Rabu, 04 November 2026
20:17 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Meropenem

Meropenem

senyawa kimia

Bagikan:
Meropenem
250px-Meropenem.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Meropenem-from-xtal-1992-3D-balls.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Data klinis
Nama dagangEradix, Merofen, Meropex, Merrem, Simpenem
AHFS/Drugs.commonograph
Kategori
kehamilan
Rute
pemberian
[[Intravena]
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
  • AU:S4 (Prescription only)
  • UK:POM (Hanya resep)
  • US:Resep dokter
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas100%
Pengikatan proteinKira-kira 2%
Waktu paruh eliminasi1 jam
EkskresiGinjal
Pengenal
  • asam (4R,5S,6S)-3-(((3S,5S)-5-(Dimetilkarbamoil)pirrolidin-3-il)tio)-6-((R)-1-hidroksietil)-4-metil-7-oxo-1-azabisiklo[3.2.0]hept-2-ena-2-karboksilat
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.169.299 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC17H25N3O5S
Massa molar383,46 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
  • O=C3N2\C(=C(\S[C@H]1C[C@@H](C(=O)N(C)C)NC1)[C@H](C)[C@@H]2[C@H]3[C@H](O)C)C(=O)O
  • InChI=1S/C17H25N3O5S/c1-7-12-11(8(2)21)16(23)20(12)13(17(24)25)14(7)26-9-5-10(18-6-9)15(22)19(3)4/h7-12,18,21H,5-6H2,1-4H3,(H,24,25)/t7-,8-,9+,10+,11-,12-/m1/s1 checkY
  • Key:DMJNNHOOLUXYBV-PQTSNVLCSA-N checkY

Meropenem adalah antibiotik intravena golongan beta laktam yang sering digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri.[1] Infeksi bakteri tersebut antara lain meningitis, infeksi intra-abdominal, pneumonia, sepsis, dan antraks.[1]

Pada tahun 1983, meropenem resmi dipatenkan.[2] Penggunaannya pada bidang kedokteran disetujui sejak tahun 1996 di Amerika Serikat .[1] Obat ini terdaftar dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[3] Organisasi Kesehatan Dunia mengkategorikan obat ini sebagai obat yang sangat penting pada pengobatan manusia.[4]

Penggunaan medik

Meropenem dapat digunakan pada infeksi bakteri Gram-positif dan Gram-negatif (termasuk Pseudomonas) serta bakteri anaerob. Obat ini memiliki spektrum yang hampir mirip dengan imipenem, meskipun meropenem lebih aktif terhadap bakteri Enterobacteriaceae dan kurang aktif terhadap bakteri Gram-positif bila dibandingkan dengan penggunaan imipenem.[5]

Obat ini dapat melawan β-laktamase spektrum luas, tetapi lebih rentan terhadap metallo-β-laktamase.[5] Meropenem sering diberikan pada pengobatan demam neutropenia. Kondisi ini sering terjadi pada pasien yang memiliki keganasan hematologi dan pasien kanker yang diberikan obat antikanker yang menekan pembentukan sumsum tulang.

Obat ini juga disetujui untuk digunakan pada infeksi intra-abdomen komplikata, infeksi kulit dan infeksi struktur kulit komplikata, dan meningitis bakteri.

FDA, pada tahun 2017, menyetujui penggunaan kombinasi meropenem dan vaborbaktam untuk pengobatan orang dewasa dengan infeksi saluran kemih komplikata.[6]

Efek samping

Mual, diare, sembelit, sakit kepala, serta nyeri dan ruam di tempat suntikan merupakan efek samping yang sering terjadi pada penggunaan meropenem.[1] Efek samping yang serius termasuk Infeksi Clostridioides difficile, kejang, dan reaksi alergi termasuk reaksi anafilaksis .[1] Orang yang alergi terhadap antibiotik beta-laktam lainnya lebih cenderung memiliki alergi terhadap meropenem juga.[1] Penggunaan pada kehamilan tampaknya aman.[1] Meropenem biasanya mengakibatkan kematian bakteri dengan cara mengganggu kemampuan mereka dalam memproduksi dinding sel.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Meropenem". The American Society of Health-System Pharmacists. Diakses tanggal 8 Desember 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Fischer, Janos; Ganellin, C. Robin (2006). Analogue-based Drug Discovery (dalam bahasa Inggris). John Wiley & Sons. hlm. 497. ISBN 9783527607495.
  3. ↑ World Health Organization (2019). World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. Geneva: World Health Organization. hdl:10665/325771. WHO/MVP/EMP/IAU/2019.06. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.
  4. ↑ World Health Organization (2019). Critically important antimicrobials for human medicine (Edisi 6th revision). Geneva: World Health Organization. hdl:10665/312266. ISBN 9789241515528.
  5. 1 2 AHFS Drug Information (Edisi 2006). American Society of Health-System Pharmacists. 2006.
  6. ↑ Commissioner, Office of the (24 Maret 2020). "Press Announcements - FDA approves new antibacterial drug". www.fda.gov (dalam bahasa Inggris).{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan