Senin, 05 Oktober 2026
16:19 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan
Meteorit Hoba

Meteorit Hoba

meteorit

Bagikan:
Hoba
330px-Hoba_meteorite_%2815682150765%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Meteorit tersebut pada tahun 2014 setelah menjadi objek wisata
JenisBesi
Kelas12
NegaraNamibia
Koordinat19°35′33″S 17°56′01″E / 19.59250°S 17.93361°E / -19.59250; 17.93361
Tanggal jatuhKurang dari 80.000 tahun yang lalu
Tanggal ditemukan1920
Media terkait di Wikimedia Commons

Meteorit Hoba[1] (/ˈhoʊbə/ HOH-bə) dinamai menurut lahan pertanian Hoba West, tempat meteorit tersebut berada, tidak jauh dari Grootfontein, di Region Otjozondjupa Namibia. Meteorit ini telah tersingkap ke permukaan, tetapi karena massanya yang sangat besar, tidak pernah dipindahkan dari lokasi tempat jatuhnya. Massa utamanya (sebagian bagiannya tampaknya telah dipotong) diperkirakan melebihi 60 ton.[1] Meteorit ini merupakan meteorit utuh terbesar yang diketahui (sebagai satu bongkah tunggal)[2] dan memiliki massa sekitar dua kali lipat dibandingkan fragmen terbesar dari meteorit Cape York, yakni Ahnighito seberat 31 ton yang disimpan di Museum Sejarah Alam Amerika, maupun Campo del Cielo dengan bongkah Gancedo seberat 31 ton. Meteorit ini juga merupakan bongkah besi alami (lebih tepatnya feronikel) terbesar yang diketahui berada di permukaan Bumi. Nama Hoba berasal dari sebuah kata dalam Khoekhoegowab yang berarti "hadiah".[3] Setelah dihibahkan kepada pemerintah pada tahun 1987, sebuah pusat pengunjung dibangun dengan jalur masuk dan area tempat duduk melingkar yang terbuat dari batu.

Tumbukan

Meteorit Hoba diperkirakan menghantam Bumi kurang dari 80.000 tahun yang lalu. Diduga[4] bahwa atmosfer Bumi memperlambat benda tersebut sedemikian rupa sehingga menghantam permukaan pada kecepatan terminal, sehingga tetap utuh dan hanya menyebabkan sedikit penggalian (pemindahan tanah). Dengan mengasumsikan koefisien hambatan sekitar 1,3, meteor tersebut diperkirakan melambat hingga sekitar 275 km/s (620.000 mph) dari kecepatan saat memasuki atmosfer yang umumnya melebihi 10 km/s (22.000 mph). Meteorit ini tidak lazim karena kedua permukaan utamanya berbentuk datar.

Penemuan

250px-Impacting_asteroids_size_comparison.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbandingan perkiraan ukuran sejumlah benda penumbuk terkenal dengan meteorit Hoba, sebuah Boeing 747, dan sebuah bus New Routemaster

Meteorit Hoba tidak meninggalkan kawah tumbukan yang masih terpelihara, dan penemuannya terjadi secara tidak sengaja. Pada tahun 1920,[1] pemilik lahan tersebut, Jacobus Hermanus Brits, menemukan benda itu ketika sedang membajak salah satu ladangnya dengan menggunakan lembu. Saat mengolah lahan, ia mendengar suara gesekan logam yang keras dan bajaknya tiba-tiba berhenti. Benda yang menghalangi tersebut kemudian digali, diidentifikasi sebagai meteorit, dan dideskripsikan oleh Brits. Laporannya diterbitkan pada tahun 1920 dan kini dapat dilihat di Museum Grootfontein di Namibia.

Friedrich Wilhelm Kegel mengambil foto pertama meteorit Hoba yang kemudian dipublikasikan.[5]

Deskripsi dan komposisi

Hoba merupakan sebuah bongkah logam berbentuk pipih yang berukuran 27 x 27 x 09 m (89 x 89 x 30 ft). Erosi, pengambilan sampel untuk penelitian ilmiah, dan vandalisme telah mengurangi massanya selama bertahun-tahun. Meteorit ini tersusun atas sekitar 84% besi dan 16% nikel, dengan sejumlah kecil kobalt. Meteorit ini diklasifikasikan sebagai ataxit, yaitu meteorit besi yang termasuk dalam kelas kimia kaya nikel IVB. Permukaannya dilapisi kerak hidroksida besi yang terbentuk akibat pelapukan melalui oksidasi.

Sejarah modern

Dalam upaya mencegah pemindahan meteorit tersebut, dengan persetujuan pemilik lahan, Ora Scheel,[6] pada 15 Maret 1955 pemerintah Afrika Barat Daya (kini Namibia) menetapkan Meteorit Hoba sebagai monumen nasional. Sejak tahun 1979, penetapan tersebut diperluas hingga mencakup area seluas 425 m2 (4.570 sq ft).[7]

250px-HobaMeteorite.Ora_Scheel1952.small.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Meteorit Hoba pada tahun 1952. Ora Scheel (kanan),[6] yang memperoleh kepemilikan lokasi tersebut dan membantu menetapkan meteorit ini sebagai monumen nasional, bersama seorang pengunjung yang tidak diketahui identitasnya (kiri).

Sejak sekitar dekade 1970-an, pengembangan lokasi meteorit sebagai tujuan wisata terhambat oleh letaknya di Segitiga Otavi, yang meliputi Otavi, Tsumeb, dan Grootfontein,[8] sebuah kawasan penting dalam Perang Kemerdekaan Namibia atau Perang Perbatasan Afrika Selatan.

Pada tahun 1987, pemilik lahan menghibahkan meteorit beserta lokasi tempat meteorit itu berada kepada negara untuk tujuan pendidikan. Pada tahun yang sama, pemerintah membuka sebuah pusat wisata di lokasi tersebut.[7] Sejak pengembangan itu dilakukan, tindakan vandalisme terhadap Meteorit Hoba telah berhenti, dan kini lokasi tersebut dikunjungi oleh ribuan wisatawan setiap tahunnya.

Meskipun demikian, spesimen yang berasal dari pencurian dan vandalisme pada masa lalu masih terus diperdagangkan. Pada 7 Desember 2021, sebuah spesimen berukuran luar biasa besar dengan berat 28-kilogram (62 pon), yang diambil secara ilegal pada tahun 1968, terjual seharga US$59.062[9] di Los Angeles, Amerika Serikat, melalui rumah lelang Bonhams. Dalam keterangan penjualan Bonhams disebutkan: "Spesimen ini diperoleh pada tahun 1968 oleh ayah pemilik saat ini ketika ia mengunjungi massa utama Hoba bersama beberapa temannya. Dengan menggunakan gergaji tangan, mereka memotong sebuah bongkah besar meteorit dari massa utamanya 'sebagai suvenir', suatu kegiatan yang memerlukan waktu antara tiga hingga empat jam."[9]

  • Meteorit Hoba pada dekade 1950-an, memperlihatkan lokasinya yang terpencil dan tidak terlindungi
    Meteorit Hoba pada dekade 1950-an, memperlihatkan lokasinya yang terpencil dan tidak terlindungi
  • Seorang perempuan duduk di atas meteorit tersebut pada tahun 1967
    Seorang perempuan duduk di atas meteorit tersebut pada tahun 1967
  • Sebuah meteorit seberat 166 kg (365 pon) di National Trust Tatton Park, yang sebelumnya keliru diberi label sebagai Hoba, kemudian diidentifikasi sebagai Gibeon
    Sebuah meteorit seberat 166 kg (365 pon) di National Trust Tatton Park, yang sebelumnya keliru diberi label sebagai Hoba, kemudian diidentifikasi sebagai Gibeon[10]

Lihat pula

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hoba meteorite.

Catatan dan referensi

  1. 1 2 3 Templat:Metbull
  2. ↑ McSween, Harry (1999). Meteorites and their parent planets (Edisi 2nd). Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0521583039. OCLC 39210190.
  3. ↑ Cassidy, Joseph (2009). Place Names of Namibia A Historical Dictionary. Windhoek: Macmillan Education Namibia Publishers (Pty) Ltd. hlm. 37. ISBN 978-99916-0-654-5.
  4. ↑ Field Guide to Meteors and Meteorites O. Richard Norton and Lawrence Chitwood. Springer Science + Business Media 2008, ISBN978-1-84800-156-5
  5. ↑ Spencer, L. J.; Hey, M. H. (Maret 1932). "Hoba (South-West Africa), the largest known meteorite" (PDF). Mineralogical Magazine and Journal of the Mineralogical Society. XXIII (136): 4. Bibcode:1932MinM...23....1S. doi:10.1180/minmag.1932.023.136.03. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2016-12-15.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Comerford, M.F. (September 1967). "Comparative erosion rates of stone and iron meteorites under small-particle bombardment". Geochimica et Cosmochimica Acta. 31 (9). Elsevier Science, New York: 1470. Bibcode:1967GeCoA..31.1457C. doi:10.1016/0016-7037(67)90021-X. ISSN 0016-7037.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 Voigt, Andreas (2004). National Monuments in Namibia: An Inventory of Proclaimed National Monuments in the Republic of Namibia. Gamsberg Macmillan. hlm. 4–5. ISBN 9991605932.
  8. ↑ Lelyveld, Joseph (Agustus 1982). "Inside Namibia". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 "Bonhams : HOBA IRON METEORITE--A CUT BLOCK OF TRIANGULAR, PRISMATIC FORM".
  10. ↑ "Meteorite 1303720".

Bacaan lanjutan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan