Rabu, 28 Oktober 2026
17:54 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Jasa ekosistem

Jasa ekosistem

Bagikan:
250px-Upland_bog_which_forms_the_official_source_of_the_Severn_-_geograph.org.uk_-_1126228.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rawa gambut dataran tinggi di Wales yang menjadi sumber Sungai Severn. Rawa yang sehat menyerap karbon, menahan air sehingga mengurangi risiko banjir, dan memasok air bersih dengan lebih baik daripada habitat yang terdegradasi.

Jasa ekosistem atau layanan ekosistem (bahasa Inggris: ecosystem service) adalah keseluruhan manfaat yang diberikan oleh ekosistem kepada kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Meskipun topik ini telah diperbincangkan sejak lama, tetapi istilah jasa ekosistem menjadi populer setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa meluncurkan program Penilaian Ekosistem Milenium (MA) pada awal dasawarsa 2000-an.[1][2]

Jasa ekosistem terbagi menjadi empat, yaitu jasa penyediaan, jasa pengaturan, jasa budaya, dan jasa pendukung. Jasa penyediaan meliputi produk-produk yang disediakan oleh ekosistem yang dapat digunakan oleh manusia, seperti bahan pangan, bahan baku industri, dan sumber daya genetik. Jasa pengaturan meliputi proses-proses yang mengatur keberlangsungan kehidupan, seperti pengaturan iklim, pemeliharaan kualitas air dan udara, serta penyerbukan tumbuhan. Jasa budaya atau jasa kultural meliputi unsur-unsur yang bermanfaat bagi kondisi mental dan spiritual manusia, misalnya pemanfaatan ekosistem untuk pendidikan, rekreasi, serta pengayaan nilai-nilai spiritual dan estetika. Sementara itu, jasa pendukung meliputi unsur-unsur yang mendukung terlaksananya ketiga jasa ekosistem lainnya, seperti daur nutrien, pembentukan tanah, dan pemeliharaan keanekaragaman hayati.[3][4]

Contoh ekosistem

Beberapa jasa penyediaan salah satunya yaitu pesisir laut, pesisir laut memiliki potensi menyimpan kekayaan spesies dan menyediakan berbagai layanan dan jasa ekosistem. Ekosistem utama pesisir yaitu terdiri dari mangrove, lamun, dan terumbu karang.

Mangrove

Mangrove merupakan ekosistem paling produktif yang dapat memberikan banyak manfaat berupa jasa ekosistem untuk menunjang keberlanjutan hidup (sustainable living) masyarakat pesisir. Beberapa jasa ekosistem mangrove, sebagai pengatur (regulation service) yaitu: pelindung wilayah pesisir dari bencana, penyimpan karbon (C) dan mitigasi perubahan iklim; sebagai penyedia (provisioning service) yaitu menghasilkan sumber pangan dan obat-obatan (medicine).[5]

Lamun

Lamun merupakan komponen penting dalam penyusun kesatuan ekosistem pesisir. Ekosistem lamun memiliki jasa ekosistem yang cukup beragam. yaitu terkait jasa pendukung (supporting service) dan penyedia daerah asuhan (nursery ground), tempat mencari makan (feeding ground), dan sirkulasi nutrien.[6]

Terumbu karang

Terumbu karang merupakan sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanthellae yang merupakan salah satu komponen ekosistem pesisir. Ekosistem terumbu karang memberikan jasa ekosistem berupa habitat biota untuk berkembang biak, tempat berlindung, serta penghalang gelombang besar yang menuju ke pesisir.[7]

Referensi

  1. ↑ "Millennium Ecosystem Assessment". Millennium Ecosystem Assessment. Diakses tanggal 6 Agustus 2023.
  2. ↑ Lugo, Ezequiel (2008). "Ecosystem Services, the Millennium Ecosystem Assessment, and the Conceptual Difference Between Benefits Provided by Ecosystems and Benefits Provided by People". Journal of Land Use & Environmental Law. 23 (2): 243–261. ISSN 0892-4880.
  3. ↑ Pearce, Reagan (3 Januari 2023). "What are Ecosystem Services?". Earth. Diakses tanggal 6 Agustus 2023.
  4. ↑ "Ecosystem Services & Biodiversity (ESB)". Food and Agriculture Organization of the United Nations. Diakses tanggal 6 Agustus 2023.
  5. ↑ Rahardi, Suhardi, Wira, Rizal (2016). "Keanekaragaman Hayati dan Jasa Ekosistem Ekosistem Mangrove di Indonesia" (PDF). Prosiding Symbion (Symposium on Biology Education): 499–510.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  6. ↑ Wahyudin, Kusumastanto, Adrianto, Wardiatno, Yudi, Tridoyo, Luky, Yusli (2016). "Jasa Ekosistem Lamun Bagi Kesejahteraan Manusia". Omni-Akuatika. 12 (3): 29–46.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ Siregar, Oktaviani, Fauzi, Reflis, Utama, Sri Haniarti, Sefri, Rizki, Satria (2023). "Manfaat Ekonomi Kelangsungan Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Pulau Enggano Provinsi Bengkulu: Sebuah Telaah Pustaka". INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi. 2 (6): 1117–1123. doi:10.55123/insologi.v2i6.2846.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan