Minggu, 27 September 2026
19:54 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Model propaganda

Model propaganda adalah sebuah model konseptual yang dikembangkan oleh Edward S. Herman dan Noam Chomsky. Model ini dirancang untuk menjelaskan bagaimana media massa, terutama di Amerika Serikat, berfungsi sebagai alat propaganda melalui bias sistemik yang muncul dari struktur ekonomi dan politik media itu sendiri. Model ini menunjukkan bahwa media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memanipulasi opini publik dan menciptakan persetujuan terhadap kebijakan politik, ekonomi, dan sosial tertentu, baik domestik maupun internasional.[1]

Filter

Filter Kepemilikan

Filter ini menjelaskan bagaimana konten media dipengaruhi oleh pemilik platform, yang biasanya merupakan individu kaya atau korporasi dengan kepentingan tertentu. Para pemilik ini memprioritaskan keuntungan dan kekuasaan, membentuk narasi agar sesuai dengan agenda mereka sambil meminggirkan pandangan yang berlawanan. Di era digital saat ini, konsentrasi kepemilikan media oleh segelintir raksasa teknologi memperburuk masalah ini, memungkinkan mereka mengontrol diskursus publik dan memanipulasi opini melalui algoritma yang memperkuat pesan-pesan yang mereka dukung. [2]

Filter iklan

Filter ini membahas bagaimana ketergantungan media pada pendapatan iklan memengaruhi pembuatan konten, dengan mengutamakan kepentingan pengiklan daripada pelayanan publik. Platform media, mulai dari outlet tradisional hingga raksasa digital seperti Google dan Facebook, mendapatkan sebagian besar pendapatan mereka dari iklan yang ditargetkan, yang mendorong produksi konten yang sesuai dengan preferensi pengiklan, seperti materi yang berfokus pada hiburan atau bernuansa politik konservatif. Dinamika ini meminggirkan jurnalisme independen dan kritis, karena jenis media ini sering kali tidak memiliki daya tarik komersial untuk menarik pengiklan. Selain itu, di media sosial, iklan yang ditargetkan memanfaatkan data pengguna, mengaburkan batas antara konten reguler dan materi promosi sehingga meningkatkan dominasi narasi korporasi yang akhirnya membentuk diskursus publik untuk mendukung agenda kapitalis dan elite.[3]

Referensi

  1. ↑ Mullen, Andrew; Klaehn, Jeffery (2010). "The Herman–Chomsky Propaganda Model: A Critical Approach to Analysing Mass Media Behaviour". Sociology Compass (dalam bahasa Inggris). 4 (4): 215–229. doi:10.1111/j.1751-9020.2010.00275.x. ISSN 1751-9020.
  2. ↑ "The Relevance of Chomsky's Media Theory in Today's Digital Landscape: Media Ownership". EAVI (dalam bahasa American English). 2023-11-17. Diakses tanggal 2024-12-18.
  3. ↑ Pedro-Carañana, Joan (2018). Broudy, Daniel; Klaehn, Jeffery (ed.). The Propaganda Model Today: Filtering Perception and Awareness. Critical Digital and Social Media Studies. London: University of Westminster Press. ISBN 978-1-912656-16-5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan