Rabu, 23 September 2026
07:34 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Museum Barli

Museum Barli

museum di Indonesia

250px-Tampak_Samping_Museum_Barli_2023-03-18.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Museum Barli
Museum Barli
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Museum_Barli&revid=29797786&groups=_daa9a584b8e2f3bac1b3b51e598daeb52c11ad12&parser=parsoid
Didirikan1990
LokasiJalan Prof Ir Sutami No 91, Bandung, Jawa Barat.
Koordinat6°52′41″S 107°35′15″E / 6.87800436°S 107.58758854°E / -6.87800436; 107.58758854
JenisGaleri Seni terutama karya Barli
Koleksi penting100 lukisan karya Barli
KoleksiLukisan, Patung, Buku, Foto, Mainan, Dokumentasi Pribadi
PendiriBarli Sasmitawinata dan Atikah

Museum Barli adalah sebuah museum yang terletak di Jl. Prof. Dr. Sutami No. 91, Sukarasa, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat.[1][2][3][4][5] Museum ini didedikasikan untuk mengenang dan memamerkan hasil karya pelukis Barli Sasmitawinata.[6][7] Museum ini didirikan pada tahun 1990 dan diresmikan pada Oktober 1992 oleh Soesilo Soedarman, Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi pada waktu itu.[8][9] Awalnya museum ini tidak dibuka untuk umum.[6] Namun, saat ini museum dapat dikunjungi oleh siapa saja.[2][6] Museum ini juga menjadi tempat dari berbagai kegiatan seni seperti pameran karya seni rupa, penjualan karya, diskusi dan sarasehan, pelatihan studio keramik dan lukis.[2]

Sejarah

Barli adalah sosok yang terus mengembangkan dunia seni di Bandung dan nasional. Kecintaannya pada seni sejak zaman Belanda, periode pembangunan, hingga sekarang membuatnya selalu berpikir agar seni dapat terus berjaya dan dinikmati.[10]

Bandung memiliki peran penting dalam perjalanan seni Barli. Banyak seniman di Kota Kembang yang menjadi pelukis pemandangan yang dikenal dengan Hindia Indah. Namun, pada masa itu Bandung hanya memiliki sedikit gedung kesenian, di antaranya Gedung Rumentang Siang dan Gedung YPK. Barli, yang lahir pada 18 Maret 1921,[11] mulai mempertanyakan banyak hal terkait status Bandung yang dikenal sebagai kota seni.[10]

Dari permenungannya, Barli akhirnya memutuskan untuk mendirikan sebuah galeri seni yang bisa menjadi sumber informasi dan wadah kesenian bagi para pelukis, penyelenggara pameran, dan pendidikan seni. Bersama istrinya, Atikah, Barli membangun Museum Barli di tanah miliknya. Ia mulai mengumpulkan karya-karya seni yang diharapkan dapat berguna dan dikenang sepanjang masa.[10]

Atikah berharap museum ini dapat menjadi wadah seluas-luasnya bagi Barli untuk berkreasi dan melakukan aktivitas seni rupa. Namun, sebulan sebelum museum ini selesai dibangun, Atikah meninggal dunia pada 11 Juli 1991. Tepat satu bulan kemudian, pada 11 Agustus 1991, Museum Barli tuntas dibangun. Barli menandatangani prasasti yang menyatakan bahwa museum ini dipersembahkan untuk istrinya, Atikah binti Basari.[10]

Koleksi

Koleksi Museum Barli terdiri atas lukisan karya berbagai pelukis, termasuk Barli sendiri. Selain itu, museum ini juga memiliki koleksi patung dari berbagai pematung.[12] Museum Barli terdiri atas tiga lantai. Lantai pertama atau lantai bawah tanah digunakan sebagai kafe. Dari lantai ini, pengunjung diarahkan menuju lantai dua dan tiga yang berisi koleksi karya seni. Di lantai dua terdapat ruang pamer yang menampilkan berbagai karya lukis dengan beragam tema imajinatif. Ruangan ini diisi oleh lukisan karya siswa sekolah dasar hingga mahasiswa. Di area luar ruangan juga terdapat lukisan abstrak karya Aditya Priyagana serta karya anak-anak dari Sekolah Bumi. Selain itu, tersedia pula koleksi buku dan mainan yang berasal dari periode 1990-an hingga 2000-an. Di lantai tiga terdapat koleksi lukisan karya Barli. Dalam proses berkaryanya, Barli menggunakan berbagai media dan teknik, seperti pisau palet, krayon, cat air, arang, serta cermin. Cermin digunakan sebagai salah satu alat dalam proses melukis diri sendiri. Setiap karya memiliki tema dan latar konseptual masing-masing. Salah satu karya Barli adalah lukisan gunung kapur di Padalarang pada dekade 1960-an yang menggambarkan perbandingan antara ukuran gunung kapur dan manusia. Terdapat pula lukisan figur orang Bali yang dikaitkan dengan konsep kebal terhadap tusukan benda tajam dalam narasi visualnya. Karya-karya tersebut memiliki nilai visual sekaligus konteks konseptual yang terkandung di dalamnya.[1] Terdapat ruangan sang maestro yang di dalam ruangan ini terdapat profil Barli, dengan berbagai karya yang telah diciptakannya, koleksi foto, serta berbagai penghargaan yang telah diterimanya. Namun, ada peraturan penting yang harus diingat ketika memasuki ruangan ini, yaitu tidak diizinkan untuk mengambil foto dari karya-karya tersebut dalam jarak yang terlalu dekat.[13]

Arsitektur museum

250px-Tampak_Depan_Museum_Barli_2023-03-18.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak depan Museum Barli

Gedung yang didesain mirip bangunan museum di Rotterdam ini dibangun di atas tanah seluas 840 meter persegi dengan luas bangunan 1.200 meter persegi.[14] Tata ruang museum dirancang untuk memanfaatkan efek sinar matahari sebagai penerangan utama di siang hari serta sirkulasi udara tanpa pendingin ruangan. Bangunan tiga lantai ini dibuat untuk menampung ruang koleksi lukisan, seminar, workshop, pertemuan umum, dan kegiatan lainnya. Barli menghibahkan 100 lukisan untuk museum ini sebagai karya yang tidak diperjualbelikan.[10]

Program khusus

Museum Barli sering dikunjungi oleh siswa-siswa sekolah dasar, baik dari Bandung maupun luar Bandung, dan juga mahasiswa. Untuk menambah daya tarik, museum ini mengadakan program melukis bersama yang diajarkan oleh cucu Barli. Program berbayar ini memberikan pelatihan kepada peserta sebelum mereka menyumbangkan karya mereka ke Museum Barli.[1]

Selain itu, program Sekolah Bumi yang kini dilanjutkan oleh cucu Barli, merupakan program pendidikan untuk anak-anak kurang mampu. Tujuan dari program ini adalah untuk menjalin rasa kebersamaan di antara anak-anak kurang mampu. Cucu Barli, biasanya mengundang mereka ke museum atau mengunjungi mereka secara langsung. Anak-anak ini dibimbing untuk melakukan aktivitas positif, khususnya dalam seni, seperti menggambar. Dengan cara ini, diharapkan melalui seni dapat tercipta kepedulian dan kasih sayang di antara mereka.[1]

Informasi kunjungan

Museum ini dapat dikunjungi setiap hari, selasa sampai minggu mulai pukul 09.00-17.00.[15]

Pranala luar

www.museumbarli.com

Referensi

  1. 1 2 3 4 Lorena, Ayu. "Museum Barli yang Merawat Seni". BandungBergerak.id. Diakses tanggal 2024-05-19.
  2. 1 2 3 "Museum Barli-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat". www.disparbud.jabarprov.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-06. Diakses tanggal 2020-06-06.
  3. Suherman, Sherly A. (2009-01-01). Made in Bandung: Kreatif, Inovatif dan Imajinatif! (dalam bahasa Inggris). DAR! Mizan. ISBN 978-979-752-872-0.
  4. Rosidi, Ajip (2003-12-01). Apa Siapa Orang Sunda. Dunia Pustaka Jaya. hlm. 66. ISBN 978-979-419-980-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Sukasari". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 30 Mei 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=; no-break space karakter dalam |access-date= pada posisi 7
  6. 1 2 3 "Museum Barli". Info Pikiran Rakyat. 2016-01-21. Diakses tanggal 2020-06-06.
  7. CEI, Hanny Muchtar Darta (2013-06-28). PELESIR - SERI TEMPAT BERSEJARAH. Elex Media Komputindo. hlm. 36. ISBN 978-602-04-3208-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. "Museum Barli". asosiasimuseumindonesia.org. Diakses tanggal 2019-09-08.
  9. Amor, Febriana,Teguh (2014-02-17). Telusur Bandung. Elex Media Komputindo. hlm. 112. ISBN 978-602-02-3198-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. 1 2 3 4 5 AyoBandung.Com, Redaksi. "Museum Barli, Museum Seni Rupa Pertama di Kota Bandung - Ayo Bandung". Museum Barli, Museum Seni Rupa Pertama di Kota Bandung - Ayo Bandung. Diakses tanggal 2024-05-19.{{cite web}}: |first= memiliki nama generik
  11. an1mage; Gumelar, M. S.; Universa, Archana (2018-01-14). AN1MAGINE: Volume 3 Nomor 1 Januari 2018. An1mage. hlm. 28.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  12. Marijan, Kacung (2012) Album budaya: direktori museum Indonesia. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. hlm. 253
  13. "Museum Barli". Tribunnewswiki.com. Diakses tanggal 2024-05-19.
  14. Suganda, Her (2011). Wisata Parijs van Java: sejarah, peradaban, seni, kuliner, dan belanja. Penerbit Buku Kompas. hlm. 104. ISBN 978-979-709-537-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. "Museum Barli".
Ikon rintisan

Artikel bertopik museum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan