Senin, 19 Oktober 2026
08:29 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Museum Surabaya

Museum Surabaya

museum di Indonesia

Bagikan:

Museum Surabaya adalah sebuah museum yang terletak di Kota Surabaya.[1] Alamat museum di Jalan Tunjungan Nomor 1-3, Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng.[2][3] Museum ini berada di dalam gedung ex.SIOLA.[4] Museum Surabaya berisi koleksi benda-benda bersejarah tentang Kota Surabaya. Museum ini diresmikan pada tanggal 3 Mei 2015 oleh Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini.[4] Terdapat empat pembagian zona di dalam museum ini, yakni zona seniman, zona transportasi, zona kesehatan, zona Wali kota Surabaya.

250px-Foto_Museum_Surabaya_Siola.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto tampak depan Museum Surabaya

Sejarah

Gedung ex. SIOLA yang menjadi letak museum ini dibangun pada tahun 1877 sebagai toko serba ada. Gedung ini sendiri merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang dulunya bernama Whiteaway Laidlaw.[4] Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, para wirausahawan berkebangsaan Jepang mengambil alih gedung dan fungsinya diganti menjadi toko tas. Fungsi ini berakhir ketika Jepang mengakhiri pendudukan di Indonesia setelah menyerah kepada pihak Sekutu. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia hingga tahun 1960, gedung mulai difungsikan kembali oleh para wirausahawan Indonesia sebagai pusat perbelanjaan. Pemerintah Kota Surabaya melakukan perombakan gedung dan menetapkannya sebagai museum pada tahun 2015. Koleksi museum berbentuk arsip pemerintahan Kota Surabaya pada masa lalu, furnitur kuno, piano, dan trofi. Kepemilikan Museum Surabaya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya. Sedangkan pengelolaannya diserahkan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Surabaya. Letak Museum Surabaya berada di sekeliling kawasan cagar budaya. Lokasi Museum Surabaya berada di titik koordinat: 7°15’22.7” Lintang Selatan dan 112°44’15.5” Bujur Timur. Akses ke museum dapat dari Stasiun Gubeng (6.8 km), Stasiun Pasar Turi (2.5 km), atau dari Alun-alun Contong (3.9 km).[5]

Fasilitas

Jumlah koleksi di dalam Museum Surabaya Siola lebih dari 1.000 koleksi. Sebagian besar koleksi tersebut memiliki penting dalam sejarah perkembangan Kota Surabaya. Di dalam Museum Surabaya disiapkan beberapa fasilitas umum bagi pengunjung. Beberapa di antaranya ialah toilet, penyejuk udara, pusat usaha kecil dan menengah, pelataran parkir dan pusat Anjungan Tunai Mandiri.[6]

Referensi

  1. ↑ UPTD Museum dan Gedung Seni Budaya. "Museum Sejarah Kota Surabaya". e-Katalog Museum Surabaya. Diakses tanggal 3 Juni 2025.
  2. ↑ "e-Katalog Museum - Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya". ka-mus.surabaya.go.id. Diakses tanggal 2025-05-28.
  3. ↑ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Genteng". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 31 Mei 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=; no-break space karakter dalam |access-date= pada posisi 7
  4. 1 2 3 Surabaya, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kota. "Wisata Surabaya - Museum Surabaya". Wisata Surabaya. Diakses tanggal 2023-05-27.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  5. ↑ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid II (PDF). Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 176–177. ISBN 978-979-8250-67-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya. "Museum Surabaya". bappeko.surabaya.go.id. Diakses tanggal 7 Juli 2021.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan