Kamis, 08 Oktober 2026
11:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Mingxing

Mingxing

perusahaan produksi film Tiongkok

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang perusahaan film. Untuk kota, lihat Mingxing, Shanxi.
Perusahaan Film Mingxing
Logo produksi berupa bintang besar dengan empat aksara Tionghoa, dikelilingi pancaran cahaya dan beberapa bintang kecil
Logo produksi, 1937
Nama asli
明星影片公司
Nama latin
Míngxīng Yǐngpiàn Gōngsī
JenisPerusahaan terbatas swasta
IndustriFilm
DidirikanFebruari 1922;104 tahun lalu (1922-02) di Shanghai, Republik Tiongkok
Pendiri
Dibubarkanakhir 1937 sebagai perusahaan produksi aktif
Status akhirBerhenti beroperasi setelah pendudukan Jepang atas Shanghai
Kantor pusat
Shanghai
,
Republik Tiongkok

Perusahaan Film Mingxing (Hanzi:明星影片公司; Pinyin:Míngxīng Yǐngpiàn Gōngsī), juga dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Mingxing Film Company atau Star Motion Picture Production Company, adalah perusahaan produksi film yang aktif di Republik Tiongkok dari awal 1920-an hingga 1937. Perusahaan ini didirikan di Shanghai oleh sekelompok tokoh seni dan budaya, antara lain sutradara Zhang Shichuan, dramawan Zheng Zhengqiu, pemeran Zheng Zhegu, pengusaha dan sineas Ren Jinping, serta kritikus Zhou Jianyun. Pada masa awalnya, Mingxing memproduksi film komedi pendek, tetapi karya-karya tersebut tidak langsung menarik perhatian penonton. Ketika perusahaan hampir bangkrut pada 1923, Mingxing menggunakan sisa modalnya untuk memproduksi Orphan Rescues Grandfather, sebuah melodrama keluarga yang kemudian sukses besar dan memungkinkan perusahaan memperluas produksi serta merekrut tenaga baru.

Pada pertengahan 1920-an, Mingxing berkembang pesat. Perusahaan ini membeli studio baru, membuka penawaran saham, memperkuat jaringan bioskop, dan mengadaptasi sejumlah novel populer menjadi film. Lonely Orchid (1926) menjadi salah satu film Tiongkok paling sukses pada era film bisu. Mingxing kemudian memperluas produksinya ke genre wuxia melalui The Burning of the Red Lotus Temple (1928), lalu memasuki era film bersuara melalui Sing-Song Girl Red Peony (1931). Pada awal 1930-an, Mingxing menjadi salah satu perusahaan film terbesar di Shanghai bersama Tianyi Film Company dan United Photoplay Service.

Perusahaan ini menghadapi tekanan besar sepanjang 1930-an. Insiden 28 Januari 1932 merusak bioskop dan sebagian fasilitas studio, perang mempersempit pasar, dan persaingan dengan perusahaan lain semakin ketat. Meskipun film seperti Twin Sisters (1934) sukses secara komersial dan perusahaan sempat berupaya menarik penulis-penulis berhaluan kiri, kesulitan finansial tidak dapat diatasi sepenuhnya. Produksi Mingxing hampir berhenti setelah Jepang menduduki Shanghai pada 1937. Selama masa aktifnya, Mingxing menghasilkan 174 film fiksi, selain film berita, film dokumenter, film animasi, dan film aktualitas.[1]

Latar belakang

Film diperkenalkan di Tiongkok pada 1896, mula-mula melalui film pendek satu rol dan kemudian berkembang ke produksi berdurasi panjang. Pada 1905, Fengtai Photographic Studio memproduksi Dingjun Mountain, film pendek yang merekam penampilan penyanyi Opera Peking Tan Xinpei; karya ini umumnya dianggap sebagai film pertama yang diproduksi di Tiongkok.[2] Zhang Shichuan kemudian bekerja sama dengan Benjamin Brodsky dari Amerika Serikat untuk mendirikan Asia Film Company, yang memproduksi sejumlah dokumenter dan The Difficult Couple (1913), film cerita pendek Tiongkok pertama.[2]

Produksi film pendek meningkat pada akhir 1910-an,[3] sementara minat penonton terhadap media baru yang dikenal sebagai "bayangan listrik" atau "sandiwara bayangan elektrik" (Hanzi sederhana:电光影戏; Hanzi tradisional:電光影戯) juga tumbuh.[2] Keberhasilan Yan Ruisheng (1921), sebuah film kriminal panjang berdasarkan kasus nyata, mendorong berdirinya sejumlah perusahaan film di Shanghai.[4]

Para pendiri Mingxing telah aktif dalam dunia budaya sebelum memasuki industri film. Zhang Shichuan pernah mengajak Zheng Zhengqiu, seorang dramawan terkenal, menulis The Difficult Couple,[5] dan hubungan profesional keduanya berlanjut sepanjang 1910-an. Zhang dan Zheng juga bekerja sama dengan Zheng Zhegu dan Zhou Jianyun dalam mengelola Xinmin Library, sebuah penerbit yang menerbitkan majalah seperti Yaofeng Monthly (Hanzi sederhana:药风月刊; Hanzi tradisional:藥風月刊) dan Emancipation Pictorial.[6] Zhou Jianyun menulis kritik drama secara luas dan menerbitkan buku teori drama pada 1918.[7] Ia dan Zheng Zhegu juga aktif dalam Eternal Memory Society, sebuah perkumpulan penggemar opera Peking, bersama Ren Jinping.[8]

Sejarah

Pendirian dan penggalangan modal

Foto hitam-putih seorang pria berwajah ramah menghadap ke depan
Foto hitam-putih seorang pria berkacamata dan berbaju hitam
Foto hitam-putih seorang pria menghadap ke depan
Zhang Shichuan, Zheng Zhengqiu, dan Zhou Jianyun, tiga pendiri Mingxing yang tetap terlibat dari awal hingga tahun-tahun terakhir perusahaan.

Pada akhir 1921, di tengah ledakan pasar saham, Zhang Shichuan mendirikan Mutual Stock and Produce Exchange Company bersama sejumlah rekan lamanya. Setelah gelembung pasar saham pecah,[9] mereka memutuskan menanamkan modal pada usaha yang dianggap lebih aman, yaitu perusahaan film. Pada Februari 1922, kantor bekas perusahaan bursa di Jalan Guizhou, Shanghai, diubah menjadi kantor pusat Perusahaan Film Mingxing. Zhang Shichuan menjabat sebagai wakil manajer, sementara Ding Boxiong menjadi kepala kantor. Peran lain dipegang oleh Ren Jinping, Zheng Zhegu, Zheng Zhengqiu, dan Zhou Jianyun.[10] China Film Archive mencatat bahwa perusahaan ini didirikan pada pertengahan Maret 1922 oleh Zhang, Zheng Zhengqiu, Zhou, Zheng Zhegu, dan Ren di Shanghai.[11]

Materi iklan awal menyebutkan bahwa Mingxing membutuhkan modal ventura 100.000 yuan, dengan lima pendiri masing-masing menyumbang 10.000 yuan dan sisanya diperoleh melalui penjualan 20.000 saham seharga 5 yuan per lembar.[12] Penggalangan dana juga dilakukan melalui pendekatan kepada wartawan lokal, termasuk jamuan gala, serta penerbitan edisi khusus Motion Picture Review.[13] Perusahaan juga berupaya menarik perhatian publik melalui sekolah akting, Mingxing Shadowplay School, yang dipimpin Zheng Zhengqiu dan menjanjikan pelatihan dalam berbagai aspek produksi film.[14]

Upaya tersebut tidak berhasil sepenuhnya. Investor tidak tertarik pada janji Mingxing dan umumnya memandang rendah industri hiburan.[15] Dari 87 murid yang diterima di sekolah akting, termasuk 17 perempuan, hanya 34 yang lulus.[14] Kondisi makin memburuk ketika Ding Boxiong dan beberapa anggota tim persiapan meninggalkan perusahaan.[15] Pada akhirnya, Mingxing hanya memiliki lima pendiri dan modal awal sekitar 10.000 yuan, meskipun publikasi perusahaan kadang menyebut jumlah yang lebih besar.[14]

Tahun-tahun awal

Karya pertama Mingxing adalah film berita yang mendokumentasikan kedatangan jenderal Prancis Joseph Joffre di Shanghai pada 8 Maret 1923; pemutarannya ditangani cabang YMCA lokal pada April.[16] Pada saat yang sama, perusahaan mulai memproduksi film fiksi. Dalam karya-karya awal ini, Zhang Shichuan menjadi sutradara dan Zheng Zhengqiu menjadi penulis skenario. Studio disewa dari pedagang Italia bernama Enrico Lauro, sementara kamera dan peralatan pemrosesan film dipinjam dari seorang warga Inggris. Pemeranan dilakukan oleh Zheng Zhegu, Zheng Zhengqiu, dan lulusan sekolah akting Mingxing.[17]

Seorang pria berpakaian tradisional berdiri di belakang kamera, mengarah ke adegan pria bertopi bowler yang berbicara dengan sekelompok orang berpakaian tradisional.
Kemungkinan proses pengambilan gambar The King of Comedy Visits Shanghai (1922)

Dua film fiksi pertama Mingxing, The King of Comedy Visits Shanghai dan Labourer's Love, diproduksi pada pertengahan hingga akhir 1922. Keduanya merupakan komedi slapstick pendek; yang pertama mengisahkan kunjungan Charlie Chaplin ke Shanghai, sedangkan yang kedua menceritakan tukang kayu kikuk yang jatuh cinta pada putri seorang dokter. Kedua film ini dirilis sebagai pertunjukan ganda di Olympic Theatre pada 5 Oktober 1922. Keduanya, serta komedi berikutnya Havoc in a Bizarre Theatre, tidak mendapat sambutan besar dari penonton.[18]

Karena perusahaan terus merugi, Mingxing mengubah arah melalui film keempatnya, Zhang Xinsheng. Film sepanjang tiga belas rol ini merupakan film panjang pertama perusahaan dan tidak lagi berbentuk komedi. Film tersebut mendramatisasi kasus pembunuhan nyata, yaitu seorang pria yang terlilit utang membunuh ayahnya demi mendapatkan warisan.[19] Iklan film menekankan unsur kemiripan dengan kenyataan, sementara penonton Cheng Bugao kemudian mengingat bahwa adegan autopsi dan pengangkatan organ dalam film itu membuat penonton merasa jijik.[20] Pendekatan baru ini cukup berhasil: penjualan tiket yang awalnya lambat berubah menjadi kerumunan besar dan menghasilkan pendapatan sekitar 6.000 yuan.[18]

Namun, pemasukan tersebut belum cukup untuk menjamin kelangsungan perusahaan. Zhang Shichuan kemudian beralih ke melodrama keluarga yang menekankan pentingnya pendidikan,[21] yaitu Orphan Rescues Grandfather (1923). Selain Zheng Zhegu dan putra Zheng Zhengqiu, Xiaoqiu,[22] film ini menampilkan Wang Hanlun dalam peran debutnya.[23] Produksi memakan waktu delapan bulan; ketika dana hampir habis, Zhou Jianyun menggadaikan perhiasan istrinya agar film dapat diselesaikan.[24] Setelah tayang perdana pada 21 Desember 1923, Orphan Rescues Grandfather sukses besar dan diputar selama seratus hari di Shanghai. Hak distribusinya untuk Asia Tenggara dijual seharga 8.000 yuan.[25]

Ekspansi awal

Foto hitam-putih seorang perempuan berkerah tinggi
Foto hitam-putih seorang perempuan memakai perhiasan dan boa
Foto hitam-putih seorang perempuan memakai boa
Deretan bintang Mingxing pada 1920-an: Wang Hanlun, Hu Die, dan Yang Naimei.

Setelah keberhasilan Orphan Rescues Grandfather, Mingxing mulai berkembang. Kantor pusatnya dipindahkan ke Konsesi Prancis Shanghai. Perusahaan merekrut kru baru, termasuk sinematografer dan penata rias profesional. Minat terhadap sekolah film meningkat sehingga Mingxing menerima banyak siswa tanpa biaya. Perusahaan juga membeli peralatan baru, termasuk kamera, mesin cetak film, lampu uap raksa, dan lampu busur karbon buatan luar negeri. Untuk mempercepat produksi, Mingxing membuka lowongan aktris baru dengan gaji 50 hingga 300 yuan dan merekrut sutradara seperti Hong Shen.[26][27]

Mingxing juga membeli lahan seluas empat mu atau sekitar 2.668 meter persegi, 28.720 sq ft di Hart Road, Shanghai International Settlement. Di sana perusahaan membangun studio berdinding kaca yang mulai beroperasi pada awal 1925 dan memungkinkan pengambilan gambar tanpa terlalu bergantung pada cuaca dan cahaya alami. Untuk memperkuat distribusi, Mingxing membeli bekas Shenjiang Stage, tempat pertunjukan opera Peking dan sandiwara beradab, lalu mengubahnya menjadi bioskop bernama Palace Theatre yang dibuka pada 24 April 1925. Bioskop ini dipakai untuk pemutaran perdana hingga 1933;[28] pada akhir 1920-an, Mingxing telah menguasai enam bioskop tambahan.[29]

Mulai Mei 1925, setelah melakukan penawaran umum perdana, Mingxing menjadi perusahaan terbatas swasta.[30] Untuk menarik investor, Ren Jinping memanfaatkan jejaringnya melalui asosiasi orang Ningbo dan memperoleh dukungan dari pedagang seperti Fang Jiaobo, Lao Jingxiu, dan Yuan Ludeng.[31]

Seiring ekspansi tersebut, Mingxing menyelesaikan sepuluh film antara 1924 dan 1925.[1] Beberapa di antaranya, termasuk Jade Pear Spirit dan The Poor Children (keduanya 1924), dibintangi Wang Hanlun yang menjadi terkenal setelah Orphan Rescues Grandfather. Ia kemudian keluar dari perusahaan setelah berselisih soal gaji.[23] Setelah kepergiannya, Mingxing mengandalkan aktris lain seperti Xuan Jinglin, Yang Naimei, dan Zhang Zhiyun untuk menarik penonton;[32] sebagian besar popularitas para aktris ini berlangsung singkat.[33] Secara umum, film Mingxing pada periode ini didominasi melodrama.[34]

Persaingan dan perubahan arah

Pada 1926, reaksi terhadap film kriminal seperti Yan Ruisheng dan Zhang Xinsheng mendorong Kementerian Pendidikan mengeluarkan kebijakan sensor film.[35] Kebijakan ini, bersama biro sensor lokal, menuntut pendekatan yang lebih berhati-hati dalam produksi film.[36] Sekitar masa ini, Mingxing juga kehilangan dua pendirinya. Zheng Zhegu meninggal pada 1925 saat proses produksi The Last Conscience,[37] sedangkan Ren Jinping, yang kecewa terhadap distribusi film debutnya A New Family (1925), keluar pada 1926 dan mendirikan Xinren Film Company.[38]

Mingxing juga menghadapi persaingan yang semakin kuat. Banyak perusahaan film baru muncul di Shanghai pada 1925 dan 1926. Walaupun sebagian besar bubar tanpa menghasilkan film, beberapa berhasil bertahan. Tianyi Film Company,[39] yang didirikan pada 1925 oleh Shaw bersaudara—Run Run, Runje, Runde, dan Runme Shaw—merilis sejumlah drama kostum dan film wuxia yang sukses.[40][34]

Meskipun persaingan kuat, kerja sama tetap terbuka. Pada Juni 1926, Mingxing bersama beberapa studio lain mendirikan Liuhe Distribution Company untuk membawa film-film Shanghai ke wilayah lain di Republik Tiongkok.[41] Kemitraan ini bubar tiga tahun kemudian, dan Mingxing membentuk perusahaan distribusinya sendiri.[41]

Foto hitam-putih dua orang menembakkan sinar petir ke arah satu sama lain.
Kartu lobi The Burning of the Red Lotus Temple (1928); film ini sukses besar dan membantu memopulerkan genre wuxia.

Mingxing semula tetap mengandalkan melodrama keluarga. Perusahaan mengontrak penulis aliran Mandarin Ducks and Butterflies terkenal, Bao Tianxiao, dengan bayaran 100 yuan per bulan dan target satu skenario setiap bulan. Pada Agustus 1925, Bao memberikan hak adaptasi atas novel Lonely Orchid dan Fallen Plum Blossoms. Adaptasi film Lonely Orchid, yang dirilis pada 13 Februari 1926, menjadi salah satu film Tiongkok tersukses pada era film bisu.[42] Pada akhir 1926, Mingxing memiliki empat unit produksi yang masing-masing dipimpin Zhang Shichuan, Zheng Zhengqiu, Hong Shen, dan Bu Wancang. Meskipun upaya menarik investor baru tidak terlalu berhasil, perusahaan secara umum memperoleh laba, mengoperasikan dua studio, dan pada 1927 pindah ke lokasi baru di Route Doumer.[43]

Mingxing kemudian melihat potensi pasar film wuxia. Pada 1927, setelah membaca novel Xiang Kairan Chronicle of the Strange Roving Knights yang ditemukan di kamar putranya, Zhang Shichuan memutuskan mengadaptasinya menjadi film.[34] Hasilnya adalah The Burning of the Red Lotus Temple, drama seni bela diri tentang empat pengembara yang membongkar persekongkolan para biksu jahat.[44] Film ini menampilkan Hu Die, mantan artis Tianyi yang baru bergabung dengan Mingxing, dalam peran terobosannya.[45] Setelah sukses besar, Mingxing merilis tujuh belas kelanjutan berdurasi panjang hingga 1931.[34] Produksi perusahaan meningkat dari 11 film pada 1926 menjadi 16 film pada 1929. Pada saat yang sama, Mingxing memiliki 26 bintang, separuh di antaranya perempuan.[43]

Politik dan film bersuara

Di luar Shanghai, situasi politik Republik Tiongkok berubah. Setelah lebih dari satu dasawarsa era panglima perang, pemerintahan Kuomintang (KMT) dan Tentara Revolusioner Nasional menggulingkan para panglima perang melalui Ekspedisi Utara 1927–1928. Perkembangan ini disambut oleh Mingxing, dan Zhang Shichuan memproduksi film berita tentang perayaan dan pidato pemimpin KMT Chiang Kai-shek.[46]

Pemerintah KMT di Nanjing kemudian mengembangkan kebijakan untuk mengatur industri film, termasuk kewajiban penggunaan bahasa Mandarin, larangan penggambaran hal-hal supernatural atau pornografis,[47] serta pembatasan penyebaran film wuxia. Karena tidak memiliki perusahaan film nasional yang kuat, pemerintah nasionalis memanfaatkan perusahaan seperti Mingxing untuk menyebarkan informasi tentang programnya. Pada akhir 1920-an, Mingxing memproduksi rekaman pidato pemerintah dan dokumenter pendek tentang proyek infrastruktur.[48] Beberapa tokoh KMT, termasuk Pan Gongzhan dan Lin Kanghou, duduk dalam dewan direksi perusahaan.[49]

Pada saat yang sama, industri film Tiongkok memasuki era baru. Film bersuara dari Amerika Serikat mulai populer, meskipun banyak bioskop belum memiliki teknologi pemutaran yang memadai.[50] Mingxing mencoba memanfaatkan teknologi ini dengan memproduksi Sing-Song Girl Red Peony pada 1931. Tantangan teknis menuntut kru lebih besar, termasuk pelatih bahasa untuk membantu para aktor berbicara dalam Mandarin,[51] serta penyewaan studio rekaman Pathé di Shanghai.[52] Anggaran film membengkak menjadi 120.000 yuan, enam kali lipat biaya produksi biasa,[53] dan Zhang Shichuan disebut menggunakan opium untuk meredakan tekanan kerja.[54]

Gambar berwarna pudar seorang perempuan berkostum opera Peking, dengan aksara Tionghoa di bagian atas.
Buklet promosi Sing-Song Girl Red Peony (1931), film bersuara pertama Mingxing.

Sing-Song Girl Red Peony sukses, tetapi teknologi suara-pada-cakram yang digunakannya segera tersaingi oleh teknologi suara-pada-film yang digunakan Tianyi dan Huaguang. Mingxing membeli teknologi baru dengan biaya besar, sekitar 200.000 yuan, tetapi peralatan tersebut belum memadai.[55] Perusahaan tetap memproduksi film bisu[1] sambil menyiapkan adaptasi novel Zhang Henshui Fate in Tears and Laughter. Setelah mengumumkan rencana tersebut, Mingxing menyiapkan anggaran 1,2 juta yuan dan melakukan pengambilan gambar lokasi di Beijing selama dua bulan.[56] Pemutaran perdana film pada 1932 terganggu ketika Mingxing dituduh melanggar hak cipta, karena perusahaan pesaing, Dahua Film Company, telah mendaftarkan terlebih dahulu hak adaptasi novel tersebut. Negosiasi, termasuk proses hukum dan perlindungan dari tokoh dunia bawah Huang Jinrong dan Du Yuesheng, akhirnya membuat Mingxing dapat menayangkan adaptasinya.[57]

Kesulitan keuangan dan film kiri

Izin untuk menayangkan Fate in Tears and Laughter membuat Mingxing mengeluarkan tambahan sekitar 100.000 yuan untuk uang perlindungan dan kompensasi potensi kerugian Dahua.[58] Akan tetapi, film tersebut hanya memperoleh tanggapan kritis dan komersial yang sedang. Sementara itu, Insiden 28 Januari telah menghancurkan sejumlah bioskop dan sebagian studio Mingxing, pendudukan Manchuria mengurangi pasar yang tersedia, dan perang menyebabkan resesi.[59] Studio-studio baru, termasuk United Photoplay Service (UPS), terus bermunculan.[60] Pada akhir 1932, Mingxing tidak mampu membayar gaji staf dan memiliki utang besar. American Commercial and Exchange Bank menggugat perusahaan pada akhir 1933 karena gagal membayar pinjaman.[58]

Untuk memperbaiki keadaan, Mingxing meningkatkan produksi dan mencari talenta baru.[61] Perusahaan memanfaatkan komisi pemerintah KMT untuk membuat dokumenter perjalanan yang menampilkan wilayah di sepanjang tiga jalur kereta api utama Tiongkok. Komisi ini memberikan akomodasi dan transportasi gratis, sehingga Mingxing dapat menyiapkan tiga skenario pada 1933 yang membutuhkan pengambilan gambar di lokasi-lokasi indah. Rombongan 40 aktor dan kru berkeliling Tiongkok dan menghasilkan film bisu A Feather on Mount Tai, Go Northwest, dan Romance on Mount Hua (semuanya 1934).[62]

Pada saat yang sama, Zhou Jianyun, melalui sahabatnya Qian Xingcun, mendatangkan penulis kiri seperti Xia Yan dan Zheng Baiqi.[63] Langkah ini sebagian dimaksudkan untuk menepis anggapan bahwa Mingxing tidak mampu memproduksi karya yang serius.[60] Mingxing memproduksi lebih dari 40 film pada 1933 dan 1934, sementara produksi film bisu berlanjut hingga 1935.[1]

Tahun-tahun terakhir dan penutupan

Twin Sisters (1934); kesuksesan film ini sementara menstabilkan keuangan Mingxing.

Kesuksesan Twin Sisters pada 1934, drama yang dibintangi Hu Die dan Xuan Jinglin, menghasilkan sekitar 200.000 yuan dari distribusi domestik dan internasional serta memperbaiki stabilitas Mingxing.[64] Pada April 1934, perusahaan melakukan reorganisasi dalam struktur tiga tingkat dan mendirikan unit animasi di bawah Wan bersaudara.[65] Pada 1935, Zhou Jianyun dan sejumlah aktor Mingxing melakukan perjalanan beberapa bulan ke Uni Soviet untuk menghadiri Festival Film Internasional Moskwa pertama,[66] lalu ke Eropa, tempat Zhou memperoleh wawasan baru tentang produksi film.[67]

Kesulitan finansial tetap berlanjut. Kematian Zheng Zhengqiu pada Juli 1935 memperburuk keadaan; hilangnya peran mediasi Zheng membuat ketegangan antara direktur kreatif Zhang Shichuan dan direktur keuangan Zhou Jianyun semakin terlihat.[68] Mingxing pindah ke studio baru di kawasan Maple Grove Bridge, Shanghai Tiongkok, yang ditempati pada 1936 setelah satu tahun menyewa studio dari perusahaan lain. Pada Agustus 1935, seratus orang, sekitar sepertiga staf perusahaan, diberhentikan.[69] Pada Juni 1936, perusahaan memperoleh pinjaman 160.000 yuan dari Bank of Communications milik negara. Dengan dana tersebut, Mingxing membuka Studio II pada Juli 1936 untuk mempercepat produksi dan memberi Zhang Shichuan serta Zhou Jianyun ruang kerja masing-masing.[68] Studio II ditutup tujuh bulan kemudian setelah merilis hanya empat film.[70]

Ketika Perang Tiongkok-Jepang Kedua berlanjut, pasukan Jepang menaklukkan Shanghai pada akhir 1937.[71] Produksi film Mingxing hampir berhenti sepenuhnya, dan bangunan perusahaan digunakan sebagai barak tentara Jepang. Walaupun Zhang Shichuan berusaha menghidupkan kembali produksi dan beberapa film Mingxing pra-pendudukan ditayangkan perdana pada 1938, perusahaan tidak bertahan. Pada 13 Januari 1939, gudang Mingxing hancur terbakar.[72] Para pesaing utamanya, Tianyi dan UPS, juga tutup.[73] Zhou Jianyun kemudian pindah ke Hong Kong dan mendirikan beberapa studio berumur pendek sebelum pensiun dari dunia film pada 1949.[74] Zhang Shichuan menjadi direktur produksi di China United Film Production Company yang didirikan Jepang; setelah perang, ia dituduh melakukan pengkhianatan.[5]

Warisan

Labourer's Love (1922), film Tiongkok tertua yang masih bertahan secara utuh.

Rumah produksi film awal di Tiongkok umumnya berskala kecil. Yan Ruisheng, misalnya, dibuat oleh sekelompok mahasiswa,[75] sementara perusahaan lain merupakan divisi dari usaha yang sudah mapan seperti Commercial Press.[76] Sejarawan film Zhang Zhen menyebut Mingxing sebagai "perusahaan film Tiongkok pertama yang sepenuhnya berkembang".[77] Pada 1933, Mingxing dikenal sebagai salah satu studio film terbesar di Shanghai bersama Tianyi dan UPS.[78]

Labourer's Love (1922) dianggap sebagai film Tiongkok tertua yang masih bertahan secara lengkap,[79] sedangkan Sing-Song Girl Red Peony (1931) sering disebut sebagai film bersuara pertama di Tiongkok.[a][80] Dalam historiografi resmi Republik Rakyat Tiongkok, kedatangan penulis kiri seperti Qian Xingcun dan Xia Yan pada 1933 dipandang sebagai perubahan Mingxing menjadi pusat produksi film kiri.[81] Sejarawan film Taiwan Du Yunzhi juga mencatat kecenderungan kiri perusahaan pada masa tersebut.[82]

Keterlibatan penulis kiri membawa risiko besar karena pemerintah KMT menentang keras keterlibatan anggota Partai Komunis Tiongkok dalam sinema.[83] Pada 1927, pemerintahan Chiang Kai-shek juga melakukan pembantaian terhadap komunis di Shanghai.[84] Karena itu, skenario yang ditulis oleh penulis komunis sering dianonimkan untuk menghindari sensor.[83] Di bawah tekanan, termasuk ancaman kekerasan fisik, para penulis skenario kiri mundur dari Mingxing pada 1934;[85] sebagian kemudian kembali pada tahun-tahun berikutnya, termasuk pekerja dari Diantong Film Company yang telah tutup.[86]

Sumber kontemporer juga menempatkan Mingxing dalam perkembangan animasi Tiongkok awal. Kajian Ying Zhang pada 2026 menyebut bahwa Wan bersaudara bersama Mingxing berperan penting dalam menerjemahkan tujuan moral dan kewargaan Gerakan Kehidupan Baru ke dalam bentuk animasi, antara lain melalui China Cartoon Congress (1936), yang terdiri atas sepuluh film pendek bertema kebersihan, ketepatan waktu, tata tertib sosial, patriotisme, dan tanggung jawab kolektif.[87]

Analisis

Gaya dan pendekatan produksi

Para pendiri Mingxing memiliki pandangan berbeda tentang fungsi film. Zheng Zhengqiu memandang film sebagai sarana reformasi sosial, sedangkan Zhang Shichuan menekankan nilai komersial dan hiburan.[5] Zhang berpendapat bahwa pembuat film perlu mengikuti daya tarik dan selera masa kini agar dapat menghadirkan tawa bagi publik.[88] Akibatnya, sejak awal perusahaan memadukan orientasi moral-didaktis dengan pertimbangan pasar.[5] Sutradara kemudian juga memiliki pendekatan beragam. Hong Shen, yang belajar di Amerika Serikat di bawah George Pierce Baker, mendorong gaya realis yang dipengaruhi Eugene O'Neill dan Henrik Ibsen.[89]

Mingxing banyak mengadaptasi novel, termasuk Lonely Orchid (1926) dan pembuatan ulangnya pada 1935, Fallen Plum Blossoms (1927), serta Fate in Tears and Laughter (1932).[90] Film lain yang diadaptasi dari novel mencakup The Phoenix Knight (1927), dari karya Li Hanqiu, dan Taohua Lake (1930).[91] Ketika tidak mengadaptasi novel, keterlibatan penulis terkenal seperti Cheng Xiaoqing, Tian Han, Xu Banmei, dan Chen Lengxue sering ditonjolkan.[92]

Pembaruan penelitian pada 2026 menegaskan pentingnya 1924 dalam sejarah film komersial Tiongkok. Dalam laporan tentang penerbitan ulang dokumen khusus film Tiongkok modern, Lu Sijia mencatat pandangan Huang Wangli bahwa Jade Pear Spirit produksi Mingxing pada 1924 menjadi penanda masuknya sastra populer ke dunia film dan memengaruhi bentuk kreatif serta orientasi kritik film Tiongkok awal.[93]

Sumber lain bagi Mingxing adalah Opera Peking, yang populer di kalangan penonton pada akhir 1920-an dan awal 1930-an.[94] Unsur opera muncul dalam A Passionate Actress (1926) dan Resurrection of Conscience (1926),[95] sedangkan empat lagu opera dimasukkan dalam Sing-Song Girl Red Peony.[94]

Tema

Seorang pria sedang membelah melon.
Tokoh Tukang Kayu Zheng "membelah melon" dalam Labourer's Love; film-film pertama Mingxing berupa komedi.

Film-film pertama Mingxing adalah komedi slapstick, genre yang mencakup hampir separuh produksi film Tiongkok pada 1922.[96] The King of Comedy Visits Shanghai menampilkan tokoh Charlie Chaplin, diperankan oleh peniru bernama Richard Bell,[97] yang berkunjung ke Shanghai dan terlibat dalam berbagai lelucon, seperti terjebak di tandu atau bertemu bayi yang mengemudikan gerobak sapi.[98] Labourer's Love mengambil humor dari kekacauan seorang tukang kayu yang menjadi penjual buah dan jatuh cinta pada putri dokter. Film ini juga memuat rujukan kepada tokoh "The Boy" Harold Lloyd serta permainan visual saat tokoh utama membelah melon, sebuah eufemisme seksual dalam bahasa Tionghoa.[99] Sementara itu, Havoc in a Bizarre Theatre mengisahkan seorang juru masak yang teralihkan perhatiannya dan secara tak sengaja menjadi bintang panggung.[100]

Setelah keberhasilan Orphan Rescues Grandfather pada 1923, Mingxing terutama memproduksi melodrama keluarga. Hingga 1926, sebagian besar produksinya berupa drama moral,[101] yang dianggap memungkinkan perpaduan antara "bisnis dan nurani".[79] Film-film ini mempromosikan nilai tertentu, seperti pentingnya pendidikan publik, dan sering menampilkan bentuk pembalasan moral: orang baik diberi ganjaran dan orang jahat dihukum.[102] Pola ini kemudian diikuti perusahaan lain seperti Shenzhou.[103]

Setelah The Burning of the Red Lotus Temple sukses pada 1928, Mingxing memproduksi sekitar 27 drama kostum dan film seni bela diri.[104] Perusahaan menggunakan kombinasi Williams shot dan efek gambar tangan untuk menampilkan pertarungan cepat, serta teknik tali untuk adegan terbang.[105] Popularitas film tersebut mendorong munculnya subgenre film wuxia yang ditiru studio Shanghai lain.[29] Namun, para kritikus mengecam genre ini sebagai pornografis dan feodal,[106] dan pemerintah KMT melarangnya pada 1931 karena dianggap mempromosikan takhayul.[107]

Dengan dimulainya Perang Tiongkok-Jepang Kedua pada 1931, Mingxing, seperti perusahaan film Tiongkok lain, memproduksi film nasionalistis seperti Iron Youth (1931) dan Resurrecting the National Spirit (1932).[108] Film yang membahas isu kontemporer tetap populer sepanjang dekade itu.[60] Wild Torrent, misalnya, disutradarai Cheng Bugao dari skenario Xia Yan dan membahas banjir Sungai Yangtze serta konflik sosial yang muncul dari bencana tersebut. Film ini dipuji baik oleh penulis kiri seperti Mao Dun maupun pemerintah KMT.[109] Film lain yang mengangkat masalah sosial termasuk The Uprising karya Xu Xinfu, yang menggambarkan pemberontakan buruh garam terhadap pemilik modal, dan 24 Hours in Shanghai karya Shen Xiling, yang mengeksplorasi kesulitan kaum miskin kota Shanghai.[110]

Beberapa produksi Mingxing juga dipandang sebagai contoh metafilm. The King of Comedy Visits Shanghai (1922) menampilkan tokoh raja komedi yang berkeliling studio dan sekolah film Mingxing; sejarawan film Zheng Junli mengaitkan unsur ini dengan pengaruh Mack Sennett dan Keystone Studios.[111] Mingxing juga mengeksplorasi bintang film dalam A Passionate Actress (1926).[112] Dalam An Amorous History of the Silver Screen (1931), yang secara semi-biografis mengikuti kebangkitan tokoh Xuan Jinglin dari prostitusi menjadi bintang film, Mingxing menampilkan dirinya sebagai "bengkel ajaib realitas virtual" melalui tata cahaya modern, dekorasi besar, dan efek khusus inovatif.[113]

Filmografi pilihan

Artikel utama: Daftar film Mingxing

Selama lima belas tahun beroperasi, Mingxing memproduksi 174 film naratif, terdiri atas 128 film bisu dan 46 film bersuara. Sebagian besar disutradarai oleh Zhang Shichuan (69 film) dan Zheng Zhengqiu (55 film), dengan sutradara penting lain seperti Cheng Bugao (37), Xu Xinfu (11), dan Hong Shen (10). Sebagian besar film Mingxing hilang; hanya 24 film panjang yang diketahui masih bertahan secara utuh atau sebagian.[1] Perusahaan ini juga memproduksi lima kartun pendek,[114] serta film berita dan dokumenter.[108]

Catatan

  1. ↑ Sebutan ini tidak sepenuhnya seragam. Karena dialog dan lagu direkam pada cakram fonograf yang diputar bersamaan dengan film, sebagian penulis juga menyebut Spring on Stage (1931) produksi Tianyi sebagai film bersuara Tiongkok pertama karena memakai teknologi suara-pada-film.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Huang 2014, hlm. 284–315.
  2. 1 2 3 Xiao 1998a, hlm. 4–5.
  3. ↑ Zhong, Zhang & Zhang 1997, hlm. 53.
  4. ↑ Xiao 1998a, hlm. 8.
  5. 1 2 3 4 Xiao 1998d, hlm. 390.
  6. ↑ Huang 2014, hlm. 83; Jia 2022, hlm. 263
  7. ↑ Ding 2011, hlm. 156.
  8. ↑ Huang 2014, hlm. 78.
  9. ↑ Huang 2014, hlm. 30.
  10. ↑ Huang 2014, hlm. 31.
  11. ↑ 明星影片股份有限公司 [Mingxing Film Co., Ltd.] (dalam bahasa Tionghoa). China Film Archive. Diakses tanggal 26 Juni 2026.
  12. ↑ Huang 2014, hlm. 23.
  13. ↑ Huang 2014, hlm. 31–32.
  14. 1 2 3 Huang 2014, hlm. 32.
  15. 1 2 Huang 2014, hlm. 33.
  16. ↑ Huang 2014, hlm. 34.
  17. ↑ Huang 2014, hlm. 34–35.
  18. 1 2 Huang 2014, hlm. 35.
  19. ↑ Huang 2014, hlm. 148–149.
  20. ↑ Huang 2014, hlm. 150–151.
  21. ↑ Xiao 1998c, hlm. 259.
  22. ↑ Zhang 2004, hlm. 127. sfn error: tanpa target: CITEREFZhang2004 (bantuan)
  23. 1 2 Wei 2017.
  24. ↑ Jiang 2009, hlm. 140.
  25. ↑ Huang 2014, hlm. 35–36.
  26. ↑ Huang 2014, hlm. 38–39.
  27. ↑ Huang 2014, hlm. 92.
  28. ↑ Huang 2014, hlm. 39; Zhang 2005, hlm. 122
  29. 1 2 Huang 2014, hlm. 42.
  30. ↑ Huang 2014, hlm. 40.
  31. ↑ Sugawara 2015, hlm. 28.
  32. ↑ Wei 2018.
  33. ↑ Zhang 2005, hlm. xxv.
  34. 1 2 3 4 Huang 2014, hlm. 41.
  35. ↑ Zhang 1998, hlm. 108. sfn error: tanpa target: CITEREFZhang1998 (bantuan)
  36. ↑ Huang 2014, hlm. 29.
  37. ↑ Jia 2022, hlm. 266.
  38. ↑ Huang 2014, hlm. 75; Sugawara 2015, hlm. 28
  39. ↑ Huang 2014, hlm. 40–41.
  40. ↑ Fu 2008, hlm. 2.
  41. 1 2 Huang 2014, hlm. 43.
  42. ↑ Huang 2014, hlm. 88.
  43. 1 2 Huang 2014, hlm. 44.
  44. ↑ Xiao 1998b, hlm. 103.
  45. ↑ Lee 2015, hlm. 237.
  46. ↑ Huang 2014, hlm. 45.
  47. ↑ Huang 2014, hlm. 46.
  48. ↑ Huang 2014, hlm. 48.
  49. ↑ Huang 2014, hlm. 50.
  50. ↑ Luo, Ye & Zhu 2024, hlm. 192; Xiao 1998a, hlm. 17
  51. ↑ Yeh 2002, hlm. 84; Zhang 2014, hlm. 4
  52. ↑ Zhang 2014, hlm. 5.
  53. ↑ Zhang 2014, hlm. 4.
  54. ↑ Yeh 2002, hlm. 84.
  55. ↑ Huang 2014, hlm. 50–51.
  56. ↑ Huang 2014, hlm. 51.
  57. ↑ Huang 2014, hlm. 52; Lee 2015, hlm. 238
  58. 1 2 Huang 2014, hlm. 52.
  59. ↑ Huang 2014, hlm. 51; Xiao 1998d, hlm. 390
  60. 1 2 3 Huang 2014, hlm. 108.
  61. ↑ Huang 2014, hlm. 53.
  62. ↑ Huang 2014, hlm. 49–50.
  63. ↑ Jin 2009, hlm. 136.
  64. ↑ Huang 2014, hlm. 54; Zhang 2005, hlm. xxv
  65. ↑ Huang 2014, hlm. 54; Giesen 2014, hlm. 40
  66. ↑ Jiang 2009, hlm. 141; Jin 2009, hlm. 138; Xiao & Zhang 1998, hlm. 394
  67. ↑ Jin 2009, hlm. 139.
  68. 1 2 Huang 2014, hlm. 56.
  69. ↑ Huang 2014, hlm. 55.
  70. ↑ Huang 2014, hlm. 57.
  71. ↑ McKenna 2024.
  72. ↑ Huang 2014, hlm. 57–58.
  73. ↑ Xiao 1998a, hlm. 18.
  74. ↑ Jin 2009, hlm. 141; Xiao & Zhang 1998, hlm. 394
  75. ↑ Chen 2021.
  76. ↑ Qian 2024, hlm. 52.
  77. ↑ Zhang 2005, hlm. 89.
  78. ↑ Zhang 2005, hlm. 80.
  79. 1 2 Zhang 2005, hlm. 90.
  80. ↑ Luo, Ye & Zhu 2024, hlm. 46; Yeh 2002, hlm. 84; Zhu 2022, hlm. 41
  81. ↑ Huang 2014, hlm. 103.
  82. ↑ Huang 2014, hlm. 106.
  83. 1 2 Huang 2014, hlm. 115.
  84. ↑ Xiao 1998a, hlm. 14.
  85. ↑ Jin 2009, hlm. 139; Xiao 1998a, hlm. 14
  86. ↑ Huang 2023.
  87. ↑ Zhang Ying 2026.
  88. ↑ Dikutip dan diterjemahkan dalam Zhang (2005, hlm. 108).
  89. ↑ Huang 2014, hlm. 93.
  90. ↑ Huang 2014, hlm. 51, 88.
  91. ↑ Huang 2014, hlm. 99–100.
  92. ↑ Huang 2014, hlm. 100, 122.
  93. ↑ Lu 2026.
  94. 1 2 Luo, Ye & Zhu 2024, hlm. 85.
  95. ↑ Huang 2014, hlm. 124; Zhang 2005, hlm. 39
  96. ↑ Huang 2022, hlm. 278.
  97. ↑ Huang 2022, hlm. 286.
  98. ↑ Huang 2022, hlm. 283.
  99. ↑ Rea 2021, hlm. 23–30.
  100. ↑ Huang 2022, hlm. 284.
  101. ↑ Zhang 2005, hlm. 128.
  102. ↑ Zhang 2005, hlm. 128, 183.
  103. ↑ Zhang 2005, hlm. 144.
  104. ↑ Huang 2014, hlm. 223.
  105. ↑ Teo 2015, hlm. 32.
  106. ↑ Teo 2015, hlm. 38.
  107. ↑ Teo 2015, hlm. 9.
  108. 1 2 Huang 2014, hlm. 107.
  109. ↑ Huang 2014, hlm. 116–117.
  110. ↑ Xiao 1998a, hlm. 15.
  111. ↑ Luo 2024, hlm. 7.
  112. ↑ Harris 2012, hlm. 191.
  113. ↑ Zhang 2005, hlm. xxiii.
  114. ↑ Giesen 2014, hlm. 41–42.

Daftar pustaka

Perusahaan produksi film Tiongkok
Aktif
Dibubarkan
Lihat pula
Pendiri
250px-Mingxing_Film_Company_%281937%29_production_logo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sutradara
Penulis
Pemeran
Film
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan