Jumat, 09 Oktober 2026
05:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Model pertumbuhan Malthus

Bagikan:

Model pertumbuhan Malthusian yang juga dikenal sebagai model pertumbuhan eksponensial sederhana, merupakan model matematis yang menggambarkan pertumbuhan populasi yang meningkat secara eksponensial. Prinsip dasarnya adalah bahwa laju perubahan suatu populasi berbanding lurus dengan ukuran populasi tersebut. Model ini dinamai menurut Thomas Robert Malthus, penulis An Essay on the Principle of Population (1798), yang dianggap sebagai salah satu tokoh awal dalam kajian ilmiah mengenai dinamika populasi.[1]

Secara matematis, model pertumbuhan Malthusian dinyatakan dengan persamaan:

P ( t ) = P 0 e r t {\displaystyle P(t)=P_{0}e^{rt}} {\displaystyle P(t)=P_{0}e^{rt}}

Dalam persamaan tersebut, P₀ atau P(0) merupakan jumlah populasi awal, r merupakan laju pertumbuhan populasi, dan t merupakan variabel waktu. Dalam literatur ilmiah, r telah memperoleh berbagai penamaan, misalnya parameter Malthusian menurut Ronald Fisher dalam The Genetical Theory of Natural Selection,[2] atau laju peningkatan intrinsik sebagaimana digunakan oleh Alfred J. Lotka.[3][4]

Persamaan tersebut juga dapat dituliskan dalam bentuk persamaan diferensial :

d P d t = r P {\displaystyle {\frac {dP}{dt}}=rP} {\displaystyle {\frac {dP}{dt}}=rP}

Dengan kondisi awal P(0) = P₀, model ini menggambarkan pertumbuhan populasi yang meningkat secara kontinu tanpa adanya batasan sumber daya. Model ini sering disebut sebagai hukum eksponensial.[5] Dalam ekologi populasi, hukum eksponensial dianggap sebagai salah satu prinsip dasar dinamika populasi dan dikaitkan dengan peran Malthus sebagai perintis konsep tersebut.[6]Hukum eksponensial terkadang disebut sebagai hukum Malthusian.[7] Dalam beberapa kajian teoretis, pertumbuhan Malthusian dianalogikan dengan hukum pertama gerak Newton dalam bidang fisika sebagai sebuah prinsip dasar yang mendasari dinamika suatu sistem.[8]

Malthus menjelaskan bahwa seluruh organisme, termasuk manusia, memiliki kecenderungan alami untuk bertambah jumlahnya secara eksponensial ketika sumber daya tersedia dalam jumlah yang memadai. Namun, pertumbuhan faktual selalu dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya seperti ruang dan ketersediaan makanan. Dalam kerangka ini, Malthus menguraikan bahwa mekanisme pembatas alami muncul melalui berbagai bentuk pengurangan populasi. Pada organisme non-manusia, pembatas tersebut biasanya tampak dalam bentuk kehilangan benih, penyakit, atau kematian dini. Pada manusia, pengaruh pembatas tersebut lebih sering terlihat dalam bentuk kondisi yang menurunkan kesejahteraan sosial.[9]

Gagasan mengenai pembatasan pertumbuhan populasi kemudian mendorong pengembangan model lain yang memasukkan faktor keterbatasan sumber daya. Pada tahun 1838, Pierre François Verhulst mengembangkan model pertumbuhan logistik setelah mempelajari karya Malthus. Model logistik tersebut memformulasikan pertumbuhan populasi yang awalnya eksponensial tetapi kemudian melambat dan mencapai keadaan mantap karena adanya kapasitas dukung lingkungan. Model logistik menjadi pelengkap penting bagi model Malthusian dalam kajian dinamika populasi.[10]

Referensi

  1. ↑ "Malthus, An Essay on the Principle of Population: Library of Economics"
  2. ↑ Fisher, Ronald Aylmer, Sir, 1890-1962. (1999). The genetical theory of natural selection (Edisi A complete variorum). Oxford: Oxford University Press. ISBN 0-19-850440-3. OCLC 45308589.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  3. ↑ Lotka, Alfred J. (Alfred James), 1880-1949. (2013-06-29). Analytical theory of biological populations. New York. ISBN 978-1-4757-9176-1. OCLC 861705456.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  4. ↑ Lotka, Alfred J. (1934). Théorie analytique des associations biologiques. Hermann. OCLC 614057604.
  5. ↑ Turchin, P. "Complex population dynamics: a theoretical/empirical synthesis" Princeton online Diarsipkan 2012-05-09 di Wayback Machine
  6. ↑ Turchin, Peter (2001). "Does population ecology have general laws?". Oikos. 94: 17–26. doi:10.1034/j.1600-0706.2001.11310.x.
  7. ↑ Paul Haemig, "Laws of Population Ecology", 2005
  8. ↑ Ginzburg, Lev R. (1986). "The theory of population dynamics: I. Back to first principles". Journal of Theoretical Biology (dalam bahasa Inggris). 122 (4): 385–399. Bibcode:1986JThBi.122..385G. doi:10.1016/s0022-5193(86)80180-1.
  9. ↑ Thomas Malthus: An Essay on the Principle of Population Year: 1798. Schlager Group Inc. 2024-08-08. ISBN 978-1-961844-23-0.{{cite book}}: horizontal tab karakter dalam |title= pada posisi 56
  10. ↑ Allman, Elizabeth S.; Rhodes, John A. (2003). Mathematical Models in Biology: An Introduction. Cambridge: Cambridge University Press. doi:10.1017/cbo9780511790911. ISBN 978-0-521-81980-0.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan