Jumat, 23 Oktober 2026
09:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Muromonab-CD3

senyawa kimia

Bagikan:
Muromonab-CD3
Antibodi monoklonal
JenisWhole antibody
SumberTemplat:Infobox drug/mab source
TargetCD3
Data klinis
Nama dagangOrthoclone OKT3
AHFS/Drugs.comConsumer Drug Information
MedlinePlusa605011
Rute
pemberian
Intravena
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
  • ℞ (Hanya resep)
Pengenal
Nomor CAS
DrugBank
ChemSpider
  • none
UNII
KEGG
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
Data sifat kimia dan fisik
RumusC6460H9946N1720O2043S56
Massa molar146.189,98 g·mol−1
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

Muromonab-CD3 adalah obat imunosupresan yang diberikan untuk mengurangi penolakan akut pada orang dengan transplantasi organ.[1][2] Obat ini adalah antibodi monoklonal yang ditargetkan pada reseptor CD3,[3] protein membran pada permukaan sel T. Obat ini adalah antibodi monoklonal pertama yang disetujui untuk penggunaan klinis pada manusia.[2]

Etimologi

Muromonab-CD3 dikembangkan sebelum nomenklatur antibodi monoklonal WHO berlaku, sehingga namanya tidak mengikuti konvensi ini. Namanya merupakan singkatan dari "murine monoclonal antibody targeting CD3".[2]

Sejarah

Muromonab-CD3 disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada tahun 1986,[4] menjadikannya antibodi monoklonal pertama yang disetujui di mana pun sebagai obat untuk manusia. Di Komunitas Eropa, ini adalah obat pertama yang disetujui berdasarkan pedoman 87/22/EWG, pendahulu sistem persetujuan terpusat Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) di Uni Eropa. Proses ini mencakup penilaian oleh Komite Produk Obat Berpemilik (CPMP, sekarang CHMP), dan persetujuan selanjutnya oleh badan kesehatan nasional; di Jerman misalnya pada tahun 1988 oleh Institut Paul Ehrlich di Frankfurt. Namun, produsen muromonab-CD3 telah secara sukarela menariknya[5] dari pasar Amerika Serikat pada tahun 2010 karena banyaknya efek samping, terdapat alternatif yang lebih dapat ditoleransi, dan menurunnya penggunaan.[6]

Kegunaan medis

Muromonab-CD3 disetujui untuk terapi penolakan akut yang resistan terhadap glukokortikoid pada transplantasi ginjal, jantung, dan hati alogenik.[7] Tidak seperti antibodi monoklonal basiliksimab dan daklizumab, obat ini tidak disetujui untuk profilaksis penolakan transplantasi, meskipun tinjauan tahun 1996 telah menemukan bahwa obat ini aman untuk tujuan tersebut.[4]

Kontraindikasi

Kecuali dalam keadaan khusus, obat ini dikontraindikasikan untuk pasien dengan alergi terhadap protein mencit, serta pasien dengan gagal jantung yang tidak terkompensasi, hipertensi arteri yang tidak terkontrol, atau epilepsi. Obat ini tidak boleh digunakan selama kehamilan atau menyusui.[2][7]

Efek samping

Terutama selama infus pertama, pengikatan muromonab-CD3 ke CD3 dapat mengaktifkan sel T untuk melepaskan sitokin seperti faktor nekrosis tumor-alfa dan interferon gamma. Sindrom pelepasan sitokin ini, atau CRS, mencakup efek samping seperti reaksi kulit, kelelahan, demam, menggigil, mialgia, sakit kepala, mual, dan diare,[8] dan dapat menyebabkan kondisi yang mengancam jiwa seperti apnea, henti jantung, dan edema paru mendadak.[7] Untuk meminimalkan risiko CRS dan mengimbangi beberapa efek samping ringan yang dialami pasien, glukokortikoid (seperti metilprednisolon), parasetamol, dan difenhidramin diberikan sebelum infus.[9]

Efek samping lainnya termasuk leukopenia, serta peningkatan risiko infeksi berat dan keganasan yang khas pada terapi imunosupresif. Efek samping neurologis seperti meningitis aseptik dan ensefalopati telah diamati. Kemungkinan, efek samping ini juga disebabkan oleh aktivasi sel T.[7]

Penggunaan berulang dapat mengakibatkan takifilaksis (penurunan efektivitas) akibat pembentukan antibodi anti-mencit pada pasien, yang mempercepat eliminasi obat. Hal ini juga dapat menyebabkan reaksi anafilaksis terhadap protein mencit,[2] yang mungkin sulit dibedakan dari CRS.

Farmakologi

Sel T mengenali antigen terutama melalui reseptor sel T (TCR).[10]: 160  CD3 adalah salah satu protein yang membentuk kompleks TCR.[10]: 166  TCR mentransduksi sinyal bagi sel T untuk berproliferasi dan menyerang antigen.[10]: 160 

Muromonab-CD3 adalah antibodi IgG2a monoklonal murinae (subfamili hewan pengerat yang terdiri dari tikus dunia lama dan mencit) yang dibuat menggunakan teknologi hibridoma.[11] Ia mengikat kompleks reseptor sel T-CD3 (khususnya rantai epsilon CD3) pada permukaan sel T yang bersirkulasi, yang awalnya menyebabkan aktivasi,[9] tetapi kemudian menginduksi pembersihan kompleks TCR dari permukaan sel dan apoptosis sel T.[12] Ini melindungi transplantasi dari sel T.[2][7] Ketika diberikan untuk induksi transplantasi, obat ini diberikan setiap hari setelahnya hingga 7 hari.[9]

Antibodi monoklonal baru yang sedang dikembangkan dengan mekanisme kerja yang sama meliputi oteliksizumab (juga dikenal sebagai TRX4), teplizumab (juga dikenal sebagai hOKT3γ1(Ala-Ala)), visilizumab, dan foralumab. Obat-obatan ini sedang diteliti untuk pengobatan kondisi lain seperti penyakit Crohn, kolitis ulseratif, dan diabetes melitus tipe 1.

Masyarakat dan budaya

Status hukum

Orthoclone OKT3 ditarik dari pasar AS pada tahun 2010.[13]

Penelitian

Obat ini juga telah diteliti penggunaannya dalam pengobatan leukemia limfoblastik akut sel T.[14]

Referensi

  1. ↑ Midtvedt K, Fauchald P, Lien B, Hartmann A, Albrechtsen D, Bjerkely BL, Leivestad T, Brekke IB (Februari 2003). "Individualized T cell monitored administration of ATG versus OKT3 in steroid-resistant kidney graft rejection". Clinical Transplantation. 17 (1): 69–74. doi:10.1034/j.1399-0012.2003.02105.x. PMID 12588325. S2CID 8677441.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 Mutschler E, Geisslinger G, Kroemer HK, Schäfer-Korting M (2001). Arzneimittelwirkungen (dalam bahasa Jerman) (Edisi 8). Stuttgart: Wissenschaftliche Verlagsgesellschaft. hlm. 937. ISBN 3-8047-1763-2.
  3. ↑ "muromonab-CD3". Guide to Pharmacology. IUPHAR/BPS. Diakses tanggal 21 Agustus 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Smith SL (September 1996). "Ten years of Orthoclone OKT3 (muromonab-CD3): a review". Journal of Transplant Coordination. 6 (3): 109–119, quiz 119–1. doi:10.7182/prtr.1.6.3.8145l3u185493182tidak aktif 1 Juli 2025. PMID 9188368.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per Juli 2025 (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Abdi R, Martin S, Gabardi S (2009). "Immunosuppressive Strategies in Human Renal Transplantation – Induction Therapy" (PDF). Nephrology Rounds. 7 (4). Diakses tanggal 11 November 2012.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  6. ↑ Mahmud N, Klipa D, Ahsan N (2010). "Antibody immunosuppressive therapy in solid-organ transplant: Part I". mAbs. 2 (2): 148–156. doi:10.4161/mabs.2.2.11159. PMC 2840233. PMID 20150766.
  7. 1 2 3 4 5 "Orthoclone OKT3". Professional Drug Information. Drugs.com. Diarsipkan dari asli tanggal 3 Maret 2016. Diakses tanggal 3 Januari 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Abramowicz D, Schandene L, Goldman M, Crusiaux A, Vereerstraeten P, De Pauw L, Wybran J, Kinnaert P, Dupont E, Toussaint C (April 1989). "Release of tumor necrosis factor, interleukin-2, and gamma-interferon in serum after injection of OKT3 monoclonal antibody in kidney transplant recipients". Transplantation. 47 (4): 606–608. doi:10.1097/00007890-198904000-00008. PMID 2523100. S2CID 22740065.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 3 Bhorade SM, Stern E (Januari 2009). "Immunosuppression for lung transplantation". Proceedings of the American Thoracic Society. 6 (1): 47–53. doi:10.1513/pats.200808-096go. PMID 19131530.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 3 Rich R (2013). Clinical immunology : principles and practice (Edisi 4th). London: Elsevier. ISBN 978-0-7234-3710-9. OCLC 823736017.
  11. ↑ Sgro C (Desember 1995). "Side-effects of a monoclonal antibody, muromonab CD3/orthoclone OKT3: bibliographic review". Toxicology. Immunotoxicology Papers presented at the Third Summer School in Immunotoxicology. 105 (1): 23–29. Bibcode:1995Toxgy.105...23S. doi:10.1016/0300-483X(95)03123-W. PMID 8638282.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Benekli M, Hahn T, Williams BT, Cooper M, Roy HN, Wallace P, Stewart C, Bambach B, McCarthy PL (September 2006). "Muromonab-CD3 (Orthoclone OKT3), methylprednisolone and cyclosporine for acute graft-versus-host disease prophylaxis in allogeneic bone marrow transplantation". Bone Marrow Transplantation. 38 (5): 365–370. doi:10.1038/sj.bmt.1705450. PMID 16862164. S2CID 31056997.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Drug Record: Muromonab-CD3". Livertox: Clinical and Research Information on Drug-Induced Liver Injury. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. 2012. PMID 31643905.
  14. ↑ Gramatzki M, Burger R, Strobel G, Trautmann U, Bartram CR, Helm G, Horneff G, Alsalameh S, Jonker M, Gebhart E (Maret 1995). "Therapy with OKT3 monoclonal antibody in refractory T cell acute lymphoblastic leukemia induces interleukin-2 responsiveness". Leukemia. 9 (3): 382–390. PMID 7885036.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjutan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan