Sabtu, 17 Oktober 2026
17:23 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Mitopeia

Mitopeia

Bagikan:
250px-Liji2_no_bg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi halaman dari Kitab Ritus (Liji), salah satu dari Lima Kitab Klasik Konfusianisme, yang memuat uraian mengenai tata sosial, ritual dan upacara kuno.

Mitopeia (bahasa Yunani:μυθοποιία, translit. muthopoiía, har. 'pembuatan mitos') atau mitopesis, adalah subgenre dari karya fiksi spekulatif, dan suatu tema dalam sastra dan film masa kini, menampilkan mitologi rekaan atau fiktif yang dibuat oleh penulis prosa, puisi, atau bentuk sastra lainnya. Konsep tersebut dipopulerkan oleh J. R. R. Tolkien pada tahun 1930-an, meskipun fenomena ini sudah ada sebelumnya. Para penulis genre tersebut mengintegrasikan tema dan arketipe dari mitologi tradisional ke dalam karya fiksi. Mitopeia juga dapat dikatakan sebagai pembuatan mitologi.[1]

Istilah 'mitopeia' (mythopoeia) berasal dari bahasa Yunani Koine muthopoiía (μυθοποιία), artinya 'pembuatan mitologi'; bentuk alternatifnya ialah mythopoesis (μυθοποίησις) yang memiliki arti sama.[2] Definisi mythopoeia sebagai "menciptakan suatu mitos" pertama kali tercatat pada 1846.[1][3] Pada awalnya, itu bermakna pembuatan mitos pada zaman purba.[4]

Referensi

  1. 1 2 "Mythopoeia". Merriam-Webster Dictionary. Diakses tanggal 1 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ New Shorter Oxford English Dictionary
  3. ↑ "mythopoeia". Diakses tanggal 1 November 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ For example, "The first two, the most remote stages, are purely linguistic germs of mythology: the third is in the domain of mythopoeia, or myth-building." Bunsen, C.C.J. (1860). Egypt's Place in Universal History: an Historical Investigation in Five Books, Volume IV. Charles H. Cottrell (trans.). Longman, Green, Longman, and Roberts. hlm. 450.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sastra ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan