Jumat, 09 Oktober 2026
00:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Mereologi

Bagikan:

Mereologi (/mɪəriˈɒlədʒi/; dari bahasa Yunani μέρος meros ‘bagian’ (akar: mere-) dan akhiran -logy, yang berarti ‘studi’, ‘diskusi’, atau ‘ilmu’) adalah kajian filosofis tentang hubungan antara bagian dan keseluruhan, juga disebut sebagai hubungan kebagianan (parthood relationships).[1][2]

Sebagai cabang dari metafisika, mereologi menelaah hubungan antara bagian-bagian dan keseluruhan mereka, serta bagaimana komponen saling berinteraksi dalam suatu sistem. Teori ini berakar dari filsafat kuno, dengan kontribusi penting dari Plato, Aristoteles, serta para pemikir Abad Pertengahan dan Renaisans seperti Thomas Aquinas dan John Duns Scotus.[3]

Mereologi secara formal diaxomatisasi pada abad ke-20 oleh ahli logika Polandia Stanisław Leśniewski, yang memperkenalkannya sebagai bagian dari kerangka komprehensif untuk logika dan matematika, sekaligus menciptakan istilah mereology itu sendiri.[2]

Gagasan-gagasan mereologis memiliki pengaruh pada teori himpunan awal dan tetap digunakan dalam sebagian kecil karya mengenai dasar-dasar matematika. Beragam bentuk aksiomatis mereologi telah diterapkan dalam metafisika, digunakan dalam semantik linguistik untuk menganalisis istilah massa (mass terms), dalam ilmu kognitif, serta dikembangkan dalam teori sistem umum.[1] Mereologi juga telah dikombinasikan dengan topologi, yang menghasilkan bidang kajian bernama mereotopologi. Selain itu, mereologi digunakan dalam fondasi geometri tanpa titik (point-free geometry) karya Whitehead, sebagaimana dibahas oleh Tarski (1956) dan Gerla (1995).

Mereologi diterapkan dalam berbagai konteks — mulai dari kelompok musik, wilayah geografis, hingga konsep abstrak — menunjukkan relevansinya dalam berbagai wacana filosofis dan ilmiah.[1]

Dalam metafisika

Dalam metafisika, mereologi digunakan untuk merumuskan tesis “komposisi sebagai identitas”, yaitu teori bahwa individu atau objek identik dengan jumlah mereologis (atau fusi) dari bagian-bagiannya.[3]

Sebuah tesis metafisik lain, disebut “monisme mereologis”, berpendapat bahwa versi mereologi yang dikembangkan oleh Stanisław Leśniewski dan Nelson Goodman — dikenal sebagai Classical Extensional Mereology (CEM) — berfungsi sebagai teori umum dan menyeluruh tentang kebagianan dan komposisi, setidaknya untuk ranah objek yang luas dan signifikan.[4]

Namun, tesis ini menuai kontroversi, karena dalam beberapa kasus, hubungan kebagianan tidak tampak transitif (seperti antara organisme dan organ-organnya).[5]Meskipun demikian, asumsi-asumsi CEM sangat umum dalam kerangka mereologis, terutama karena pengaruh Leśniewski sebagai perumus pertama teori ini.

Teori mereologis umumnya mengasumsikan bahwa:

  • Segala sesuatu adalah bagian dari dirinya sendiri (refleksivitas),
  • Bagian dari bagian dari suatu keseluruhan juga merupakan bagian dari keseluruhan tersebut (transitivitas), dan
  • Dua entitas yang berbeda tidak dapat saling menjadi bagian satu sama lain (antisimetri),

sehingga hubungan kebagianan bersifat urutan parsial (partial order). Sebagai alternatif, beberapa teori mengasumsikan bahwa kebagianan bersifat irefleksif (tidak ada sesuatu yang menjadi bagian dari dirinya sendiri) tetapi tetap transitif, sehingga antisimetri muncul secara otomatis.

Referensi

  1. 1 2 Champollion, Lucas; Krifka, Manfred (2016-06-30). Aloni, Maria; Dekker, Paul (ed.). Mereology (Edisi 1). Cambridge University Press. hlm. 369–388. doi:10.1017/cbo9781139236157.014, isbn 978-1-139-23615-7, retrieved 2024-04-21. ISBN 978-1-107-02839-5.{{cite book}}: Periksa nilai |doi=
  2. 1 2 Cotnoir, A. J.; Varzi, Achille C. (2021). Mereology. Oxford scholarship online (Edisi First edition). Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-181164-7.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan
  3. 1 2 Zalta, Edward (2006-09-01). "The Stanford Encyclopedia of Philosophy: A university/library partnership in support of scholarly communication and open access". College & Research Libraries News. 67 (8): 502–504. doi:10.5860/crln.67.8.7670. ISSN 2150-6698.
  4. ↑ Lando, Giorgio (2017). Mereology: a philosophical introduction. London, UK ; New York: Bloomsbury Academic. ISBN 978-1-4725-8368-0.
  5. ↑ Bunnin, Nicholas; Yu, Jiyuan (2004). The Blackwell dictionary of Western philosophy. Malden, MA: Blackwell Pub. ISBN 978-1-4051-0679-5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan