Minggu, 27 September 2026
02:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Sawan

kondisi abnormal ketika terjadi aktivitas saraf berlebihan yang abnormal yang terjadi secara tiba-tiba di otak

Sawan (Inggris: seizure) yang dalam bahasa medis sering kali disebut sebagai bangkitan, bangkitan kejang atau hanya "kejang" (konvulsi)[1] adalah kondisi abnormal ketika terjadi aktivitas saraf berlebihan yang abnormal yang terjadi secara tiba-tiba di otak.[2][3] Jelasnya, sawan merupakan aktivitas abnormal pada listrik otak, sementara kejang merupakan salah satu manifestasi klinis yang timbul akibat sawan, yaitu gemetar hebat pada tubuh akibat kontraksi otot.

Sebagian besar masyarakat berpikir bahwa aktivitas saraf yang abnormal ini selalunya mengakibatkan kejang. Padahal, dampak dari aktivitas saraf yang abnormal ini bervariasi dimulai dari manifestasi motorik seperti bangkitan tonik-klonik (gerakan gemetar yang takterkontrol yang melibatkan sebagian besar tubuh dengan/tanpa kehilangan kesadaran) hingga manifestasi kognitif seperti kehilangan kesadaran sesaat yang halus (bangkitan absens/lena).[4] Selain manifestasi motorik, bangkitan juga dapat bermanifestasi sebagai keluhan sensorik (kesemutan, berkeringat), otonom (dada tiba-tiba berdebar, pipis tiba-tiba).[5] Sebagian besar waktu episode ini berlangsung kurang dari dua menit dan perlu beberapa waktu untuk kembali normal.

Klasifikasi Sawan/Bangkitan

Berdasarkan rangsangan/provokasinya, bangkitan dapat dibagi sebagai berikut:[6]

  1. Bangkitan dengan provokasi (unprovoked/acute symptomatic seizures) yaitu bangkitan yang dapat muncul dengan diprovokasi oleh suatu penyebab tertentu. Bangkitan ini dapat hilang jika penyebabnya diatasi. Misal:
    • Gangguan elektrolit (hipoglikemia, hiponatremia, hipernatremia, dll.)
    • Gejala putus narkoba (etanol, benzodiazepin, dll.)
    • Sepsis
    • Infeksi SSP (sistem saraf pusat)
    • Cedera otak traumatis
    • Strok (baik iskemik maupun pendarahan/hemoragik)
    • Penyakit peradangan kronis (lupus otak/lupus cerebritis, dll)
    • Demam (contoh terjadi pada kejang demam)
    • Kurang tidur
    • Meminum OAE (obat antiepilepsi) dengan tidak teratur
  2. Bangkitan tanpa provokasi/bangkitan refleks) yaitu bangkitan yang terjadi tanpa penyebab yang diketahui atau dapat diperbaiki sehingga kejang yang berkelanjutan mungkin terjadi.

Sementara berdasarkan penyebabnya, bangkitan dapat dibagi sebagai berikut:

  1. Bangkitan epileptik, yaitu bangkitan yang disebabkan oleh aktivitas listrik otak yang abnormal, berlebih, dan tersinkron.[7]
  2. Bangkitan nonepileptik, yaitu bangkitan yang tidak disebabkan oleh aktivitas listrik otak yang abnormal, berlebih, dan tersinkron.

Bangkitan vs. Epilepsi

Orang yang mengalami bangkitan bukan berarti pasti ia memiliki epilepsi/ayan. Untuk dapat dikatakan epilepsi, seseorang itu setidaknya harus:[3]

  1. Ada dua bangkitan tanpa provokasi (bangkitan refleks) yang masing-masing bangkitan terjadi berselang lebih dari 24 jam.
  2. Ada satu bangkitan tanpa provokasi (bangkitan refleks) dengan adanya kemungkinan bangkitan berulang dengan risiko rekurensi sama dengan dua bangkitan tanpa provokasi (setidaknya 60%) dapat timbul hingga 10 tahun ke depan.

Referensi

  1. ↑ Dorland's Illustrated Medical Dictionary. Philadelphia: Saunders Elsevier. 2012. hlm. 411, 1688. ISBN 978-1-4160-6257-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "Lowenstein", Daniel H. (2017). Harrison's Neurology in Clinical Medicine. McGraw-Hill Education. hlm. 297. ISBN 978-1-25-983587-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Fisher, RS; Acevedo, C; Arzimanoglou, A; Bogacz, A; Cross, JH; Elger, CE; Engel J, Jr; Forsgren, L; French, JA; Glynn, M; Hesdorffer, DC; Lee, BI; Mathern, GW; Moshé, SL; Perucca, E; Scheffer, IE; Tomson, T; Watanabe, M; Wiebe, S (April 2014). "ILAE official report: a practical clinical definition of epilepsy". Epilepsia. 55 (4): 475–82. doi:10.1111/epi.12550. PMID 24730690. S2CID 35958237.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Misulis, Karl E.; Murray, E. Lee (2017). Essentials of Hospital Neurology (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm. Chapter 19. ISBN 9780190259433.
  5. ↑ "Lowenstein", Daniel H. (2017). Harrison's Neurology in Clinical Medicine. McGraw-Hill Education. hlm. 298. ISBN 978-1-25-983587-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ "Huff", J. Stephen; 'Murr', Najib (2023-02-07). "Seizure". National Library of Medicine. Diakses tanggal 2024-02-19.
  7. ↑ "Fisher", Robert S.; Boas, Walter van Emde; Blume, Warren; Elger, Christian; Genton, Pierre; Lee, Phillip; Jr., Jerome Engel (2005). "Epileptic Seizures and Epilepsy: Definitions Proposed by International League Against Epilepsy (ILAE) and International Bureau for Epilepsy (IBE)". Epilepsia. 46 (4): 471. doi:10.1111/j.0013-9580.2005.66104.x.

Pranala luar

Lihat entri sawan di kamus bebas Wikikamus.


Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan