Minggu, 18 Oktober 2026
15:03 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Mohammad Arsjad Anwar

Mohammad Arsjad Anwar

ekonom, akademisi Indonesia

Bagikan:
Mohammad Arsjad Anwar
250px-Mohamad_Arsjad_Anwar%2C_Laporan_Rektor_Tahun_1984_%281985%29%2C_p197.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mohamad Arsjad Anwar (1984)
PelafalanMohammad Arsyad Anwar
Lahir(1936-03-06)6 Maret 1936
Kuningan, Jawa Barat
Meninggal25 April 2022(2022-04-25) (umur 86)
PendidikanUniversitas Indonesia (Drs., Dr., Prof.)
University of California (M.B.A.)
Pekerjaandosen, guru besar, ekonom

Prof. Dr. Mohammad Arsjad Anwar (lahir di Kuningan, Jawa Barat, pada 6 Maret 1936. wafat di Jakarta pada tanggal 25 April 2022) adalah ekonom dan akademisi Indonesia.[1]

Latar belakang pendidikan

Mohammad Arsjad Anwar lahir di Kuningan pada 6 Maret 1936 ini menyelesaikan studi S1 di FEUI pada tahun 1962. Dia memperoleh gelar master di bidang Business Administration dari University of California di Berkeley pada tahun 1966 dan meraih gelar Doktor Ekonomi dari FEUI pada tahun 1983 dengan predikat summa cum laude.[2]

Karier

Karier pendidikan

Pengalaman Prof. Dr. Mohammad Arsjad Anwar di bidang pendidikan dimulai sejak tahun 1956 sebagai Guru SMP Muhammadiyah Jakarta. Pada tahun 1960, dia menjadi Asisten Dosen FEUI. Setelah itu berturut-turut dia menjabat sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik (1984–1988), Koordinator Pascasarjana Ekonomi FEUI (1984–1995), Dekan FEUI (1988–1994), aktif di Senat UI, ikut serta dalam Konsorsium Ilmu Ekonomi (1994–1999), dan menjadi anggota Dewan Perguruan Tinggi (1994–1999). Dia juga memberikan pengajaran di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD), Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (SESKOAL), dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).[3]

Karier peneliti dan pemerintahan

Pengalaman dan karier dia di bidang penelitian juga tidak kalah banyaknya. Dia pernah menjabat sebagai Koordinator Penelitian, kemudian Wakil Direktur, dan Direktur LPEM FEUI. Dia sempat menjadi anggota Pepunas Ristek (1978–1983) yang adalah embrio dari Dewan Riset Nasional (menjadi anggota Dewan Riset Nasional tahun 1983–1993). Dia ikut menjadi peneliti Australian National University (ANU) di Canberra (1978) dalam rangka kerjasama dengan Institute Developing Economies. Penelitiannya yang memiliki dampak besar antara lain adalah “Proyeksi Permintaan dan Penawaran 12 Komoditi Hasil Pertanian”. Setelah ditarik ke Bappenas oleh Prof. Widjojo Nitisastro, dia memegang beberapa posisi penting di pemerintahan, di antaranya sebagai anggota Policy Research Team dan membantu Litbang di Departemen Perdagangan, konsultan Menteri Perindustrian, Staf Ahli Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bidang Pengkajian Ekonomi, Deputi bidang Ekonomi Keuangan pada Menteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, dan setelah pensiun menjadi penasihat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan–Kepala Bappenas. Atas pengabdiannya tersebut, dia dianugerahi Bintang Mahaputra pada tahun 1999.

Referensi

  1. ↑ "Profil Staf Pengajar/Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia". Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Diakses tanggal 9 Juni 2026.
  2. ↑ "Summa Cum Laude untuk Arsjad". Tempo.co. 3 Desember 1983. Diakses tanggal 9 Juni 2026.
  3. ↑ "Profil Prof. Dr. Moh. Arsjad Anwar (Emeritus)". LPEM FEB UI. 6 November 2016. Diakses tanggal 9 Juni 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan