Senin, 12 Oktober 2026
01:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Menara Gonbad-e Qabus

Menara Gonbad-e Qabus

Bagikan:
250px-%D8%A8%D8%B1%D8%AC_%D9%87%D8%B2%D8%A7%D8%B1_%D8%B3%D8%A7%D9%84%D9%87.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Menara Gonbad-e Qabus (Persia: برج گنبد قابوس) adalah sebuah monumen di Gonbad-e Qabus, Iran, dan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2012. Monumen ini menandai makam penguasa Ziyarid Qabus (memerintah 978–1012), dan dibangun pada masa hidupnya pada tahun 1006/1007.[1]

Bangunan ini merupakan menara makam berbentuk silinder yang mencapai tinggi sekitar 61 meter (200 kaki) dan dapat terlihat dari jarak sekitar 30 kilometer (19 mil).[2] Kota yang menyandang nama yang sama dengan monumen ini juga dinamai berdasarkan bangunan tersebut.[1]

Menurut Oleg Grabar, bangunan ini dianggap sebagai mahakarya arsitektur Iran karena mencapai “keseimbangan yang hampir sempurna antara tujuan (kemegahan pangeran setelah kematian), bentuk (menara silinder yang diubah menjadi bentuk bintang), dan satu material (bata)”.[3][4] Menara Gonbad-e Qabus merupakan makam menara yang paling terkenal di Iran bagian utara dan telah banyak ditampilkan dalam berbagai publikasi.[5]

Struktur

Pita-pita inskripsi pada menara, yang ditulis dalam bentuk prosa berirama, menyatakan bahwa Qabus memerintahkan pembangunan fondasi menara tersebut pada masa hidupnya, pada tahun 1006/1007.[1] Ia adalah seorang pangeran dari Dinasti Ziyarid, yang berbasis di wilayah historis Tabaristan di Iran utara. Pada abad ke-11, wilayah ini masih berada dalam proses peralihan dari Zoroastrianisme ke Islam.[6]

Tanggal pendirian pada monumen tersebut ditulis dalam dua sistem kalender: kalender matahari Iran dan kalender lunar Islam.[1][5] Monumen ini memiliki diameter interior 9,67 meter (31,7 kaki) pada bagian dasarnya.[1] Menurut Sheila S. Blair (2002), bagian pintu masuk bangunan ini memuat salah satu bukti paling awal perkembangan struktur muqarnas (yaitu kubah stalaktit) di Iran.[1]

Dari segi desain, Menara Gonbad-e Qabus menyerupai menara makam silinder lain di pesisir Laut Kaspia di Iran. Namun, menara ini berbeda karena memiliki “ketinggian yang luar biasa”. Jika atap kerucutnya diperhitungkan, tinggi menara mencapai sekitar 50 meter (160 kaki) di atas tanah; ini sekitar tiga kali diameter luarnya.[1]

Oleg Grabar (1975) menulis bahwa Menara Gonbad-e Qabus “secara jelas termasuk dalam kategori umum arsitektur sekuler untuk konsumsi yang mencolok”.[7] Saat membahas bentuk-bentuk menara makam di Iran utara (yang mencakup Menara Gonbad-e Qabus), Grabar menyatakan bahwa bangunan-bangunan tersebut mungkin memiliki kaitan dengan struktur pemakaman Zoroastrian. Menurutnya, hubungan dengan struktur pemakaman Zoroastrian “sangat mungkin” dan kuat. Ia mengutip sebagai contoh penggunaan kalender matahari Persia dalam inskripsi pada Gonbad-e Qabus, serta penggunaan sesekali bahasa Persia Pertengahan (Pahlavi) pada menara makam lain di Iran utara.[8]

Menurut Melanie Michailidis (2009), pengaruh Zoroastrian “secara nyata hadir” dalam menara-menara makam di Iran utara, dan dapat dilihat pada ketinggian, tujuan, serta bentuknya.[9] Ia berpendapat bahwa menara-menara tersebut dibangun oleh Dinasti Ziyarid dan Bavandid untuk meniru “mausoleum pangeran Sassaniyah yang telah hilang”.[10]

Meskipun menara ini dimaksudkan sebagai mausoleum Qabus, tidak ada jasad yang dikuburkan di dalamnya, seperti pada menara makam lain di Iran utara.[11][12] Menurut legenda, Qabus dikuburkan dalam peti kaca yang digantung dari atap dengan rantai. Michailidis menambahkan bahwa “kegagalan para penggali untuk menemukan jasad tampaknya dapat memperkuat cerita ini”.[13] Ia menjelaskan bahwa menara-menara tersebut digunakan secara sinkretis: jasad ditempatkan di dalam makam, tetapi diangkat dari tanah dan diletakkan di atas platform yang “terbuat dari material yang kedap”.[14]

Karena Tabaristan pada masa itu masih berada dalam proses Islamisasi, sinkretisme dianggap sebagai penjelasan yang masuk akal menurut Michailidis. Menara Qabus memenuhi banyak kriteria tata cara penguburan ala Zoroastrian, tetapi tidak secara jelas termasuk dalam kategori “cara penguburan Zoroastrian yang ortodoks”, maupun sesuai dengan “pemakaman Muslim yang baku”.[14]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Blair 2002, hlm. 126–129.
  2. ↑ Grabar 1975, hlm. 341; Hejazi & Saradj 2014, hlm. 15; Blair 2002, hlm. 126–129.
  3. ↑ Grabar 1975, hlm. 341–342.
  4. ↑ Bosworth 2010.
  5. 1 2 Michailidis 2009, hlm. 248.
  6. ↑ Michailidis 2009, hlm. 247, 255.
  7. ↑ Grabar 1975, hlm. 341.
  8. ↑ Grabar 1975, hlm. 342.
  9. ↑ Michailidis 2009, hlm. 247, 253.
  10. ↑ Michailidis 2009, hlm. 255.
  11. ↑ Michailidis 2015, hlm. 149.
  12. ↑ Michailidis 2009, hlm. 247–248.
  13. ↑ Michailidis 2009, hlm. 248–249.
  14. 1 2 Michailidis 2009, hlm. 254–256.

Bibliografi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan