Selasa, 03 November 2026
09:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Natural Capitalism: Creating the Next Industrial Revolution

Bagikan:

Natural Capitalism: Creating the Next Industrial Revolution adalah buku terbitan 1999 karangan Paul Hawken, Amory Lovins, dan Hunter Lovins.

Para pengarang melihat ekonomi dunia sebagai subset di dalam ekonomy yang lebih besar yang mencakup sumberdaya alam dan pelayanan ekosistem yang menyebabkan manusia hidup berkelanjutan. Menurut pengarang, "revolusi industri berikutnya" bergantung pada empat strategi utama: konservasi sumberdaya melalui proses manufaktur yang lebih efektif, pengguna-ulangan bahan-bahan seperti halnya yang terjadi pada sistem alami, perubahan nilai dari kuantitas menjadi kualitas, dan investasi pada kapital natural atau mengembalikan dan mempertahankan sumberdaya alam.[1]

Meski kapitalisme industrial utamanya mengenal nilai uang dan barang sebagai kapital, kapitalisme natural memperluasnya dengan kapital natural dan kapital manusia. Permasalahan seperti polusi dan ketidakadlian sosial kemudian dilihat sebagai kegagalan dalam melakukan penghitungan yang benar terhadap kapital, dan bukannya kegagalan sistem kapitalisme itu sendiri.

Referensi

  1. ↑ "Book Review: Natural Capitalism". Diarsipkan dari asli tanggal 2010-01-03. Diakses tanggal 2009-04-30.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik buku ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan