Sabtu, 31 Oktober 2026
03:20 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Arak cendana

Arak cendana

Bagikan:
250px-Bubuk_arak_cendana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bubuk cendana yang akan diarak dan dioleskan ke wajah.

Arak cendana atau mengarak cendana adalah tradisi warga Muslim keturunan India di Kota Padang, Sumatera Barat. Tradisi arak cendana dilakukan setiap Jumadilakhir dalam menyambut Maulid Sahul Hamid dengan berkeliling membacakan selawat sambil membawa serbuk kayu cendana yang kemudian dioleskan ke wajah.[1]

Sumber lain mengatakan tradisi ini dilakukan untuk memperingati hari kematian (haul) Imam Shahul Hameed yang dianggap oleh komunitas Muslim keturunan India di Padang sebagai wali Allah. Upacara ini dilakukan setiap malam hari tanggal 10 Jumadilakhir.[2]

Lihat pula

Galeri

  • Pelengkap arak-arakan lainnya, berupa susunan bunga.
    Pelengkap arak-arakan lainnya, berupa susunan bunga.

Catatan kaki

  1. ↑ antaranews.com (1970-01-01). "Tradisi Arak Cendana". Antara News. Diakses tanggal 2023-01-15.
  2. ↑ "UPACARA ARAK CENDANA PADA KOMUNITAS KETURUNAN INDIA DI KELURAHAN PASA GADANG KECAMATAN PADANG SELATAN KOTA PADANG".


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan