Sabtu, 26 September 2026
15:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Ras Mongoloid

Pengelompokan manusia yang sudah usang

Ras Mongoloid adalah pengelompokan ras yang sudah usang terhadap pelbagai penduduk asli yang menghuni sebagian besar Asia, Amerika, dan beberapa wilayah di Eropa dan Oseania. Istilah ini berasal dari teori ras biologis yang sekarang sudah tidak terbukti.[1] Di masa lalu, istilah lain seperti "ras Mongolia", "kulit kuning", "Asian", dan "Oriental" telah digunakan sebagai sinonim.

Konsep membagi manusia menjadi ras Mongoloid, Kaukasoid, dan Negroid diperkenalkan pada tahun 1780-an oleh para anggota mazhab sejarah Göttingen. Konsep ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh para cendekiawan Barat dalam konteks ideologi rasis selama era kolonialisme.[2] Dengan munculnya ilmu pengetahuan modern, konsep ras manusia yang berbeda dalam arti biologis menjadi tidak relevan. Pada tahun 2019, Asosiasi Antropolog Biologi Amerika menyatakan: "Kepercayaan terhadap 'ras' sebagai aspek alamiah dari biologi manusia, dan struktur ketidaksetaraan (rasisme) yang muncul dari kepercayaan semacam itu, merupakan salah satu elemen yang paling merusak dalam kehidupan manusia, baik saat ini maupun pada masa lalu."[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Templeton, A. (2016). "Evolution and Notions of Human Race". Dalam Losos, J.; Lenski, R. (ed.). How Evolution Shapes Our Lives: Essays on Biology and Society. Princeton; Oxford: Princeton University Press. hlm. 346–361. doi:10.2307/j.ctv7h0s6j.26.
  2. 1 2 American Association of Physical Anthropologists (27 Maret 2019). "AAPA Statement on Race and Racism". American Association of Physical Anthropologists. Diakses tanggal 19 Juni 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) The organization has since been renamed the American Association of Biological Anthropologists.
Beberapa ras manusia yang dulu pernah dipercayai ada
60px-Female_Male_Figure.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Warna kulit
Anthropologi
Sub-types
Multirasial
Penulis
Karya/Tulisan
Teori
Hubungan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan