Sabtu, 17 Oktober 2026
02:59 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Musailamah al-Kazzab

Musailamah al-Kazzab

seorang pria yang mengaku sebagai nabi pada masa kenabian Muhammad; berhubungan dengan Islam

Bagikan:
Maslamah bin Habib
Maslamah bin Habib
250px-Balami_-_Tarikhnama_-_The_death_of_Musaylima_at_the_hand_of_the_Ethiopian_Slave_Wahshi_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Yamamah
Meninggal632
Pasangan menikahSajah binti al-Harits
AyahHabib

Maslamah bin Habib (bahasa Arab:مسلمة بن حبيب) atau dikenal juga dengan nama Musailamah al-Kazzab atau al-Kadzab (Musailamah si Pembohong) adalah seorang yang mengaku sebagai nabi pada masa kerasulan nabi Islam Muhammad dan menyebarkan doktrinnya di jazirah Arab. Menurut ajaran Islam, Musailamah adalah seorang nabi palsu.[1]

Kehidupan

Musailamah al-Kazzab lahir dengan nama Maslamah bin Habib dari Bani Hanifah, salah satu suku terbesar di jazirah Arab dengan wilayah domisili di Yamamah (di selatah Kota Riyadh).[2] Berdasarkan suatu temuan sejarah, ia telah membangun Yamamah sebelum hijrahnya Muhammad ke Madinah. Setelah tersebarnya Islam di jazirah Arab pasca Penaklukkan Mekkah, kemudian Musailamah menyatakan diri sebagai seorang muslim bersama rombongan dari Bani Hanifah. Mereka datang pada tahun 9 H, sebanyak 17 orang, yang di antaranya ada Musailamah Al-Kadzdzab, yang nama lengkapnya Musailamah bin Tsumamah bin Katsir bin Habib bin Al-Harits dari Bani Hanifah. Mereka singgah di rumah salah seorang Anshar, kemudian menemui Nabi lalu menyatakan masuk Islam.[3]

Dengan sikapnya yang congkak, Musailamah al-Kadzdzab pernah berkata,"Jika Muhammad mau memberiku kekuasaan sepeninggalnya, maka aku mau mengikutinya." Nabi menjawab, "Jika engkau meminta kekuasaan seperti ini, maka aku tidak akan memberikannya kepadamu. Sekali-kali engkau tidak bisa mencampuri urusan Allah. Jika engkau berpaling, niscaya Allah akan membunuhmu. Demi Allah, aku melihat dirimu adalah orang yang kulihat dalam mimpiku. Dan ini adalah Tsabit yang akan mengikutimu dan meninggalkan aku."[3]

Pernyataan sebagai nabi

Pada saat yang bersamaan, Musailamah juga mempelajari sihir,[2] dan menyatakannya sebagai mukjizat. Musailamah melalui kemampuan sihirnya membuat orang-orang percaya bahwa ia juga seorang nabi.[butuh rujukan] Musailamah juga menyatakan bahwa ia juga memperoleh wahyu dari Allah dan berbagi wahyu dengan Muhammad.[4] Bahkan, ia menyebut dirinya sebagai Rahman,[5] dan menyatakan dirinya memiliki sifat ketuhanan. Setelah itu, beberapa orang menerimanya sebagai nabi bersama dengan Muhammad.[1] Ia juga kemudian membangun Masjid di Yamamah.

osm-intl,5,24.166802,46.582031,326x204.png?lang=id
Letak Yamamah di Selatan Kota Riyadh.

Perlahan-lahan pengaruh dan wewenang Musailamah meningkat terhadap orang-orang dari sukunya.[1] Setelah itu Musailamah berusaha menghapuskan kewajiban untuk melaksanakan salat serta memberikan kebebasan untuk melakukan seks bebas dan konsumsi alkohol.[4] Ia juga kemudian menyatakan sebagai utusan Allah bersama dengan Muhammad, dan menyusun ayat-ayat, yang dinyatakan sebagai tandingan ayat Alquran. Sebagian besar ayat-ayat buatan Musailamah memuji keunggulan sukunya, Bani Hanifah, atas Bani Quraisy.[butuh rujukan]

Ibnu Nawwahah dan Ibnul Atsal mendatangi Nabi sebagai utusan Musailamah. Nabi bertanya kepada mereka berdua, "Apakah kalian bersaksi bahwa aku adalah Rasul Allah?"

Keduanya menjawab, "Kami bersaksi bahwa Musailamah adalah Rasul Allah." Nabi menjawab, "Aku percaya kepada Allah dan Rasul-Nya. Andai kata aku boleh membunuh seorang utusan, niscaya kalian berdua akan kubunuh." Pengakuan Musailamah sebagai nabi ini terjadi pada tahun 10 H.[3]

Kematian

Artikel utama: Perang Yamamah

Setelah kematian Muhammad, Musailamah kemudian menyatakan perang kepada Khalifah Abu Bakar, namun pasukannya dikalahkan oleh Khalid bin Walid,[6] pada Pertempuran Yamamah yang sangat keras. Ia akhirnya dibunuh oleh Wahsyi saat bersembunyi di dalam benteng bersama sisa pasukannya.[1] Sumber lain menjelaskan bahwa Wahsyi membunuhnya dengan menggunakan tombak yang dibantu oleh dua orang Anshar bernama Abdullah bin Zaid bin Ashim dan Abu Dujanah.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 Katsir, Ibnu (2012). Terjemah Al Bidayah wa an-Nihayah. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-044-5
  2. 1 2 The Life of the Prophet Muhammad: As-Sirah An-Nabawiyyah oleh Ibnu Katsir, Trevor Le Gassick, Muneer Fareed, hlm. 67
  3. 1 2 3 Syaikh, Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri (2012). Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. ISBN 978-602-98968-3-1
  4. 1 2 The Life of the Prophet Muhammad: As-Sirah An-Nabawiyyah oleh Ibnu Katsir, Trevor Le Gassick, Muneer Fareed, hlm. 69
  5. ↑ Ibnu Katsīr, Ismāʻīl bin ʻUmar (2000), al-Mubārakfūrī, Ṣhafīyyurrahman (ed.), al-Miṣbāḥ al-munīr fī tahdhīb tafsīr Ibn Kathīr, vol. 1, Riyadh, Saʻudi Arabia: Darussalam, hlm. 68
  6. ↑ The Life of the Prophet Muhammad: As-Sirah An-Nabawiyyah oleh Ibnu Katsir, Trevor Le Gassick, Muneer Fareed, hlm. 36
  7. ↑ Muhammad Raji Hassan, Kinas (2012). Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi. Jakarta: Penerbit Zaman. ISBN 978-979-024-295-1
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan