Kamis, 15 Oktober 2026
08:51 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus

Muhammad al-Qunawi

Bagikan:

Muhammad bin al-Katib Sinan al-Qunawi (?-1524) adalah seorang ahli astronomi dan juru waktu (muwaqqit) yang hidup pada masa Kesultanan Utsmaniyah. Ia dikenal sebagai seorang pelopor dalam mengembangkan instrumen dalam menghitung waktu melalui ilmu astronomi. Di antara karyanya yang terkenal berjudul Hadiyat al-Muluk ("Hadiah untuk Para Raja") yang ditujukan untuk Sultan Bayezid II serta Mizan al-Kawakib ("Neraca Bintang-Bintang") yang berisi tabel untuk menghitung waktu dengan mengamati bintang-bintang. Ia tercatat menghasilkan 7 buku astronomi berbahasa Arab dan 4 buku astronomi berbahasa Turki. Ia meninggal pada tahun 1524. Setelah kematiannya, penemuannya dikembangkan oleh Mustafa bin Ali al-Muwaqqit, kepala dewan astronom pada masa Sultan Süleyman I.[1]

Asal

Informasi terkait biografi Muhammad al-Qunawi sangat sedikit. Nama belakangnya, al-Qunawi, mengindikasikan ia berasal dari Kota Konya yang sekarang berada di Provinsi Konya, Turki. Ayahnya bernama Sinan yang berprofesi sebagai seorang juru tulis kesultanan atau Katib pada masa Kesultanan Utsmaniyah.[1]

Referensi

  1. 1 2 Hockey, Thomas; et al. (2007). The Biographical Encyclopedia of Astronomers, Springer Reference. New York: Springer. hlm. 945–946.{{cite book}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |last=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan