
Dalam konsep psikologis, multitugas (bahasa Inggris:multitasking) mengacu pada perilaku seseorang yang mampu membagi perhatiannya pada lebih dari satu tugas atau aktivitas pada saat yang bersamaan, seperti berbicara di telepon sambil mengemudi mobil.
Multitugas sangat rentan terhadap kesalahan karena atensi (perhatian) yang terbagi, serta pemborosan waktu akibat pengecekan silang sewaktu peralihan fokus untuk meminimalkan kesalahan. Kemahiran dalam melakukan tugas-tugas tertentu dan dalam mengalihkan perhatian antartugas dengan kesalahan yang minim mungkin saja membuka peluang yang lebih besar bagi seseorang untuk melakukan tugas-tugas tersebut dengan lebih baik. Meskipun demikian, hal tersebut tidak menjamin bahwa seseorang mahir dalam melakukan multitugas atau bahwa seseorang menyelesaikan lebih banyak pekerjaan saat multitugas.[1][2]
Multitugas sering kali menimbulkan stres bagi mental dan fisik yang melakukannya.[3] Oleh karena itu, multitugas sering digunakan sebagai parameter dalam eksperimen laboratorium untuk mempelajari lingkungan yang penuh tekanan.[4] Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang melakukan multitugas dalam lingkungan baru yang butuh pembelajaran lebih buruk dalam menerima dan mempelajari informasi baru bila dibandingkan dengan orang-orang yang perhatiannya terfokus kepada tugas-tugas tertentu.[5][6][7]
Kata "multitugas" dipinjam dari istilah yang sama yang digunakan dalam ilmu komputasi. Istilah tersebut pertama kali muncul dalam publikasi makalah IBM yang menjelaskan kemampuan IBM System/360 pada tahun 1965.
Lihat pula
- Kelinglungan
- Kelelahan perhatian terarah
- Prinsip Pareto
- Kaidah Parkinson
- Polikronisitas
- Manajemen waktu
Referensi
- ↑ Pashler Harold (1994). "Dual-task interference in simple tasks: Data and theory". Psychological Bulletin. 116 (2): 220–244. Bibcode:1994PsycB.116..220P. doi:10.1037/0033-2909.116.2.220. PMID 7972591.
- ↑ Wallis, Claudia (Maret 19, 2006). "The Multitasking Generation" (PDF). Time. 167 (13): 48–55. PMID 16579497. Diakses tanggal 2010-04-26.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Wetherell, Mark A.; Carter, Kirsty (April 2014). "The Multitasking Framework: The Effects of Increasing Workload on Acute Psychobiological Stress Reactivity". Stress and Health (dalam bahasa Inggris). 30 (2): 103–109. doi:10.1002/smi.2496. ISSN 1532-3005. PMID 23723144.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Heid, Markham (23 Januari 2024). "That Smartphone in Your Hand Changes How You Walk". The New York Times. When scientists want to study stress, they often ask people to perform several tasks at once. That's because multitasking is a reliable way to stress people out.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Mayer, Richard E.; Moreno, Roxana (2003-01-01). "Nine Ways to Reduce Cognitive Load in Multimedia Learning". Educational Psychologist. 38 (1): 43–52. doi:10.1207/s15326985ep3801_6. ISSN 0046-1520.
- ↑ Carrier, L. Mark; Rosen, Larry D.; Cheever, Nancy A.; Lim, Alex F. (2015-03-01). "Causes, effects, and practicalities of everyday multitasking". Developmental Review. Special Issue: Living in the "Net" Generation: Multitasking, Learning, and Development. 35: 64–78. doi:10.1016/j.dr.2014.12.005. ISSN 0273-2297.
- ↑ Peng, Yaoping; Tullis, Jonathan G. (2021-12-01). "Dividing attention impairs metacognitive control more than monitoring". Psychonomic Bulletin & Review (dalam bahasa Inggris). 28 (6): 2064–2074. doi:10.3758/s13423-021-01950-9. ISSN 1531-5320. PMC 8205317. PMID 34131889.
Bacaan lebih lanjut
- Allen, David (2003). Getting Things Done. Penguin. ISBN 978-1-101-12849-7.
- Multitaskers bad at multitasking – BBC News Monday, August 24, 2009
- Diarsipkan April 27, 2021, di Wayback Machine - The Problems With Multitasking
- – The Multitasking Virus and the End of Learning?
- Ferriss, Timothy (2007). The 4-Hour Workweek: Escape 9–5, Live Anywhere, and Join the New Rich. New York: Crown Publishers. ISBN 978-0-307-35313-9.
- Laws, Keith R; Stoet, Gijsbert; O'Connor, Daryl B; Conner, Mark (Oktober 2013). "Are women better than men at multi-tasking?". BMC Psychology. 1 (1): 18. doi:10.1186/2050-7283-1-18.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Miller, George A. (1956). "The Magical Number Seven, Plus or Minus Two: Some Limits On Our Capacity for Processing Information". Psychological Review. 63 (2): 81–97. doi:10.1037/h0043158. PMID 13310704.
- Strayer David L.; Drews Frank A.; Crouch Dennis J. (2006). "A Comparison of the Cell Phone Driver and the Drunk Driver". Human Factors. 48 (2): 381–91. doi:10.1518/001872006777724471. PMID 16884056.
- Appelbaum, Steven H.; Marchionni, Adam; Fernandez, Arturo (2008). "The multi-tasking paradox: perceptions, problems and strategies". Management Decision. 46 (9): 1313–1325. doi:10.1108/00251740810911966.
- Gladstones, W. H.; Regan, M. A.; Lee, R. B. (1989). "Division of attention: The single-channel hypothesis revisited". Quarterly Journal of Experimental Psychology: Human Experimental Psychology. 41 (A): 1–17. doi:10.1080/14640748908402350.
- Pashler, H. (1994). "Dual-task interference in simple tasks: Data and theory" (PDF). Psychological Bulletin. 116 (2): 220–244. Bibcode:1994PsycB.116..220P. doi:10.1037/0033-2909.116.2.220. PMID 7972591. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-04-24. Diakses tanggal November 4, 2008.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Payne, S. J.; Duggan, G. B.; Neth, H. (2007). "Discretionary task interleaving: Heuristics for time allocation in cognitive foraging" (PDF). Journal of Experimental Psychology: General. 136 (3): 370–388. doi:10.1037/0096-3445.136.3.370. PMID 17696689.
- Kirn, Walter (2007). "The autumn of the multitaskers". The Atlantic Monthly (Nov. 2007). Diarsipkan dari asli tanggal 2010-04-06. Diakses tanggal November 4, 2008.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Ren, Dongning; Zhou, Haotian; Fu, Xiaolan (Agustus 2009). "A Deeper Look at Gender Difference in Multitasking: Gender-Specific Mechanism of Cognitive Control". 2009 Fifth International Conference on Natural Computation. IEEE Xplore - digital library. hlm. 13–17. doi:10.1109/ICNC.2009.542. ISBN 978-0-7695-3736-8.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
- FRONTLINE. PBS. WGBH.
{{cite episode}}:|access-date=memerlukan|url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Richtel, Matt (Juni 6, 2010). "Hooked on Gadgets, and Paying a Mental Price". The New York Times. Diakses tanggal Desember 30, 2014.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Hamilton, Jon (Oktober 2, 2008). "Think You're Multi-tasking? Think Again". NPR. Diakses tanggal Desember 30, 2014.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Konnikova, Maria (Mei 7, 2014). "Most People Can't Multitask, But a Few Are Exceptional". The New Yorker. Diakses tanggal Desember 30, 2014.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)