Rabu, 07 Oktober 2026
08:16 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Teori keadaan tetap

Teori keadaan tetap

Bagikan:
Bagian dari seri
Kosmologi fisik
250px-WMAP_2012.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Dalam kosmologi, teori keadaan tetap adalah model asal-usul alam semesta yang kini sudah tidak digunakan lagi. Dalam permodelan ini, materi baru terus menerus dibuat ketika alam semesta mengembang, sehingga sesuai dengan asas kosmologi sempurna. Akibatnya, walaupun alam semesta mengembang, alam semesta tidak berubah dan tidak ada awal ataupun akhir.

Walaupun populer pada awal abad ke-20, teori ini kini ditolak oleh sebagian besar kosmolog profesional dan ilmuwan lain karena bukti pengamatan menunjukkan kebenaran model ledakan dahsyat dan usia alam semesta yang terbatas. Bukti yang dianggap meruntuhkan teori ini adalah radiasi latar gelombang mikro kosmis yang diprediksi oleh model ledakan dahsyat.

Landasan

Teori keadaan tetap dilandasi oleh pemikiran bahwa alam semesta selalu ada. Kondisi alam semesta selalu tetap sama dalam skala yang besar.[1] Karenanya, alam semesta tidak memiliki awal dan akhir. Proses pembentukan alam semesta berlangsung secara terus-menerus tanpa dibatasi dimensi ruang dan waktu.[2]

Dukungan

Pemikiran yang dicetuskan dalam teori keadaan tetap, memperoleh dukungan dari para ahli astronomi modern pada pertengahan abad ke-20 M.[1] Beberapa di antara pendukung teori keadaan tetap ialah Fred Hoyle, Herman Bondin dan Thomas Gold.[2]

Kegagalan

Teori keadaan tetap mulai tidak didukung setelah diketahui fakta bahwa alam semesta bersifat tidak tetap dan mengalami kecenderungan untuk mengembang.[2]

Referensi

  1. 1 2 Christian, David (2019). Kisah Asal-Usul. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 18. ISBN 978-602-06-2042-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 Ami, M. S., dan Damayanti, P. (2021). Ilmu Alamiah Dasar (PDF). Batu: Literasi Nusantara. hlm. 23. ISBN 978-623-329-081-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan