Sabtu, 03 Oktober 2026
01:29 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Muhammad Hasan

ulama Indonesia (1932-2007)

Bagikan:
Muhammad Hasan
Kehidupan pribadi
Lahir(1932-01-01)1 Januari 1932
Anak7, termasuk Chamzah Hasan
Dikenal karenaPendiri Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Banjarnegara
PekerjaanUlama

K.H Muhammad Hasan (Bahasa arab : محمد حسن), (1 Januari 1932 – 25 Desember 2007) adalah seorang ulama yang berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah. Ia merupakan pendakwah ajaran islam di Banjarnegara sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin Banjarnegara yang kemudian berkembang sebagai pondok pesantren sekaligus Madrasah Diniyah Tanbihul Ghofilin Banjarnegara.

Kehidupan

K.H Muhammad Hasan lahir pada tanggal 1 Januari 1932. Sedari kecil ia telah dididik dengan pendidikan agama yang ketat oleh orang tuanya. Ia merupakan salah satu putra dari enam putra K.H Abdul Bashor. Saat menginjak dewasa Ia menikah dengan seorang wanita bernama Marfu'ah Hasan dan memiliki 7 orang putra-putri. Semasa hidupnya ia pernah menimba ilmu di beberapa Pondok Pesantren baik di Jawa Tengah, Jawa Timur maupun sampai ke Luar Negeri.

KH. Mohammad Hasan wafat pada Selasa Legi 25 Desember 2007 (15 Dzulhijjah 1428 H) Tepat, tidak berapa lama setelah pulang dari Makkah, ia wafat pada usia 75 tahun dan di makamkan di dalam kompleks putri Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin, Mantrianom, Bawang, Banjarnegara.[1]

Sanad ilmu dan pendidikan

K.H Muhammad Hasan pernah menuntut ilmu ke pesantren di Tuban, yakni Pesantren Raudhatut Thalibin (Tanggir) Singgahan. Ia berguru kepada K.H Muslih atau K.H Soim. Selepas menimba ilmu dari Tuban, ia kemudian mondok ke Ma’had Al-Ihsan Jampes Kediri Jawa Timur yang diasuh K.H Ihsan bin Dahlan Al-Jampesi. Syekh Ihsan bin Muhammad Dahlan (1901 - wafat 15 September 1954) adalah seorang kiai tradisional produktif pengarang kitab seperti kitab Sirajut Thalibin, Tasrihul Ibarat, Minhajul Imdad, Irsyadul Ikhwan fi Bayani al-hukmu al-qohwa wad dukhan. Belum puas menuntut ilmu dari Kediri, KH Mohammad Hasan kemudian melanjutkan menimba ilmu ke Pondok Soditan, Kecamatan Lasem, Rembang yang diasuh K.H Maksum serta Pesantren Syekh Kholil Kabupaten Bangkalan, Madura[2] Di antara para guru-gurunya termasuk Syekh Kholil Bangkalan[3]

Mendirikan Pesantren

Setelah 15 tahun menimba ilmu di Tanggir, Lasem, dan Pondok Pesantren lain di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pada tahun 1960, K.H. Muhammad Hasan bersama saudaranya, K.H. Ahmad Basyuni, mendirikan Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin di Banjarnegara.[butuh rujukan]

Awalnya pesantren ini hanya berupa mushola kecil untuk pengajian masyarakat, yang kemudian berkembang menjadi lembaga pesantren dengan fasilitas asrama untuk santri. Sampai Pada tahun 1964 Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin mulai dibangun guna mewujudkan kesadaran akan pentingnya pendidikan ajaran islam bagi masyarakat Banjarnegara.[butuh rujukan]

Pada 1971 bangunan bertambah sehingga memiliki dua lokal bangunan tempat belajar mengajar sekaligus tempat tinggal santri. Kemudian pada 1997, KH. Ahmad Basyuni Wafat, lalu pondok pesantren diasuh sendiri oleh KH. Muhammad Hasan. Pada 25 Desember 2007, setelah melaksanakan ibadah umroh, KH. Muhammad Hasan wafat dan pesantren pun diteruskan oleh putranya yaitu KH. M. Chamzah Hasan.[4]

Referensi

  1. ↑ "Lebih Dekat dengan KH Mohammad Hasan Pengasuh Pesantren Tanbihul Ghofilin Banjarnegara". NU Online. Diakses tanggal 2025-01-19.
  2. ↑ "KH Mohammad Hasan Banjarnegara - Jaringan Santri". 2020-10-30. Diakses tanggal 2025-01-19.
  3. ↑ DIA, Yayasan (2022-02-07). "Biografi KH. Mohammad Hasan Banjarnegara". Biografi KH. Mohammad Hasan Banjarnegara. Diakses tanggal 2025-01-19.
  4. ↑ "Tentang Kami". Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin. Diakses tanggal 2025-01-19.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan