Sabtu, 07 November 2026
18:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Monyet douc

Monyet douc

genus mamalia

Bagikan:
Monyet douc[1]
250px-Red-shanked_Douc_%28Pygathrix_nemaeus%29_-Philadelphia_Zoo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Douc betis-merah (Pygathrix nemaeus) di Kebun Binatang Philadelphia
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Subordo: Haplorhini
Infraordo: Simiiformes
Famili: Cercopithecidae
Subfamili: Colobinae
Tribus: Presbytini
Genus: Pygathrix
É. Geoffroy, 1812
Spesies tipe
Simia nemaeus
Linnaeus, 1771
Spesies

Lihat teks

Artikel takson sembarang

Monyet douc[2] atau langur douc (dieja "duk") adalah jenis-jenis monyet dalam genus Pygathrix. Genus ini beranggotakan monyet-monyet dunia lama dalam subfamili Colobinae yang berasal dari Asia Tenggara. Genus ini mencakup tiga spesies; douc betis merah, douc betis hitam dan douc betis kelabu.

Klasifikasi

Meski salah satu nama umum mereka adalah "langur douc", kelompok monyet ini lebih berkerabat dekat dengan bekantan dan monyet hidung-pesek daripada langur apa pun.

Genus Pygathrix – Linnaeus, 1771 – tiga spesies
Nama umum Nama ilmiah dan subspesies Sebaran Ukuran dan ekologi Status IUCN dan estimasi jumlah populasi
Douc betis hitam

Gray monkey

P. nigripes
(A. Milne-Edwards, 1871)
Asia Tenggara
Map of range
Ukuran: 60–76 cm (24–30 in), dengan ekor sepanjang 56–76 cm (22–30 in)[3]

Habitat: Hutan[4]

Makanan: Daun, serta biji, buah dan bunga[4]
 CR 


Tidak diketahui Population declining[4]

Douc abu-abu

Gray monkey

P. cinerea
Nadler, 1997
Asia Tenggara
Map of range
Ukuran: Sekitar 60 cm (24 in), dengan ekor sepanjang 59–68 cm (23–27 in)[3]

Habitat: Hutan[5]

Makanan: Daun, serta kuncup, buah, biji, dan bunga[6]
 CR 


Tidak diketahui Population declining[5]

Douc betis merah

Gray and brown monkey

P. nemaeus
(Linnaeus, 1771)
Asia Tenggara
Map of range
Ukuran: 61–77 cm (24–30 in), dengan ekor sepanjang 55–77 cm (22–30 in)[7]

Habitat: Hutan[8]

Makanan: Daun, serta buah yang belum matang, biji, dan bunga[7]
 CR 


Tidak diketahui Population declining[8]

Referensi

  1. ↑ Groves, C.P. (2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 173. ISBN 0-801-88221-4. OCLC 62265494.
  2. ↑ Rifda, Arum (2023-07-26). "Daftar Nama Hewan dari D". Best Seller Gramedia. Diakses tanggal 2026-04-12.
  3. 1 2 Petter; Desbordes, p. 118
  4. 1 2 3 Duc, H.; Quyet, L. K.; Rawson, B. M.; O'Brien, J.; Covert, H. (2021) [amended version of 2020 assessment]. "Pygathrix nigripes". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T39828A196138291. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-1.RLTS.T39828A196138291.en.
  5. 1 2 Long, H. T.; Duc, H.; Quyet, L. K.; Rawson, B. M.; Nadler, T.; Covert, H. (2020). "Pygathrix cinerea". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T39827A17941672. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T39827A17941672.en.
  6. ↑ Berger, Matt (2009). "Pygathrix cinerea". Animal Diversity Web. University of Michigan. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 24, 2023. Diakses tanggal Juli 24, 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 Hara, Carla (2003). "Pygathrix nemaeus". Animal Diversity Web. University of Michigan. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Agustus 12, 2023. Diakses tanggal Juli 24, 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 Coudrat, C. N. Z.; Quyet, L. K.; Duc, H.; Phiaphalath, P.; Rawson, B. M.; Nadler, T.; Ulibarri, L.; Duckworth, J. W. (2020). "Pygathrix nemaeus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T39826A17941247. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-2.RLTS.T39826A17941247.en.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan