Hassan Quddus Baba Qadiri dan Bibi Fathima di Manickpoor, Distrik Pratapgarh, Uttar Pradesh. Ia memperoleh pendidikan Islam di Gwalior di bawah bimbingan Mohammad Ghouse.[4] Usai menunaikan ibadah haji ke Mekah, ia pindah ke Maladewa, Sri Lanka dan Tamil Nadu bersama pengikut spiritualnya.[4]

Di Nagore, Shahul Hamid menjalani kehidupan sederhana. Ia dikenal sebagai orang saleh yang diyakini memiliki kekeramatan sehingga membuatnya digelari Nagore Andavar (artinya Penguasa Nagore).[4] Dia juga dijuluki Meera Saheb.[5]

Sejarah

Shahul Hamid Badusha Kaadiri menyembuhkan Raja Achutappa Nayak (1529–1542), seorang penguasa Hindu di Thanjavur yang penyakit fisiknya diyakini disebabkan oleh ilmu sihir.[6] Shahul Hamid menemukan seekor merpati yang tertusuk peniti di loteng istana sebagai penyebab penyakit sang raja. Setelah melepaskan peniti dari merpati tersebut, kesehatan sang raja mulai membaik. Merasa puas, sang raja memberi imbalan tanah 200 hektare untuk Shahul Hamid dan para pengikutnya.[6]

Kelak, peristiwa Shahul Hamid menyembuhkan Raja Achutappa Nayak dirayakan oleh para pengikutnya dengan tradisi melepaskan merpati.

Referensi

  1. ↑ Hunter 1908, p. 3
  2. ↑ Raj 2006, p. 69
  3. ↑ Deskripsi Serak Gulo di Sistem Database Kebudayaan Sumatera Barat.
  4. 1 2 3 Mohammada 2007, p. 224
  5. ↑ Mohammada 2007, p. 225
  6. 1 2 Raj 2006, p. 65

Daftar pustaka

  • Raj, Selva J.; William P. Harman (2006), Dealing With Deities: The Ritual Vow in South Asia, Albany: State University of New York Press, ISBN 0-7914-6707-4.
  • Bayly, Susan (2003), Saints, Goddesses and Kings: Muslims and Christians in South Indian Society, 1700–1900/Susan Bayly, Cambridge: Cambridge University Press, ISBN 0-521-37201-1.
  • Feener, R. Michael; Terenjit Sevea, Institute of Southeast Asian Studies (2009), Islamic connections: Muslim societies in South and Southeast Asia, Singapore: ISEAS Publishing, ISBN 978-981-230-924-2.
  • Werbner, Pnina; Helene Basu (1998), Embodying charisma: modernity, locality, and performance of emotion in Sufi, London: Routledge, ISBN 0-415-15099-X.
  • Hunter, William Wilson (1908), Imperial gazetteer of India, Volume 19, Oxford: Clarendon Press.
  • Mohammada, Malika (2007), The foundations of the composite culture in India, Delhi: Aakar Books, ISBN 978-81-89833-18-3.
  • Visweswaran, Kamala (2011), Perspectives on Modern South Asia: A Reader in Culture, History, and, UK: Blackwell Publishing Limited, ISBN 978-1-4051-0062-5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan