Selasa, 20 Oktober 2026
18:23 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Monyet douc

Monyet douc

genus mamalia

Bagikan:
Monyet douc[1]
250px-Red-shanked_Douc_%28Pygathrix_nemaeus%29_-Philadelphia_Zoo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Douc betis-merah (Pygathrix nemaeus) di Kebun Binatang Philadelphia
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Famili: Cercopithecidae
Subfamili: Colobinae
Tribus: Presbytini
Genus: Pygathrix
É. Geoffroy, 1812
Spesies tipe
Simia nemaeus
Linnaeus, 1771
Spesies

Lihat teks

Artikel takson sembarang

Monyet douc[2] atau langur douc (dieja "duk") adalah jenis-jenis monyet dalam genus Pygathrix. Genus ini beranggotakan monyet-monyet dunia lama dalam subfamili Colobinae yang berasal dari Asia Tenggara. Genus ini mencakup tiga spesies; douc betis merah, douc betis hitam dan douc betis kelabu.

Klasifikasi

Meski salah satu nama umum mereka adalah "langur douc", kelompok monyet ini lebih berkerabat dekat dengan bekantan dan monyet hidung-pesek daripada langur apa pun.

Genus Pygathrix – Linnaeus, 1771 – tiga spesies
Nama umum Nama ilmiah dan subspesies Sebaran Ukuran dan ekologi Status IUCN dan estimasi jumlah populasi
Douc betis hitam

Gray monkey

P. nigripes
(A. Milne-Edwards, 1871)
Asia Tenggara
Map of range
Ukuran: 60–76 cm (24–30 in), dengan ekor sepanjang 56–76 cm (22–30 in)[3]

Habitat: Hutan[4]

Makanan: Daun, serta biji, buah dan bunga[4]
 CR 


Tidak diketahui Population declining[4]

Douc abu-abu

Gray monkey

P. cinerea
Nadler, 1997
Asia Tenggara
Map of range
Ukuran: Sekitar 60 cm (24 in), dengan ekor sepanjang 59–68 cm (23–27 in)[3]

Habitat: Hutan[5]

Makanan: Daun, serta kuncup, buah, biji, dan bunga[6]
 CR 


Tidak diketahui Population declining[5]

Douc betis merah

Gray and brown monkey

P. nemaeus
(Linnaeus, 1771)
Asia Tenggara
Map of range
Ukuran: 61–77 cm (24–30 in), dengan ekor sepanjang 55–77 cm (22–30 in)[7]

Habitat: Hutan[8]

Makanan: Daun, serta buah yang belum matang, biji, dan bunga[7]
 CR 


Tidak diketahui Population declining[8]

Referensi

  1. ↑ Groves, C.P. (2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 173. ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494.
  2. ↑ Rifda, Arum (2023-07-26). "Daftar Nama Hewan dari D". Best Seller Gramedia. Diakses tanggal 2026-04-12.
  3. 1 2 Petter; Desbordes, p. 118
  4. 1 2 3 Duc, H.; Quyet, L. K.; Rawson, B. M.; O'Brien, J.; Covert, H. (2021) [amended version of 2020 assessment]. "Pygathrix nigripes". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T39828A196138291. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-1.RLTS.T39828A196138291.en.
  5. 1 2 Long, H. T.; Duc, H.; Quyet, L. K.; Rawson, B. M.; Nadler, T.; Covert, H. (2020). "Pygathrix cinerea". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T39827A17941672. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T39827A17941672.en.
  6. ↑ Berger, Matt (2009). "Pygathrix cinerea". Animal Diversity Web. University of Michigan. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 24, 2023. Diakses tanggal Juli 24, 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 Hara, Carla (2003). "Pygathrix nemaeus". Animal Diversity Web. University of Michigan. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 12, 2023. Diakses tanggal Juli 24, 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 Coudrat, C. N. Z.; Quyet, L. K.; Duc, H.; Phiaphalath, P.; Rawson, B. M.; Nadler, T.; Ulibarri, L.; Duckworth, J. W. (2020). "Pygathrix nemaeus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T39826A17941247. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T39826A17941247.en.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan