Rabu, 23 September 2026
09:55 WIB
TERKINI
Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis
Modal alami

Modal alami

250px-Mangrove_swamp%2C_Iriomote_Island%2C_Okinawa%2C_Japan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rawa bakau di Pulau Iriomote, Jepang, menyediakan layanan yang bermanfaat untuk akumulasi sedimen, perlindungan pantai, pembibitan, dan tempat pemijahan ikan yang pada gilirannya dapat mendukung komunitas nelayan pesisir. Sedikitnya 35% dari cadangan rawa bakau dunia telah hancur hanya dalam 20 tahun[1]
lossy-page1-250px-Extemporaneous_remarks_at_Harve%2C_Montana_-_NARA_-_197750.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kata-kata dari tahun 1937 oleh FDR tentang "modal alami" dan "menyeimbangkan anggaran sumber daya kita"
250px-Honeybee_%28Apis_mellifera%29_pollinating_Avocado_cv.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lebah madu (Apis mellifera) menyerbuki tanaman Avokad. Cadangan sehat spesies penyerbuk liar dan yang dibudidayakan adalah penting untuk mendukung industri pertanian dan membantu memastikan keamanan pangan.
250px-Aerial_view_of_the_Amazon_Rainforest.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pandangan udara dari Hutan Hujan Amazon. Dipandang sebagai aset modal alami, hutan hujan memberikan layanan pengaturan udara dan air, sumber potensial obat-obatan baru dan sekuestrasi karbon alami.
250px-Fires_along_the_Rio_Xingu%2C_Brazil_-_NASA_Earth_Observatory.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kebakaran di sepanjang Rio Xingu, Brasil - Observatorium Bumi NASA. Kehilangan aset modal alami mungkin memiliki dampak signifikan pada ekonomi lokal dan global, serta pada iklim.[2]
250px-Natural_Capital_graphic.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Banyaknya komponen modal alami dapat dipandang sebagai penyediaan barang-barang penting dan layanan ekosistem yang menopang beberapa kunci masalah global kita, seperti persediaan makanan dan air, meminimalkan perubahan iklim, dan memenuhi kebutuhan energi.

Modal alami atau modal alam adalah modal sumber daya alam dunia, yang meliputi geologi, tanah, udara, air, dan semua organisme hidup. Beberapa aset modal alami menyediakan barang dan jasa gratis untuk manusia, yang sering disebut layanan ekosistem. Dua di antaranya (air bersih dan tanah subur) menopang ekonomi dan masyarakat kita dan memungkinkan keberlangsungan kehidupan manusia.[3][4]

Modal ini merupakan perluasan dari gagasan ekonomi tentang modal (sumber daya yang memungkinkan produksi lebih banyak sumber daya) untuk barang dan jasa yang disediakan oleh lingkungan alam. Sebagai contoh, hutan atau sungai yang terpelihara dengan baik dapat menyediakan aliran pepohonan baru atau ikan berkelanjutan tanpa batas waktu, sedangkan penggunaan berlebihan dari sumber-sumber daya tersebut dapat menyebabkan penurunan ketersediaan kayu atau cadangan ikan secara permanen. Modal alam juga menyediakan layanan esensial bagi manusia, seperti daerah tangkapan air, pengendalian erosi, dan penyerbukan tanaman oleh serangga, yang pada gilirannya memastikan kelangsungan hidup jangka panjang sumber-sumber daya alam lainnya. Karena pasokan layanan yang berkelanjutan dari aset modal alami yang tersedia tergantung pada lingkungan yang sehat dan berfungsi, struktur dan keanekaragaman habitat dan ekosistem merupakan komponen penting dari modal alami.[5] Metode-metode, yang disebut "pemeriksaan aset modal alami", membantu pengambil keputusan memahami bagaimana perubahan dalam kinerja aset modal alami saat ini dan masa depan akan berdampak pada kesejahteraan manusia dan ekonomi.[6]

Sejarah konsep

Modal alami adalah salah satu pendekatan untuk penilaian ekosistem yang berkisar pada gagasan, berbeda dengan ilmu ekonomi tradisional, bahwa kehidupan bukan manusia menghasilkan sumber daya penting. Dengan demikian, kesehatan ekologis sangat penting untuk keberlanjutan ekonomi. Dalam Natural Capitalism: Creating the Next Industrial Revolution[7] pengarang menyatakan bahwa ekonomi global berada dalam ekonomi yang lebih besar dari sumber daya alam dan layanan ekosistem yang menopang kita. Untuk terus menuai manfaat dari lingkungan alam kita, kita perlu mengenali pentingnya modal alami dalam perekonomian. Menurut pengarang, "revolusi industri berikutnya" bergantung pada dukungan empat strategi utama: "konservasi sumber daya melalui proses manufaktur yang lebih efektif, penggunaan kembali material sebagaimana yang ditemukan dalam sistem alam, perubahan dalam nilai dari kuantitas ke kualitas, dan berinvestasi dalam modal alami, atau memulihkan dan mempertahankan sumber daya alam."[8]

Lihat pula

Referensi

Catatan

  1. Valiela, Ivan; Bowen, Jennifer L.; York, Joanna K. (2001). "Mangrove Forests: One of the World's Threatened Major Tropical Environments". BioScience. 51 (10): 807–815. doi:10.1641/0006-3568(2001)051[0807:mfootw]2.0.co;2. ISSN 1525-3244. Diakses tanggal 5 Januari 2016.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Why are Rainforests Important?". www.rainforestconcern.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-01-20. Diakses tanggal 5 Januari 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "What is natural capital?". naturalcapitalforum.com. World Forum on Natural Capital. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-06. Diakses tanggal 31 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "What is Natural Capital". www.naturalcapitalcoalition.org. Natural Capital Coalition. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-06-02. Diakses tanggal 31 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. "Search - The Encyclopedia of Earth". www.eoearth.org.
  6. "UK NEAFO Work Package 1: Natural capital asset check – Annex 4: Case studies". uknea.unep-wcmc.org. UK National Ecosystem Assessment. hlm. 3. Diakses tanggal 31 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Hawken, Paul; Amory Lovins; Hunter Lovins (1999). Natural Capitalism: Creating the Next Industrial Revolution.
  8. Book Review: Natural Capitalism Diarsipkan 2010-01-03 di Wayback Machine. from Socialfunds.com[pranala nonaktif permanen]. Retrieved April 2009.

Bacaan lebih lanjut

  • Pearce, D. 1993. Blueprint 3: Measuring Sustainable Development. Earthscan. ISBN1-85383-183-2
  • Jansson, AnnMari; et al. (1994). Investing in Natural Capital : The Ecological Economics Approach to Sustainability. Washington, D.C.: Island Press, 504 pp. ISBN1-55963-316-6.
  • Daily, Gretchen C. (editor) (1997). Nature’s Services: Societal Dependence on Natural Ecosystems. Washington, D.C.: Island Press, 392 pp. ISBN1-55963-476-6.
  • Prugh, Thomas; Robert Costanza et al. (1999). Natural capital and human economic survival. Solomons, Md.: International Society for Ecological Economics, 180 pp. ISBN1-56670-398-0.
  • Helm, Dieter (2015). Natural Capital - Valuing Our Planet. Yale University Press; 277 pp. ISBN978-0-300-21098-9

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Natural capital.
Bidang
250px-Sustainable_development.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terkait
Terapan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan