Sabtu, 24 Oktober 2026
07:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Mohammad Nasikin

Bagikan:
Mohammad Nasikin
Lahir01 Mei 1961 (umur 65)
AlmamaterInstitut Teknologi Sepuluh Nopember
Institut Teknologi Tokyo
Universitas Indonesia[2]
PekerjaanProfesor teknik kimia
Dikenal karenaBioPower
PenghargaanHabibie Award 2013[3]

Mohammad Nasikin (lahir 01 Mei 1961) adalah seorang guru besar teknik kimia di Universitas Indonesia. Nasikin adalah pendidik dan peneliti. Ia meraih berbagai penghargaan, termasuk Habibie Award untuk Ilmu Rekayasa, 2013. Penemuannya paling dikenal adalah BioPower, cairan penghemat bahan bakar diesel yang bisa mengurangi konsumsi hingga 10%.[1][3] Ia aktif dalam memimpin kerja sama riset dan pengembangan teknologi, antar perguruan tinggi dalam negeri dan luar negeri. Ia juga bergelut di bidang pemanfaatan produk riset laboratorium dengan industri dalam negeri.

Biografi

Mohammad Nasikin dilahirkan dari keluarga petani di Pilang, Wonoayu, sebuah desa kecil yang berjarak 10 km dari kota Sidoarjo, Jawa Timur.

Nasikin adalah alumni S1 Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), S2 Institut Teknologi Tokyo (Tokodai), dan S3 Universitas Indonesia (UI). Istrinya, Agustin Susilaningtyas, juga merupakan lulusan Teknik Kimia ITS. Ia memiliki 2 orang anak yang diberikan nama sesuai dengan nomor atom pada tahun kelahiran mereka masing-masing, yaitu Radon Dhelika dan Radyum Ikono (sesuai unsur Radon - nomor atom 86, dan Radium - 88).

Setelah lulus S1, ia menjadi salah satu dosen pionir di Jurusan Teknik Gas dan Petrokimia UI (saat ini Teknik Kimia UI). Hingga saat ini, Nasikin telah mengabdi sebagai dosen di Universitas Indonesia selama hampir 30 tahun. Kontribusi dan prestasinya di UI antara lain adalah, menjadi satu-satunya dosen Universitas Indonesia yang menjadi Juara 1 Dosen Berprestasi tingkat Nasional, memenangkan puluhan hibah penelitian, dan mendapatkan penghargaan Habibie Award pada tahun 2013.[4]

Karier

Nasikin memulai kariernya sebagai salah satu dosen pionir di Departemen Teknik Gas dan Petrokimia UI pada tahun 1985. Ia pernah menjadi Asisten Ketua Jurusan Teknik Kimia UI di bidang pendidikan, Kepala Lab Operasi Teknik, Kepala Lab Rekayasa Reaksi Kimia, dan saat ini ia tetap menjabat sebagai Ketua Grup Riset Natural & Chemical Product Design. Ia juga sering didaulat menjadi Koordinator kerja sama UI dengan pihak eksternal, seperti kerja sama JSPS Jepang - Indonesia, kerja sama penelitian Pertamina - UI, dan Sakura Project yang merupakan kerja sama antara Tokyo Institute of Technology dengan Universitas Indonesia. Ia dikukuhkan sebagai profesor di Universitas Indonesia pada tahun 2004.

Nasikin termasuk akademisi yang produktif dalam kariernya di dunia penelitian ilmiah. Ia telah mendapat lebih dari 25 hibah riset dalam dan luar negeri dengan nilai miliaran rupiah selama menjadi dosen UI, diantaranya hibah dari Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Kementrian Riset dan Teknologi, UI, Ditjen Migas, Osaka Gas, Pertamina, dan Association of International Exchange, Japan (AIEJ).[butuh rujukan] Karena banyak risetnya yang mendapat hibah dan penghargaan, ia sering diminta untuk menjadi reviewer hibah riset dan berbagai penghargaan penelitian di Indonesia, diataranya hibah PUSNAS - Dikti, hibah Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Departemen Keuangan, Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa, dan TNI Innovative Award.[5]

Karier struktural Nasikin di UI antara lain sebagai Ketua Departemen Teknik Kimia UI periode 2003-2007 dan Ketua Senat Akademik Universitas Indonesia periode 2007-2011. Saat ini ia juga aktif sebagai anggota Litbang BBN Kementrian ESDM, Dewan Pertimbangan Industri Bersih Kemenperin, dan Komisi Bandin Paten, Ditjen HKI, Kemenhumham. Pada pemilihan rektor UI 2014, ia menjadi salah satu calon, dan pada putaran akhir berada di posisi kedua setelah rektor terpilih Muhammad Anis.

Riset

Dari hasil penelitian yang dilakukan, hingga saat ini ia telah memiliki 4 buah paten, yaitu:

  • Paten No.ID 0019843: Aditif untuk minyak solar
  • Paten No.ID 0018225: Alat pengkaya oksigen
  • Paten No. ID 00036251B: Bio-bensin
  • Paten No. P00201400091: Aspal dari Asbuton

Selain riset berskala laboratorium, beberapa hasil riset Prof. Nasikin sudah berhasil menjadi industri. Aditif solar yang ia hasilkan dari risetnya, kini telah dikomersialisasikan di bawah Pt. Saltindo Nusa Pratama dengan merek "BioPower".[6] Sementara paten ia yang terbaru, Aspal dari Asbuton, akan segera masuk industri dengan menggandeng PT. Wijaya Karya.

Penghargaan

Penghargaan yang diterima Nasikin diantaranya:

  • Habibie Award (2013) di bidang Ilmu Rekayasa[7][8]
  • Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa (2012) dalam kategori Teknologi yang dilindungi Hak Paten, diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pertanian[9]
  • Tokoh Peneliti Majalah Tempo[10]
  • Outstanding Academic Staff (2012) dari Asosiasi Pendidikan Teknik Kimia (APTEKINDO)
  • Fahmi Idris Award (2007), sebagai peneliti terbaik Universitas Indonesia
  • Satyalancana Karya Satya 20 Tahun (2007)
  • Juara 1 Dosen Berprestasi Tingkat Nasional (2004) dari Mendiknas[11]
  • Juara 1 Dosen Berprestasi Tingkat Universitas Indonesia (2004)
  • Juara 1 Dosen Berprestasi Tingkat Fakultas Teknik Universitas Indonesia (2003)
  • Dosen Terfavorit Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia (2000-2007)

Karya tulis

Beberapa buku yang ditulis oleh Prof. Nasikin, yaitu:

  • Katalis Heterogen[12]
  • Chemitechnopreneurship[13]

Referensi

  1. 1 2 "Rekayasa Ilmu Hantarkan Nasikin Ke Berbagai Penghargaan". teknopreneur.com. 2013-11-29. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-11. Diakses tanggal 2014-11-11.
  2. ↑ "Mohammad Nasikin - halaman resmi Universitas Indonesia". ui.ac.id.
  3. 1 2 Purwanto, Heru, ed. (2013-11-20). "Four Indonesian scientists win 2013 Habibie Awards". ANTARA News. ANTARA. Diakses tanggal 2014-11-11.
  4. ↑ Santoso, Imam (19 November 2013). Saputra, Desy (ed.). "Habibie Center berikan penghargaan kepada empat ilmuwan". ANTARA News.{{cite news}}: |author= and |last= ditentukan lebih dari satu kaliPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Panglima TNI Mencari Prajurit Inovatif". Republika Online.
  6. ↑ "PT. Saltindo Nusa Pratama".
  7. ↑ "Rekayasa Ilmu Hantarkan Nasikin Ke Berbagai Penghargaan". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-11. Diakses tanggal 2014-11-11.
  8. ↑ http://m.bisnis.com/quick-news/read/20131120/79/187560/inilah-4-ilmuan-yang-dapatkan-penghargaan-habibie-award
  9. ↑ http://dikti.go.id/id/2012/11/20/malam-anugerah-kekayaan-intelektual-luar-biasa-2012/[pranala nonaktif permanen]
  10. ↑ http://majalah.tempo.co/konten/2012/08/12/LK/140250/Mohammad-NasikinEnergi-dari-Minyak-Sawit/24/41
  11. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-23. Diakses tanggal 2014-11-11.
  12. ↑ "Buku KATALISIS HETEROGEN ED PERTAMA-MOHAMMAD NASIKIN-UI PRESS-palasarionline.com". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-11. Diakses tanggal 2014-11-11.
  13. ↑ "Chemitechnopreneurship: Menjadi Interprener Berbasis Teknik Kimia Sinergi dengan Berbasis Keilmuan".

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan