Selasa, 03 November 2026
00:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Merienda

Bagikan:

Merienda adalah kebiasaan makan ringan di sore hari yang sudah jadi bagian tak terpisahkan dari hari orang Spanyol, dan juga masih dilakukan di banyak tempat yang pernah dijajah Spanyol—dari Filipina sampai sebagian Amerika Latin. Biasanya dilakukan sekitar jam lima sampai tujuh malam, tepat di antara akhir siesta dan makan malam yang baru dimulai ketika lampu-lampu kota sudah menyala. Merienda lebih sering jadi alasan untuk duduk sebentar bersama keluarga atau teman, mengobrol santai sambil mengunyah sesuatu yang sederhana seperti sepotong roti dengan chorizo, churros yang masih hangat dicelup cokelat kental, atau bocadillo jamón yang dibungkus kertas lilin. [1]

Kebiasaan ini mulai terbentuk pada abad ke-18, ketika jarak waktu yang cukup jauh antara makan siang dan makan malam membuat para pekerja lapangan dan petani membutuhkan tambahan tenaga di sore hari. Di Andalusia, bentuk paling sederhana adalah roti desa yang digosok tomat segar dan ditetesi minyak zaitun; di Katalonia, orang lebih sering memilih ensaïmada atau coca manis. Ketika Spanyol menjajah Filipina, tradisi ini ikut menyebar dan berubah menjadi camilan sore dengan pandesal, bibingka, atau tsokolate-e.[2][3]

Di Spanyol masa kini, merienda tetap menjadi bagian rutin kehidupan sehari-hari. Anak-anak yang pulang sekolah pada sore hari biasanya langsung mencari camilan sebelum melanjutkan aktivitas. Orang dewasa yang baru selesai bekerja sering singgah sebentar di churrería untuk churros porras dengan cokelat kental, atau di bar lingkungan untuk bocadillo de tortilla de patatas. Pada musim panas, pilihan cenderung lebih segar: horchata dingin, gazpacho dalam gelas, atau granizado lemon.[4]

Merienda bersifat santai dan fleksibel. Ia bisa berlangsung di bangku taman umum, di teras rumah sambil mengawasi anak bermain, atau di meja kafe kecil. Di banyak kota, pelayan bar sudah hafal pesanan tetap: bocadillo calamares di Madrid, xuixos di Girona, atau fartons dengan horchata di Valencia. Di pedesaan, merienda sering hanya roti desa yang dibagi bersama tetangga di bawah pohon ara sambil mengobrol ringan.[1][3]

Di luar Spanyol, merienda tetap hidup dengan ciri khas masing-masing. Di Filipina, waktu sekitar pukul tiga hingga empat sore dianggap saat yang tepat untuk suman, puto, atau cangkir cokelat panas. Di Meksiko dan Amerika Tengah, istilah serupa kadang berubah menjadi lonche atau cena chica, tetapi fungsinya sama: jeda ringan sebelum makan malam.[2][4]

Merienda mencerminkan cara hidup masyarakat berbahasa Spanyol yang memberi ruang bagi jeda kecil di tengah hari yang panjang. Ia menjadi kebiasaan sederhana yang memungkinkan orang berhenti sejenak, berbagi makanan, dan menikmati kebersamaan singkat sebelum melanjutkan hari.[1][4]

Referensi

  1. 1 2 3 "Merienda". TasteAtlas. Diakses tanggal 20 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Origin of Merienda: The Spanish Afternoon Tea". Fascinating Spain. 10 September 2021. Diakses tanggal 20 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "Merienda: The Afternoon Snack Tradition In Spain". Tasting Table. Diakses tanggal 20 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 3 "Best Recipes for Spanish Merienda". Fascinating Spain. 25 Mei 2023. Diakses tanggal 20 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan