Minggu, 01 November 2026
21:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Mochammad Ibnu Rubianto

Mochammad Ibnu Rubianto

Bagikan:
H. Mochammad Ibnu Rubianto
Ir._Mochammad_Ibnu_Rubianto%2C_MBA.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Bupati Malangke-17
Masa jabatan
26 Oktober 2000 –24 Januari 2001
PresidenAbdurrahman Wahid
GubernurImam Utomo
WakilSujud Pribadi
PendahuluM. Said
PenggantiSujud Pribadi
Informasi pribadi
Lahir(1956-11-12)12 November 1956
Malang, Jawa Timur, Indonesia
Meninggal24 Januari 2001(2001-01-24) (umur 44)
Malang, Jawa Timur, Indonesia
Partai politik  PKB
Suami/istriRatna Nurhayati
Anak2
AlmamaterInstitut Teknologi Sepuluh Nopember (S.T.)
Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia (M.B.A.)
Pekerjaan

Mochammad Ibnu Rubianto (12 November 1956 – 24 Januari 2001) adalah seorang politikus dan akademikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Bupati Malang dari 26 Oktober 2000 hingga wafat pada 24 Januari 2001. Ia merupakan salah satu bupati yang memimpin Kabupaten Malang pada awal era reformasi.[1]

Kehidupan

Ibnu Rubianto lahir di Malang pada 12 November 1956. Ia merupakan putra dari Letkol (Purn.) KH Mahfud Ridwan, seorang pejuang kemerdekaan eks PETA penerima Bintang Gerilya, dan Hj. Soejati, ketua Korps Wanita Veteran Indonesia (KOWAVERI) Cabang Malang yang juga penerima Bintang Gerilya. Dari garis keluarga ibunya, Ibnu merupakan cucu dari KH Ridlwan Abdullah, ulama asal Jawa Timur yang dikenal sebagai pencipta lambang Nahdlatul Ulama (NU) dan salah satu pendiri organisasi tersebut pada tahun 1926 bersama KH Hasyim Asy'ari, KH Abdul Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri.

Ia menempuh pendidikan di SD Narotama II Malang, SMP Negeri 3 Malang, dan SMA Negeri 3 Malang. Setelah itu, Ibnu melanjutkan studi ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan meraih gelar Sarjana Teknik Sipil (Transportasi). Ia juga memperoleh gelar MBA di bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dari Institut Pengembangan Wiraswasta Indonesia (IPWI) Jakarta.[2]

Sebelum terjun ke dunia politik, Ibnu Rubianto berkarier sebagai dosen tetap di Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang dan pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik universitas tersebut.

Ia kemudian terpilih menjadi Bupati Malang pada 26 Oktober 2000. Namun masa jabatannya berlangsung singkat karena ia meninggal dunia pada 24 Januari 2001. Setelah wafat, posisinya digantikan oleh wakilnya, Sujud Pribadi.[3]

Ibnu menikah dengan drg. Ratna Nurhayati dan dikaruniai dua anak, yaitu Rizki Muhammad dan Marissa Astari Rubianti.[1]

Referensi

  1. 1 2 "Ibnu Rubianto, Cucu Pendiri NU dan Anak Pejuang yang Menjadi Bupati Malang". timesindonesia.co.id. 9 November 2020. Diakses tanggal 2025-10-08.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ publishermp (2020-11-28). "Sekilas Prestasi Bupati Malang Dari Masa Ke Masa". malang-post.com. Diakses tanggal 2025-10-08.
  3. ↑ Irianto, Widodo (2020-11-11). "Gerakan Minum Susu, Kebijakan Bupati Ibnu Rubianto yang Fenomenal". TIMES Indonesia. Diakses tanggal 2025-10-08.
Ikon rintisan

Artikel bertopik politikus ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan