Senin, 12 Oktober 2026
03:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Musuh dalam negeri

Bagikan:

Musuh dalam negeri merujuk kepada seseorang atau kelompok dalam satu negara yang dianggap sebagai sebuah ancaman terhadap negara tersebut. Perbedaan antara musuh dalam dan luar negeri dibahas dalam Republik karya Plato.[1] Kelompok-kelompok yang dianggap sebagai musuh dalam negeri oleh negara-negara yang ditempati oleh mereka meliputi orang Kurdi di Turki,[2] orang Palestina di Israel,[3] Muslim di negara-negara barat,[4] dan para pembelot politik di bawah kekuasaan diktator Amerika Latin.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Söderbäck, Fanny (2010). Feminist Readings of Antigone (dalam bahasa Inggris). SUNY Press. hlm. 57. ISBN 978-1-4384-3279-3.
  2. ↑ Özpek, Burak Bilgehan (2019). "The State's Changing Role Regarding the Kurdish Question of Turkey: From Consistent Tutelage to Volatile Securitization". Alternatives: Global, Local, Political. 44 (1): 35–49. doi:10.1177/0304375419854599.
  3. ↑ FORD †, PHILIP (2015). "Prologue: 'Le langage latin m'est comme naturel': Montaigne and the Trials of Trilingualism". Bicultural Literature and Film in French and English. Routledge. ISBN 978-1-315-73570-2.
  4. ↑ Cesari, Jocelyne (2013). "Muslims as the Internal and External Enemy". Why the West Fears Islam: An Exploration of Muslims in Liberal Democracies (dalam bahasa Inggris). Palgrave Macmillan US. hlm. 1–20. ISBN 978-1-137-12120-2.
  5. ↑ Montealegre, Jorge; Robles, Lena Taub (2013). "Internal Enemies: Facets and Representations under State Terrorism". CR: The New Centennial Review. 13 (1): 189–208. doi:10.14321/crnewcentrevi.13.1.0189. ISSN 1532-687X.


Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan